Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
Install

Apakah Boleh Jemur Baju di Luar saat Banyak Abu Vulkanik?

Apakah Boleh Jemur Baju di Luar saat Banyak Abu Vulkanik?
Pexels/The Hung
  • Abu vulkanik dapat menempel pada serat pakaian dan berpotensi menyebabkan iritasi pada kulit.

  • Saat abu masih bertebaran, pakaian lebih aman dikeringkan di dalam rumah dengan sirkulasi udara yang baik.

  • Pakaian yang sudah terkena abu sebaiknya dicuci kembali dan tidak dikibas-kibaskan di dalam rumah.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Abu vulkanik yang bertebaran setelah erupsi gunung berapi membuat masyarakat perlu lebih berhati-hati dalam melakukan aktivitas sehari-hari, termasuk saat mencuci dan menjemur pakaian. Sekilas, abu vulkanik memang terlihat seperti debu biasa.

Namun, partikel tersebut dapat mengiritasi kulit, mata, dan saluran pernapasan sehingga paparan sebaiknya diminimalkan. Kementerian Kesehatan RI juga mengimbau masyarakat di wilayah yang terdampak abu vulkanik untuk membatasi aktivitas di luar rumah dan mengurangi paparan abu.

Lantas, apakah boleh jemur baju di luar saat banyak abu vulkanik? Dalam artikel ini Popmama.com telah menjelaskannya secara detail.

Yuk Ma, disimak!

  1. 1. Sebaiknya jangan jemur pakaian di luar saat abu masih turun

    Apakah Boleh Jemur Baju di Luar saat Banyak Abu Vulkanik?
    Pexels/Muhammad-Taha Ibrahim

    Menurut dokter Kevin Mak dalam Threads pribadinya, abu vulkanik bukan sekadar debu biasa yang bisa diabaikan. Partikelnya dapat menempel pada serat pakaian, sehingga pakaian yang sudah dicuci dan bersih berisiko kembali terkontaminasi ketika dijemur di luar.

    "Sebelumnya, ibu ibu harus tahu walaupun abu vulkanik kelihatannya cuma debu biasa, abu vulkanik ini bisa menempel di serat kain, dan bentuknya ini tajam jadi bisa bikin iritasi ke kulit," jelas dokter Kevin Mak.

    Oleh karena itu, ketika abu vulkanik masih turun atau bertebaran di udara, Mama sebaiknya menunda aktivitas menjemur pakaian di luar. Pakaian yang terkena abu juga berpotensi membawa partikel tersebut masuk ke dalam rumah ketika dipakai.

    Kondisi ini sejalan dengan imbauan Kemenkes yang menyebut abu vulkanik dapat mengiritasi kulit, mata, dan saluran pernapasan.

  2. 2. Pilih area dalam rumah dengan sirkulasi udara yang baik

    Apakah Boleh Jemur Baju di Luar saat Banyak Abu Vulkanik?
    Pexels/Ron Lach

    Sebagai alternatif, pakaian yang baru dicuci bisa dijemur sementara di dalam rumah. Pilih area yang memiliki sirkulasi udara cukup baik, tetapi tetap terlindung dari masuknya abu vulkanik.

    "Jadi lebih aman, jemur di dalam dulu. Pilih area yang punya sirkulasi udara baik. Misalnya dekat jendela yang tertutup dari paparan abu, atau gunakan kipas untuk membantu pengeringan," ujar dokter Kevin Mak.

    Mama juga perlu memperhatikan tingkat kelembapan ruangan. Pakaian yang terlalu lama berada di tempat lembap dapat membuat proses pengeringan menjadi lebih lambat.

    "Hindari ruangan terlalu lembap. Kalau ada, gunakan dehumidifier agar pakaian lebih cepat kering," lanjutnya.

    Selama abu masih bertebaran, menjaga agar udara luar tidak banyak masuk ke dalam rumah juga penting. CDC merekomendasikan masyarakat untuk tetap berada di dalam ruangan dan menutup pintu serta jendela ketika terjadi paparan abu vulkanik.

  3. 3. Cuci kembali pakaian yang sudah terkena abu

    Apakah Boleh Jemur Baju di Luar saat Banyak Abu Vulkanik?
    Magnific/freepik

    Bagaimana kalau pakaian sudah terlanjur dijemur di luar ketika abu vulkanik turun? Sebaiknya jangan langsung digunakan, apalagi jika terlihat ada debu atau abu yang menempel pada permukaannya.

    Dokter Kevin Mak mengingatkan agar pakaian tersebut tidak langsung ditepuk atau dikibas-kibaskan di dalam rumah. Tindakan tersebut justru berisiko membuat partikel abu kembali beterbangan dan menyebar ke udara.

    "Kalau baju sudah terpapar abu di luar, jangan langsung ditepuk atau dikibas-kibaskan di dalam rumah. Masukkan ke cucian dan cuci kembali sebelum dipakai," jelasnya.

    Dengan begitu, partikel abu yang menempel pada serat kain dapat dibersihkan terlebih dahulu sebelum pakaian kembali digunakan.

    Lalu, apakah boleh jemur baju di luar saat banyak abu vulkanik? Pada dasarnya, menunda menjemur pakaian di luar saat abu vulkanik masih turun merupakan langkah sederhana untuk mengurangi paparan. Setelah kondisi kembali aman dan abu tidak lagi bertebaran, aktivitas menjemur pakaian di luar dapat dilakukan seperti biasa.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More