7 Kebiasaan Sehari-hari yang Bikin Pori-Pori Makin Besar

Tampilan pori-pori dapat terlihat semakin besar karena kebiasaan perawatan kulit yang kurang tepat, paparan UV, produksi minyak, dan pola konsumsi tertentu.
Pembersihan wajah, pemilihan skincare, penggunaan sunscreen, serta eksfoliasi perlu disesuaikan dengan kondisi kulit.
Kulit berminyak tetap membutuhkan kelembapan, sementara makanan tinggi gula, karbohidrat olahan, dan produk olahan susu dapat memengaruhi produksi minyak.
Pori-pori wajah yang tampak besar sering kali membuat kulit terlihat kurang halus dan riasan menjadi kurang menempel sempurna.
Kondisi ini bisa dipengaruhi oleh berbagai faktor, salah satunya adalah kebiasaan sehari-hari yang tanpa disadari dapat membuat pori-pori terlihat semakin besar.
Meski ukuran pori-pori tidak bisa diubah secara permanen hanya dengan perawatan kulit, ada beberapa kebiasaan yang bisa memperburuk tampilannya.
Oleh karena itu, penting bagi kita semua untuk mengenali kebiasaan sehari-hari yang bikin pori-pori makin besar agar bisa menghindarinya dan menjaga kulit tetap sehat.
Berikut Popmama.com siap membahas tujuh kebiasaan sehari-hari yang bikin pori-pori makin besar.
Table of Content
1. Tidak membersihkan wajah secara menyeluruh

Freepik/jcomp Membersihkan wajah merupakan langkah penting dalam menjaga kesehatan kulit. Jika kamu sering melewatkan rutinitas ini, sisa makeup, kotoran, minyak, dan sel kulit mati dapat menumpuk di permukaan kulit maupun menyumbat pori-pori.
Pori-pori yang tersumbat bisa memicu terbentuknya komedo, sehingga tampilannya terlihat lebih jelas. Oleh karena itu, kamu sebaiknya membersihkan wajah secara rutin pada pagi dan malam hari, terutama setelah menggunakan makeup atau beraktivitas di luar ruangan.
Pilihlah pembersih wajah yang sesuai dengan jenis kulit dan tidak membuat kulit terasa kering atau tertarik. Jika menggunakan makeup atau sunscreen yang sulit dibersihkan, kamu bisa mempertimbangkan metode double cleansing pada malam hari.
2. Terlalu sering memencet komedo dan jerawat dengan tangan kotor

Vecteezy.com/dao_kp20226443 Komedo yang terlihat di sekitar hidung, dagu, dan pipi memang bisa membuat kita tergoda untuk memencetnya. Namun, kebiasaan ini justru berisiko menyebabkan iritasi, peradangan, hingga kerusakan jaringan kulit apabila dilakukan dengan tekanan berlebihan.
Ketika kulit mengalami peradangan berulang, elastisitas jaringan di sekitar pori-pori dapat terganggu. Akibatnya, pori-pori bisa terlihat semakin jelas, terutama jika kebiasaan memencet komedo dilakukan terus-menerus.
Sebagai alternatif, kamu bisa menggunakan produk perawatan kulit yang mengandung asam salisilat atau salicylic acid untuk membantu membersihkan pori-pori tersumbat. Gunakan secara bertahap sesuai toleransi kulit dan hindari memencet komedo dengan kuku.
3. Menggunakan produk skincare yang tidak sesuai dengan jenis kulit

Pexels/Anna Keibalo Pemilihan skincare yang kurang tepat juga dapat memengaruhi tampilan pori-pori. Misalnya, produk yang terlalu berat bagi kulit tertentu bisa membuat minyak dan kotoran lebih mudah menumpuk, terutama jika formulanya tidak cocok dengan kebutuhan kulit.
Sebaliknya, penggunaan produk yang terlalu keras atau mengandung bahan iritatif dapat merusak lapisan pelindung kulit. Saat kulit mengalami iritasi, teksturnya bisa terlihat tidak merata dan pori-pori menjadi lebih menonjol.
Untuk menghindarinya, kamu sebaiknya memilih skincare sesuai jenis dan kondisi kulit. Jika kulit cenderung berminyak, gunakan pelembap bertekstur ringan dan berlabel non komedogenik. Sementara itu, kulit kering tetap membutuhkan pelembap untuk menjaga kelembapan serta fungsi pelindung kulit.
4. Tidak rutin menggunakan sunscreen

