Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Tradisi Tree Hanging Meditation di China, Apakah Aman dan Sehat?
Instagram.com/qimeridian
  • Tree hanging meditation atau diào shù gōng adalah praktik kebugaran di taman China, dengan tubuh digantung atau terbalik, yang dikaitkan dengan tradisi olah tubuh dan bela diri Tiongkok.

  • Pelakunya meyakini posisi ini membantu sirkulasi, fokus, peregangan otot, ketegangan leher-punggung, penumpukan cairan di kaki, serta kekuatan otot inti, dada, dan lengan.

  • Praktik ini tidak setara traksi medis karena tekanan, sudut, dan durasinya tak terukur; risikonya mencakup cedera leher, saraf, kelumpuhan, bahkan kematian seperti insiden Chongqing 2024.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Tree hanging meditation atau diào shù gōng adalah praktik kebugaran di China dengan tubuh digantung pada pohon, kadang bertumpu pada kepala atau leher dan berada dalam posisi terbalik.
  • Who?
    Warga China, termasuk sebagian lanjut usia, melakukan praktik ini di taman umum. Yang Xu, laki-laki 57 tahun, dilaporkan meninggal saat mencoba latihan tersebut pada Mei 2024.
  • Where?
    Praktik ini ditemukan di sejumlah taman umum di China. Kematian Yang Xu dilaporkan terjadi di Chongqing, China.
  • When?
    Tree hanging meditation saat ini dikenal sebagai praktik yang populer di China. Insiden yang melibatkan Yang Xu terjadi pada Mei 2024.
  • Why?
    Pelakunya meyakini posisi menggantung dapat menjaga kebugaran, meregangkan otot, meredakan ketegangan leher dan punggung, serta memperlancar sirkulasi darah.
  • How?
    Tubuh digantung pada pohon hingga terangkat dari tanah atau kepala berada di bawah. Seluruh berat badan dapat bertumpu pada kepala atau leher, dengan risiko tekanan tak terukur dan cedera.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Di China, ada orang menggantung di pohon dengan kepala di bawah. Mereka percaya ini bisa membantu leher dan tubuh. Banyak yang melakukannya di taman, termasuk orang tua. Tetapi ini bisa berbahaya. Pada Mei 2024, Yang Xu, 57 tahun, meninggal saat mencoba. Sekarang orang diminta jangan mencoba sendiri dan bertanya kepada dokter jika sakit leher.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Berbagai tradisi dan metode olahraga unik dari berbagai negara kerap menarik perhatian publik, salah satunya tree hanging meditation yang populer di China. 

Praktik ini membuat seseorang menggantungkan tubuhnya pada pohon dengan posisi kepala berada di bawah atau tubuh terangkat dari permukaan tanah. Aktivitas ini dipercaya dapat membantu meredakan nyeri leher hingga memberikan manfaat bagi kesehatan tubuh.

Berikut Popmama.com siap membahas informasi lebih lanjut terkait tradisi tree hanging meditation di China. 

1. Apa itu tree hanging meditation?

Instagram.com/qimeridian

Tree hanging meditation atau dikenal dalam bahasa Mandarin sebagai diào shù gōng (吊樹功) adalah praktik kebugaran yang melibatkan posisi tubuh tergantung pada pohon. 

Aktivitas ini dapat ditemukan di sejumlah taman umum di China. Sebagian pelakunya merupakan warga lanjut usia yang meyakini praktik tersebut bisa membantu menjaga kebugaran tubuh.

Praktik menggantungkan tubuh ini juga dikaitkan dengan tradisi olah tubuh dan seni bela diri Tiongkok. Beberapa bentuk latihan tradisional, seperti daoyin, memang melibatkan gerakan tubuh, pernapasan, serta pengendalian postur tubuh.

Masyarakat meyakini bahwa membalikkan tubuh dapat melawan tarikan gravitasi harian pada organ-organ internal, memberikan relaksasi alami, serta memperlancar sirkulasi. 

2. Manfaat tree hanging meditation yang dipercaya masyarakat

Instagram.com/qimeridian

Sebagian masyarakat yang melakukan tree hanging meditation meyakini bahwa praktik ini dapat membantu menjaga kebugaran tubuh. 

Posisi tubuh yang tidak biasa dianggap memberikan sensasi peregangan pada otot serta membantu mengurangi ketegangan setelah beraktivitas sepanjang hari. 

