8 Jenis Kain yang Tidak Cocok untuk Cuaca Panas, Bikin Gerah!

- Cuaca panas membutuhkan bahan pakaian dengan sirkulasi udara dan penyerapan keringat baik agar tubuh tidak mudah gerah, lembap, serta tidak nyaman saat beraktivitas.
- Polyester, nilon, akrilik, beludru, kulit sintetis, dan satin berbahan polyester cenderung memerangkap panas atau minim aliran udara, sehingga keringat sulit menguap.
- Denim tebal dan wol juga kurang cocok saat terik karena seratnya padat atau mengisolasi panas; denim ringan lebih nyaman sebagai pilihan alternatif.
Saat cuaca sedang terik, memilih pakaian bukan hanya soal memperhatikan model atau warna, tetapi juga jenis kain yang digunakan. Sebab, ada beberapa bahan pakaian yang cenderung menyimpan panas, sulit menyerap keringat, dan minim sirkulasi udara.
Akibatnya, tubuh jadi lebih mudah gerah, berkeringat berlebihan, hingga merasa tidak nyaman saat beraktivitas. Sebaliknya, memilih bahan yang tepat dapat membantu menjaga tubuh tetap sejuk meski berada di bawah sinar matahari.
Karena itu, penting untuk mengetahui jenis kain apa saja yang sebaiknya dihindari ketika cuaca sedang panas. Nah, berikut Popmama.com siap membahas jenis kain yang tidak cocok untuk cuaca panas.
Table of Content
1. Polyester

Pexels/pixabay Polyester menjadi salah satu bahan yang paling sering digunakan untuk pakaian karena terkenal kuat, tidak mudah kusut, dan harganya relatif terjangkau.
Namun, di balik kelebihannya, kain ini kurang ideal dikenakan saat cuaca panas karena termasuk serat sintetis yang tidak memiliki sirkulasi udara sebaik bahan alami.
Bahan polyester cenderung memerangkap panas dan membuat keringat sulit menguap. Akibatnya, tubuh terasa lebih gerah, pakaian menjadi lembap, bahkan dapat menimbulkan bau badan lebih cepat jika dipakai dalam waktu lama.
Meski begitu, beberapa produk polyester modern sudah dikombinasikan dengan teknologi moisture-wicking agar terasa lebih nyaman saat digunakan.
2. Nilon (Nylon)

Freepik/freestockcenter Nilon merupakan kain sintetis yang dikenal ringan, elastis, dan tahan lama. Tak heran jika bahan ini banyak digunakan untuk jaket, pakaian olahraga, hingga tas.
Sayangnya, nilon juga memiliki kemampuan menyerap keringat yang cukup rendah, sehingga kurang nyaman dipakai saat suhu udara sedang tinggi.
Ketika digunakan di bawah terik matahari, kain nilon dapat membuat panas terperangkap di antara pakaian dan kulit. Jika dipakai terlalu lama, kulit bisa terasa lengket dan lembap yang mana meningkatkan risiko iritasi, terutama bagi orang pemilik kulit sensitif.
3. Akrilik (Acrylic)

Pixabay/Engin Akyurt Sekilas, kain akrilik memang terasa lembut dan ringan. Bahkan, tampilannya sering menyerupai wol, sehingga banyak dimanfaatkan sebagai bahan sweater atau pakaian rajut.
Namun, bahan sintetis ini justru kurang cocok dikenakan saat cuaca panas. Akrilik memiliki kemampuan menyimpan panas yang cukup tinggi dan sirkulasi udaranya terbatas.
Saat digunakan di siang hari, tubuh akan lebih mudah berkeringat dan merasa pengap. Oleh karena itu, pakaian berbahan akrilik lebih nyaman dikenakan ketika cuaca dingin dibandingkan musim panas.
4. Beludru (Velvet)

Pexels/Marina Leonova Beludru identik dengan teksturnya yang halus, lembut, dan memberikan kesan mewah. Kain ini sering dipilih untuk gaun pesta, blazer, atau pakaian formal karena tampilannya yang elegan.
Sayangnya, beludru memiliki serat yang tebal dan padat, sehingga mampu menahan panas lebih lama. Saat dikenakan di cuaca panas, kain ini dapat membuat suhu tubuh meningkat dan memicu rasa gerah.
Jika mempunyai baju terbuat dari kain beludru, lebih baik digunakan pada ruangan ber-AC atau saat cuaca sedang sejuk.
5. Kulit sintetis (Faux Leather)

shopee.co.id Kulit sintetis atau faux leather menjadi pilihan populer karena tampilannya menyerupai kulit asli dengan harga yang lebih terjangkau. Bahan ini banyak digunakan untuk jaket, rok, hingga celana yang memberikan kesan stylish.
Meski menarik secara penampilan, faux leather hampir tidak memiliki pori-pori yang memungkinkan udara mengalir. Akibatnya, panas dan keringat akan terjebak di dalam pakaian.
Hal ini berujung membuat tubuh terasa sangat gerah. Jika dipakai terlalu lama, kondisi ini juga dapat menyebabkan kulit menjadi lembap dan tidak nyaman.
6. Denim yang tebal

Magnific/topntp26 Denim memang menjadi salah satu bahan favorit karena dikenal kuat, awet, dan mudah dipadukan dengan berbagai gaya busana. Namun, denim dengan ketebalan tinggi kurang cocok digunakan saat cuaca sedang panas.
Serat denim yang padat membuat udara sulit bersirkulasi dengan baik. Selain terasa berat saat dikenakan, kain ini juga membutuhkan waktu lebih lama untuk mengering ketika terkena keringat.
Jika ingin tetap memakai denim di musim panas, pilihlah bahan denim yang lebih tipis atau lightweight denim agar lebih nyaman.
7. Satin polyester

Pexels/Kássia Melo Satin memang dikenal memiliki permukaan yang licin dan mengkilap, sehingga terlihat elegan. Namun, perlu diketahui bahwa satin sebenarnya adalah teknik tenun, bukan jenis serat.
Banyak produk satin di pasaran dibuat menggunakan serat polyester yang kurang ramah untuk cuaca panas. Satin berbahan polyester cenderung memerangkap panas dan kurang mampu menyerap kelembapan.
Akibatnya, tubuh akan terasa lebih lengket ketika berkeringat. Sebagai alternatifnya, bisa memilih satin berbahan sutra alami yang memiliki sirkulasi udara lebih baik meski harganya jauh lebih mahal.
8. Wol

Pexels/Isabelle Taylor Wol merupakan bahan yang dirancang untuk memberikan kehangatan. Serat alaminya mampu mengisolasi panas tubuh yang mana ini sangat nyaman dikenakan saat berada di daerah bersuhu dingin.
Karena fungsi utamanya sebagai penahan panas, wol tentu bukan pilihan yang tepat saat cuaca sedang panas. Mengenakan pakaian berbahan wol di siang hari dapat membuat suhu tubuh meningkat, memicu keringat berlebih, dan menyebabkan rasa tidak nyaman.
Sebaiknya, simpan pakaian wol untuk digunakan ketika suhu udara sedang lebih sejuk atau saat bepergian ke daerah beriklim dingin.
Nah, itu dia beberapa jenis kain yang tidak cocok untuk cuaca panas. Jadi, sebelum membeli pakaian baru, jangan lupa perhatikan label bahannya ya agar tidak salah.





