Magnific/ serhii_bobyk Paparan sinar ultraviolet (UV) dari matahari dapat merusak kolagen dan elastin, yaitu komponen penting yang membantu menjaga kekencangan kulit. Ketika elastisitas kulit berkurang, pori-pori dapat terlihat lebih besar dan tekstur kulit menjadi kurang halus.
Sayangnya, masih banyak orang yang menggunakan sunscreen hanya ketika beraktivitas di luar ruangan dalam waktu lama. Padahal, perlindungan terhadap sinar matahari tetap penting sebagai bagian dari rutinitas perawatan kulit sehari-hari.
Kamu disarankan menggunakan sunscreen dengan SPF 30 atau lebih pada pagi hari, lalu mengaplikasikannya kembali setiap dua jam ketika berada di luar ruangan atau setelah berkeringat dan berenang.
Penggunaan sunscreen secara konsisten dapat membantu melindungi kolagen kulit dan menjaga tampilan kulit tetap sehat.
5. Terlalu sering melakukan eksfoliasi

Pexels/Polina Eksfoliasi membantu mengangkat sel kulit mati yang menumpuk di permukaan kulit. Perawatan ini juga dapat membantu mengurangi penyumbatan pori-pori jika dilakukan dengan cara yang tepat.
Namun, terlalu sering melakukan eksfoliasi justru dapat menimbulkan masalah baru. Penggunaan scrub dengan butiran kasar atau produk eksfoliasi berbahan aktif secara berlebihan dapat menyebabkan kemerahan, rasa perih, kulit kering, dan gangguan pada lapisan pelindung kulit.
Akibatnya, tekstur kulit bisa tampak tidak merata sehingga pori-pori terlihat semakin jelas. Agar lebih aman, kamu sebaiknya menyesuaikan frekuensi eksfoliasi dengan kondisi kulit.
Mulailah dengan frekuensi rendah, misalnya satu hingga dua kali seminggu, kemudian evaluasi respons kulit. Jika muncul iritasi, hentikan sementara penggunaan produk eksfoliasi sampai kulit kembali nyaman.
6. Membiarkan produksi minyak berlebih tanpa perawatan tepat

Unsplash/amandadalbjorn Produksi sebum atau minyak alami kulit merupakan salah satu faktor yang memengaruhi ukuran pori-pori. Pada orang dengan kulit berminyak, pori-pori biasanya terlihat lebih jelas karena minyak yang dihasilkan dapat bercampur dengan sel kulit mati dan menyumbat salurannya.
Kondisi ini bukan berarti kamu harus menghilangkan seluruh minyak pada wajah. Sebum tetap dibutuhkan untuk membantu menjaga kelembapan kulit. Justru, membersihkan wajah secara berlebihan dapat membuat kulit menjadi kering dan mengalami iritasi.
Kamu bisa mengatasinya dengan menggunakan pembersih wajah yang lembut, pelembap yang sesuai, serta produk yang membantu mengontrol minyak bila diperlukan.
7. Mengonsumsi makanan penyumbat pori-pori

Magnific/wayhomestudio Tanpa disadari, mengonsumsi makanan tinggi gula, karbohidrat olahan, dan produk olahan susu dapat meningkatkan kadar insulin dan hormon tertentu, seperti IGF-1 dan testosteron. Hal ini dapat merangsang kelenjar minyak bekerja lebih aktif.
Minyak yang berlebih akan bercampur dengan sel kulit mati dan kotoran, lalu menyumbat pori-pori. Sumbatan ini membuat dinding pori meregang sehingga tampak lebih besar.
Memperbanyak konsumsi makanan sehat seperti sayuran hijau, buah-buahan rendah gula, dan kacang-kacangan bisa jadi alternatif baik. Ada baiknya hindari makanan dan minuman olahan untuk menjaga kesehatan kulit.
Demikian informasi mengenai kebiasaan sehari-hari yang bikin pori-pori makin besar. Semoga informasinya membantu.
