Beberapa manfaat yang dipercaya antara lain:

  • Meningkatkan sirkulasi darah ke area otak untuk membantu fokus dan daya ingat.

  • Meredakan ketegangan otot di bagian punggung bawah, pundak, dan leher.

  • Mengurangi penumpukan cairan di kaki akibat terlalu lama berdiri.

  • Melatih kekuatan otot inti (core), dada, dan lengan saat menjaga kestabilan posisi.

3. Tree hanging meditation tidak sepenuhnya aman

Instagram.com/qimeridian

Mengutip dari laman Wionews, salah satu alasan tree hanging meditation menjadi perbincangan adalah karena praktik ini dianggap menyerupai terapi traksi leher. 

Terapi traksi leher merupakan prosedur medis yang membantu menangani kondisi tertentu pada tulang belakang leher, termasuk beberapa kasus gangguan saraf atau nyeri leher. 

Namun, terapi traksi yang dilakukan oleh tenaga kesehatan sangat berbeda dengan metode tree hanging meditation. 

Dalam prosedur medis, besar gaya tarik, sudut tarikan, serta durasi terapi ditentukan dan disesuaikan dengan kebutuhan pasien. Kondisi pasien juga perlu dinilai terlebih dahulu untuk memastikan prosedur tersebut sesuai dan aman. 

Sebaliknya, ketika seseorang menggantungkan seluruh berat badannya dengan tumpuan pada kepala atau leher, tekanan yang diterima tulang belakang bisa menjadi sulit dikendalikan. 

Gerakan mengayun atau tubuh yang berputar juga dapat meningkatkan risiko cedera, terutama jika posisi tubuh tidak stabil. Bahaya praktik ini bukan sekadar bualan semata. 

Pada Mei 2024, seorang laki-laki berusia 57 tahun bernama Yang Xu dilaporkan meninggal dunia di Chongqing, China, saat mencoba latihan tree hanging meditation. Insiden ini menjadi pengingat bahwa metode yang dianggap sebagai latihan kebugaran oleh masyarakat belum tentu aman untuk dilakukan sendiri. 

Oleh karena itu, apabila Mama mengalami nyeri leher atau memiliki keluhan pada tulang belakang, sebaiknya konsultasikan kondisi tersebut kepada dokter. Jangan mencoba menggantikan terapi medis dengan praktik menggantungkan tubuh yang belum terbukti aman. 

4. Risiko tree hanging meditation yang perlu diwaspadai

Instagram.com/qimeridian

Meskipun terlihat sederhana, tree hanging meditation yang mengandalkan tumpuan pada kepala atau leher dapat menimbulkan risiko kesehatan serius. Salah satunya adalah cedera pada tulang belakang leher akibat tekanan yang terlalu besar. 

Dalam kondisi tertentu, cedera tersebut dapat menyebabkan patah tulang, pergeseran tulang leher, hingga kerusakan saraf. Risiko semakin besar apabila tubuh dibiarkan mengayun atau berputar tanpa henti. 

Tekanan yang tidak terukur juga dapat membahayakan jaringan lunak dan struktur penting di sekitar leher. Jika cedera yang terjadi melibatkan sumsum tulang belakang, dampaknya bahkan dapat menyebabkan gangguan gerak atau kelumpuhan.

Praktik ini juga tidak boleh dianggap aman hanya karena dilakukan oleh orang yang terlihat berpengalaman. Kondisi kesehatan setiap orang berbeda-beda, sehingga latihan yang dapat ditoleransi oleh seseorang belum tentu aman bagi orang lain. 

Orang dengan masalah tulang belakang, gangguan jantung, hipertensi, atau kondisi medis tertentu perlu mendapatkan konsultasi dokter sebelum mencoba latihan yang melibatkan posisi tubuh terbalik.

Tree hanging meditation memang menarik untuk diketahui sebagai praktik kebugaran yang berkembang di China. Namun, popularitas dan kepercayaan masyarakat tidak cukup untuk membuktikan bahwa suatu aktivitas aman bagi kesehatan. 

Demikian informasi mengenai tradisi tree hanging meditation di China. Jangan mencoba melakukannya secara sembarangan dalam kondisi sendiri. Praktik ini hanya bisa dilakukan oleh orang-orang yang sudah terlatih. 

Curated For You

Editorial Team

Related Article