Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
7 Terapi Stroke Ringan, Cegah Dampak Lebih Serius
Freepik

  • Perubahan gaya hidup sehat sangat penting dalam terapi stroke ringan, termasuk pola makan seimbang dan rutin berolahraga.

  • Obat antitrombosit dan antikoagulan diresepkan untuk mencegah penggumpalan darah dan pembentukan bekuan baru.

  • Tindakan operasi atau prosedur neurointervensi dapat dilakukan untuk membuka pembuluh darah yang tersumbat atau menyempit.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Stroke ringan sering kali datang tanpa disadari karena gejalanya bisa muncul singkat lalu menghilang. Meski terlihat ringan, kondisi ini merupakan tanda awal gangguan aliran darah ke otak yang tidak boleh diabaikan dan perlu penanganan segera.

Banyak orang belum memahami bahwa stroke ringan dapat meningkatkan risiko terjadinya stroke berat di kemudian hari. Perubahan kecil pada tubuh, seperti bicara pelo atau tubuh terasa lemah, bisa menjadi sinyal penting untuk segera mencari pertolongan medis.

Dengan penanganan yang tepat sejak dini, risiko stroke berat dapat ditekan. Berbagai terapi dan perubahan gaya hidup berperan penting dalam membantu pemulihan sekaligus menjaga kesehatan otak agar tetap optimal.

Berikut Popmama.com rangkum terapi stroke ringan yang umum dianjurkan untuk membantu mencegah kondisi berkembang menjadi stroke berat.

1. Perubahan gaya hidup sehat

Freepik

Perubahan gaya hidup menjadi langkah awal yang sangat penting dalam terapi stroke ringan. Pola hidup yang tidak sehat, seperti jarang bergerak, konsumsi makanan tinggi lemak, dan kebiasaan merokok, dapat memperbesar risiko terjadinya stroke berulang.

Mama dianjurkan untuk mulai menerapkan pola makan seimbang dengan memperbanyak sayur, buah, ikan, dan biji-bijian. Mengurangi asupan garam, gula, serta makanan berlemak juga membantu menjaga kesehatan pembuluh darah dan tekanan darah tetap stabil.

Selain itu, rutin berolahraga ringan, tidur cukup, dan mengelola stres dengan baik dapat membantu tubuh pulih lebih optimal. Gaya hidup sehat bukan hanya mencegah stroke, tetapi juga meningkatkan kualitas hidup secara keseluruhan.

2. Obat antitrombosit

Freepik

Obat antitrombosit sering diresepkan pada pasien stroke ringan untuk mencegah penggumpalan darah. Obat ini bekerja dengan menghambat trombosit agar tidak saling menempel dan membentuk sumbatan di pembuluh darah otak.

Dengan aliran darah yang lebih lancar, risiko terjadinya stroke lanjutan dapat ditekan. Terapi ini umumnya diberikan pada pasien yang mengalami stroke ringan akibat penyumbatan pembuluh darah.

Meski terlihat sederhana, penggunaan obat antitrombosit harus sesuai dengan anjuran dokter. Mama tidak disarankan mengonsumsi obat ini secara mandiri tanpa pemeriksaan medis karena dapat meningkatkan risiko perdarahan.

3. Obat antikoagulan

Freepik/freestyle

Pada kondisi tertentu, dokter dapat memberikan obat antikoagulan sebagai bagian dari terapi stroke ringan. Obat ini berfungsi sebagai pengencer darah untuk mencegah terbentuknya bekuan darah baru.

Terapi ini biasanya dianjurkan pada pasien yang memiliki gangguan irama jantung atau kondisi medis lain yang meningkatkan risiko pembekuan darah. Dengan mencegah bekuan darah, aliran darah ke otak dapat tetap terjaga.

Namun, karena efeknya cukup kuat, penggunaan obat antikoagulan perlu pemantauan rutin. Mama harus rutin kontrol agar dosis tetap aman dan sesuai dengan kondisi tubuh.

4. Obat penurun tekanan darah

Freepik

Tekanan darah tinggi merupakan salah satu penyebab utama stroke, termasuk stroke ringan. Oleh karena itu, dokter sering meresepkan obat penurun tekanan darah sebagai bagian dari terapi.

Dengan tekanan darah yang terkontrol, pembuluh darah otak tidak bekerja terlalu keras. Hal ini membantu mencegah pecah atau tersumbatnya pembuluh darah yang dapat memicu stroke berat.

Selain minum obat secara teratur, Mama juga dianjurkan untuk menjaga pola hidup sehat agar tekanan darah tetap stabil. Kombinasi obat dan gaya hidup sehat memberikan hasil yang lebih optimal.

5. Obat penurun kolesterol (statin)

Freepik

Kadar kolesterol yang tinggi dapat menyebabkan penumpukan plak di dinding pembuluh darah. Jika dibiarkan, kondisi ini bisa mempersempit aliran darah ke otak dan memicu stroke.

Obat statin diberikan untuk menurunkan kadar kolesterol jahat dalam darah. Dengan berkurangnya plak, pembuluh darah menjadi lebih elastis dan aliran darah pun lebih lancar.

Terapi ini biasanya bersifat jangka panjang. Karena itu, Mama perlu rutin mengonsumsi obat sesuai anjuran dokter dan tetap menjaga pola makan agar hasilnya maksimal.

6. Prosedur neurointervensi

Freepik/ijeab

Pada beberapa kasus stroke ringan, dokter dapat merekomendasikan prosedur neurointervensi. Ini merupakan tindakan medis nonbedah yang bertujuan membuka pembuluh darah yang menyempit atau tersumbat.

Prosedur ini dilakukan dengan memasukkan kateter ke pembuluh darah untuk melancarkan kembali aliran darah ke otak. Cara ini dinilai efektif pada pasien dengan penyempitan pembuluh darah tertentu.

Meskipun terdengar menakutkan, neurointervensi dilakukan oleh tenaga medis berpengalaman dan bertujuan mencegah stroke yang lebih berat. Tindakan ini biasanya dipertimbangkan setelah evaluasi medis menyeluruh.

7. Tindakan operasi

Freepik

Jika penyumbatan terjadi pada pembuluh darah besar, seperti arteri karotis, dokter mungkin menyarankan tindakan operasi. Operasi ini bertujuan mengangkat plak atau sumbatan yang menghambat aliran darah ke otak.

Dengan dibersihkannya pembuluh darah, risiko terjadinya stroke berat dapat berkurang secara signifikan. Tindakan ini biasanya direkomendasikan pada pasien dengan risiko tinggi.

Meski tergolong tindakan besar, operasi dilakukan demi mencegah dampak stroke yang lebih serius. Setelah operasi, Mama tetap perlu menjalani gaya hidup sehat agar hasilnya bertahan lama.

Itulah terapi stroke ringan yang penting diketahui untuk membantu mencegah kondisi berkembang menjadi lebih serius serta menjaga kesehatan otak tetap optimal.

Editorial Team