Ketika hujan abu vulkanik terjadi, lapisan tipis berwarna abu-abu dapat menempel di wajah, tangan, rambut, pakaian, hingga berbagai permukaan di rumah. Karena sekilas tampak seperti debu biasa, abu vulkanik mungkin langsung diseka menggunakan tangan atau handuk.
Padahal, cara tersebut justru dapat membuat kulit semakin teriritasi.
Abu vulkanik bukanlah abu hasil pembakaran biasa. Material ini terdiri dari pecahan batuan, mineral, dan kaca vulkanik berukuran sangat kecil. Partikelnya bersifat keras dan abrasif sehingga dapat mengiritasi kulit, mata, maupun saluran pernapasan.
Menurut U.S. Geological Survey (USGS), iritasi kulit akibat abu vulkanik memang bukan keluhan yang umum. Namun, kondisi tersebut tetap dapat terjadi, terutama ketika abu memiliki sifat asam.
Lantas, siapa saja yang lebih rentan mengalami iritasi kulit akibat abu vulkanik dan bagaimana cara membersihkannya dengan aman? Berikut Popmama.com rangkum informasi selengkapnya.
