7 Cara Membersihkan Mobil dan Motor dari Abu Vulkanik

Abu vulkanik berbahaya bagi pernapasan serta dapat merusak kendaraan karena sifatnya yang abrasif. Gunakan masker, kacamata, sarung tangan, dan pakaian tertutup saat membersihkan.
Basahi kendaraan terlebih dahulu dengan air bersih dari bagian atas ke bawah untuk meluruhkan abu. Setelah itu, gunakan sabun khusus kendaraan serta spons atau microfiber yang lembut agar permukaan tidak tergores.
Jangan biarkan abu menumpuk atau mengeras, dan jangan gunakan wiper saat kaca masih tertutup abu kering. Bagian mesin juga perlu dibersihkan dengan hati-hati dalam kondisi mesin mati dan dingin, serta melindungi komponen kelistrikan dan jalur masuk udara.
Abu vulkanik yang berterbangan setelah Gunung Anak Krakatau erupsi bukan hanya berbahaya bagi saluran pernapasan, tetapi juga membahayakan kendaraan. Abu yang menempel di mobil atau motor yang terparkir berbeda dengan debu halus jalanan, sehingga cara membersihkannya juga perlu hati-hati.
Melansir dari laman Jaringan Bahaya Kesehatan Vulkanik Internasional (IVHHN), abu vulkanik memiliki struktur kristal tajam yang dapat menggores dan mengikis permukaan kendaraan saat dilap atau disikat.
United States Geological Survey (USGS) juga menyebut abu vulkanik dapat menyumbat sistem penyaringan udara yang memicu kegagalan mesin hingga mengganggu rem. Partikel yang masuk ke dalam mesin juga dapat mengikis permukaan logam hingga memicu keausan.
Untuk mengatasinya, Popmama.com punya cara membersihkan mobil dan motor dari abu vulkanik yang dapat diterapkan berikut ini!
Table of Content
1. Pakai masker dan kacamata sebelum mulai membersihkan

ilustrasi masker N95 (pexels.com/CDC) Sebelum membersihkan, gunakan masker, kacamata pelindung, sarung tangan, pakaian tertutup, dan sepatu. Hindari membersihkan kendaraan ketika hujan abu masih deras atau ketika abu banyak beterbangan.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menganjurkan penggunaan masker dan pelindung mata saat berada di wilayah terdampak abu vulkanik.
2. Jangan langsung dilap

ilustrasi lap mobil (pexels.com/Esmihel Muhammed) Abu vulkanik yang menempel di motor atau mobil tidak boleh langsung dilap, sebab dapat menggores permukaan cara dan kaca.
Partikel yang sifatnya abrasif ini dapat menggores permukaan jika langsung dibersihkan dengan kain lap, kemoceng, atau spons.
3. Basahi kendaraan dengan air

ilustrasi cuci motor (pexels.com/Dian Ramadhan) Basahi kendaraan secara menyeluruh menggunakan air bersih untuk mengangkat dan mengalirkan abu. Basahi dari bagian atas kendaraan kemudian turun ke bagian bawah.
Untuk mobil, basahi atap, kaca, kap mesin, bagasi, pintu, lalu bagian bawah. Untuk motor, basahi bagian bodi, tangki, spakbor, velg, dan bagian luar mesin.
4. Bersihkan bagian mesin dengan selang taman

Ilustrasi membersihkan mobil dari abu vulkanik gunung (Unsplash/Nik Kaufman) Bagian mesin dapat disiram dengan selang taman untuk membersihkan tanpa menggosoknya sehingga mengurangi risiko goresan dan keausan akibat sifat abu yang abrasif.
Sebelum menyemprot, pastikan mesin dalam keadaan mati dan sudah dingin. Tutup atau lindungi bagian yang menjadi jalur masuk udara, seperti air intake, serta komponen kelistrikan yang sensitif.
5. Cuci dengan sabun khusus kendaraan

Ilustrasi membersihkan mobil dari abu vulkanik gunung (Unsplash/NIK) Setelah disiram air, cuci kendaraan menggunakan sabun atau sampo khusus kendaraan untuk mengangkat sisa abu dan kotoran yang masih menempel pada permukaan body, kaca, velg, dan bagian luar kendaraan.
Gunakan spons atau microfiber yang bersih dan lembut. Bersihkan bodi dengan gerakan ringan, tanpa memberikan tekanan berlebih.
6. Jangan gunakan wiper kaca saat debut masih menempel

Ilustrasi membersihkan mobil dari abu vulkanik gunung (Unsplash/Brad Starkey) Jangan mengaktifkan wiper ketika kaca masih tertutup abu kering, karena abu yang terjepit antara wiper dan kaca dapat menggores kaca.
USGS juga menyarankan menggunakan banyak cairan pembersih kaca bila perlu agar kaca lebih bersih.
7. Jangan tunggu abu menumpuk atau mengeras

Ilustrasi abu vulkanik Gunung Anak Krakatau menutupi kendaraan mobil (Unsplash/Christian Miranda) Abu vulkanik yang menempel pada kendaraan sebaiknya tidak dibiarkan terlalu lama hingga menggumpal, mengeras, atau membentuk kerak. Terlalu lama didiamkan dapat membuat endapan abu menjadi lebih padat atau membentuk kerak sehingga lebih sulit dibersihkan.
Jika abu sudah mengeras, proses pembersihan biasanya membutuhkan lebih banyak air dan usaha, sehingga risiko permukaan kendaraan tergores juga semakin besar.
Itu dia cara membersihkan mobil dan motor dari abu vulkanik yang dapat diterapkan berikut ini!
Berbeda dengan debu biasa, penanganannya juga harus lebih hati-hati, Pa!



















