Membawa kisah dari novel ke layar lebar tentu membutuhkan berbagai persiapan, terutama untuk membangun suasana dan latar yang sesuai dengan periode waktu dalam cerita.
Yosep Anggi Noen Ungkap Proses Penggarapan Film Laut Bercerita

Yosep Anggi Noen memilih novel Laut Bercerita untuk diadaptasi karena telah dicetak berulang kali dan menarik perhatian luas dari pembaca muda, termasuk pelajar.
Tim menyeleksi alur novel yang panjang agar sesuai durasi film, sekaligus menambahkan elemen baru untuk memperkuat konteks cerita dan pengalaman sinematik.
Produksi melakukan riset era 1990-an melalui arsip dan footage; adegan demonstrasi melibatkan 400–500 ekstra serta hampir dua hari pengambilan gambar.
Berbagai proses pun dilakukan agar cerita yang sebelumnya hadir dalam bentuk tulisan dapat diterjemahkan dengan baik melalui medium film.
Dalam media visit pada Kamis, 17 September 2026, Yosep Anggi Noen selaku sutradara turut membagikan cerita di balik proses produksi film Laut Bercerita.
Lantas, seperti apa prosesnya? Berikut rangkuman penjelasan Anggi Noen dalam penggarapan film Laut Bercerita yang telah Popmama.com tulis untuk kamu.
Table of Content
1. Film Laut Bercerita dipilih karena memiliki banyak pembaca dari kalangan muda

Dok. Film Laut Bercerita Menurut Yosep Anggi Noen, salah satu alasan Laut Bercerita dipilih untuk diadaptasi ke layar lebar adalah karena novel tersebut mendapat perhatian besar dari kalangan anak muda.
Hal tersebut terlihat dari novel karya Leila S. Chudori yang telah dicetak berulang kali dan dibaca oleh berbagai lapisan masyarakat, termasuk mereka yang masih duduk di bangku sekolah.
"Keponakanku baca gitu, waktu masih SMA waktu itu," ujar Anggi saat menceritakan pengalamannya dalam media visit film Laut Bercerita, pada Kamis (17/9/2026).
Fenomena tersebut turut menjadi salah satu pertimbangan dalam mengadaptasi novel Laut Bercerita ke dalam film layar lebar.
2. Tidak semua bagian novel bisa dimasukkan ke dalam film

Dok. Film Laut Bercerita Anggi menjelaskan bahwa versi novel dan film Laut Bercerita tidak memiliki perbedaan yang terlalu jauh.
Namun, novel tersebut memiliki alur cerita yang cukup panjang, mulai dari masa kecil Laut dan Asmara hingga perjalanannya saat dewasa.
Dengan durasi film yang terbatas, tim produksi perlu menyeleksi bagian-bagian cerita yang dapat diterjemahkan secara maksimal ke layar lebar.
"Kalau bicara mengenai perbedaannya apa, bedanya karena tidak semua yang ada dalam novel itu nantinya ada dalam film. Kita harus benar-benar memilih," ujar Anggi.
Meski begitu, film Laut Bercerita juga menghadirkan beberapa elemen yang tidak ditemukan dalam novel.
Menurut Anggi, penambahan tersebut dilakukan untuk memperkuat konteks cerita sekaligus menciptakan pengalaman sinematik yang berbeda bagi penonton.
3. Tim produksi melakukan riset untuk membangun suasana era 1990-an

Dok. Film Laut Bercerita Untuk menghadirkan suasana tahun 1990-an dalam film Laut Bercerita, tim produksi membutuhkan persiapan yang matang.
Mereka melakukan riset visual dengan membongkar arsip dan mencari footage dari era tersebut, termasuk mengunjungi Studio Audio Visual PUSKAT di Yogyakarta untuk mendapatkan referensi.
Hasil riset tersebut kemudian diterapkan pada berbagai elemen dalam film, mulai dari pemilihan properti hingga benda-benda yang digunakan agar sesuai dengan periode waktu cerita.
4. Adegan demonstrasi melibatkan sekitar 400–500 ekstra

Dok. Film Laut Bercerita Adegan demonstrasi menjadi salah satu bagian yang cukup rumit secara teknis.
Anggi mengungkapkan bahwa tim membutuhkan hampir dua hari penuh untuk mengambil adegan tersebut. Selain mengubah sebuah pertokoan di Semarang agar terlihat seperti jalan protokol di Yogyakarta, tim juga harus mengatur sekitar 400 hingga 500 ekstra.
Penempatan para ekstra juga harus diperhatikan agar komposisi frame terlihat natural. Sebagian ditempatkan lebih renggang, sementara lainnya dibuat lebih padat untuk menciptakan kesan demonstrasi yang besar.
5. Anggi Noen berharap penonton membawa pulang rasa solidaritas

Dok. Film Laut Bercerita Menurut Anggi Noen, Laut Bercerita tidak hanya menghadirkan kisah tentang persahabatan dan keluarga, tetapi juga memperlihatkan hubungan antartokoh yang saling menguatkan dalam berbagai situasi.
Meski begitu, ia tidak ingin menentukan perasaan penonton setelah menyaksikan film ini karena setiap orang memiliki sudut pandang masing-masing dalam menikmati cerita.
Namun, ada satu hal yang ia harapkan dapat dirasakan penonton, yaitu rasa kebersamaan dan solidaritas yang terbangun melalui kisah dalam film.
"Harapan itu akan muncul ketika kita bersinergi satu sama lain, saling bergandengan tangan," harap Anggi.
Baginya, rasa saling mendukung menjadi salah satu pesan yang dapat dibawa penonton setelah menyaksikan Laut Bercerita.
Itu dia penjelasan Yosep Anggi Noen terkait proses penggarapan film Laut Bercerita. Penasaran seperti apa hasilnya saat kisah ini dihadirkan ke layar lebar?





















