Yuk, Menanam 7 Tanaman Rempah Berikut Ini!

Tanaman rempah banyak sekali manfaatnya, lebih enak lagi kalau tinggal panen di halama rumah ya Ma.

4 Mei 2020

Yuk, Menanam 7 Tanaman Rempah Berikut Ini
Pexels/PhotoMIX Ltd

Mama senang memasak di rumah? Kalau begitu yuk mulai menanam tanaman rempah sendiri. Masakan Indonesia banyak menggunakan bumbu rempah agar rasa masakan lebih lezat.

Dengan menanam sendiri rempah-rempah di rumah maka biaya belanja bulanan bisa ditekan.

Dana yang seharusnya dibelanjakan bisa Mama sisihkan untuk keperluan lainnya. Selain itu tanaman rempak tidak hanya berfungsi menyedapkan masakan, tetapi juga dapat dimanfaatkan sebagai tanaman obat lho Ma.

Bahan-bahan alami tentunya membuat kita merasa lebih aman mengonsumsinya. Sebelum mengandalkan obat dokter tidak ada salahnya mencoba obat herbal terlebih dahulu dari tanaman yang kita miliki di rumah.

Tanaman rempah ternyata banyak yang mudah ditanam dan tidak sulit perawatannya. Berikut popmama.com akan membagikan 7 tanaman rempah yang bisa Mama tanam di pot maupun halaman rumah:

1. Daun basil

1. Daun basil
Pexels/Kaboompics.com

Daun basil memiliki bentuk dan aroma yang nyaris mirip dengan daun kemangi. Daunnya yang bertekstur lebih tebal dari kemangi ini digunakan untuk penambah rasa pada masakan, khususnya makanan Itali.

Biasanya digunakan dalam salad, pasta, maupun berbagai olahan ikan untuk menambah wangi dan rasa pada masakan.

Cara menanam daun basil di rumah sangat mudah. Mama cukup mencampurkan tanah dan kompos sebagai media tanamnya.

Masukan biji basil pada pot yang telah diisi media tanam dan siram dengan air secukupnya.

Dalam waktu beberapa hari kemudian biji basil akan mengembang seperti minuman biji selasih. Tempatkan pot di daerah yang cukup terkena sinar matahari agar cepat berkecambah dan tumbuh dengan baik.

2. Daun oregano

2. Daun oregano
Pexels/Pixabay

Daun oregano yang memiliki bau khas dan unik bentuknya sepintas mirip daun basil. Tanaman herbal yang satu ini banyak digunakan baik dalam bentuk segar maupun dikeringkan menjadi bubuk. Mama bisa menambahkan bubuk oregano sebagai taburan pizza dan spaghetti.

Tanaman ini berasal dari daerah kering sehingga dapat bertahan hidup di musim kemarau. Mama dapat menanamnya di dalam maupun luar ruangan. Oregano dapat ditanam dengan biji maupun stek batang.

Mama hanya perlu menyiapkan tanah kompos dan pupuk organik dalam pot dan masukan bibit oregano yang berukuran sangat kecil kemudian timbun sedikit dengan media tanam.

Setelah 5-10 hari ditanam maka oregano akan mulai berkecambah oregano. Hati-hati saat menyiramnya karena bibit oregano sangat rentan patah, Mama dapat menyiramnya menggunakan semprotan air yang sangat halus. Tempatkan di derah yang terkena cukup cahaya matahari agar pertumbuhannya baik.

Editors' Picks

3. Daun peterseli

3. Daun peterseli
Pexels/Pixabay

Daun peterseli ataupun seledri ini sangat umum digunakan untuk menambah rasa sedap pada masakan maupun untuk menghias piring. Aromanya yang harum dapat menyegarkan nafas Mama.

Tanaman ini cocok ditanam pada tempat yang sejuk. Sebelum ditanam benih peterseli harus direndam dalam air seharian.

Jika mau lebih cepat maka rendam dalam air sabun selama satu jam. Hal ini dilakukan untuk membantu memecah biji luar peterseli yang terkenal cukup keras.

Setelah itu semai dalam pot dan tempatkan pada tempat gelap. Setelah tumbuh daun pindahkan pot dan letakkan dekat cahaya matahari.

4. Daun rosemary

4. Daun rosemary
Pexels/Jessica Lewis

Tanaman yang berbentuk runcing seperti cemara ini memiliki aroma yang kuat dan rasanya agak sedikit pahit. Rosemary biasanya digunakan untuk memasak daging panggang, pengarum sup maupun sebagai bumbu saus perendam.

Cara menanam daun rosemary di rumah sangat mudah yaitu melalui stek batang. Mama cukup memotong serong batang tanaman dewasa sepanjang 10-15 cm.

Kemudian pangkas beberapa tangkai daunnya hingga menyisakan beberapa helai daun saja. Letakkan batang bibit rosemary ini di air hangat beberapa saat.

Setelah itu tanam bibit batang rosemary ke dalam pot, maka akarpun akan segera tumbuh. Setelah akar rosemary mulai tumbuh, pindahkan pot tanaman ke tempat yang lebih terbuka.

Berikan pupuk kompos dua minggu sekali agar daun dan bunga bisa berkembang dengan normal.

5. Jahe

5. Jahe
Pexels/Pixabay

Jahe memiliki banyak manfaat bagi tubuh, salah satunya menghangatkan tubuh dan mengurangi sakit kepala yang disebabkan karena flu.

Cara menanam jahe di rumah sangat mudah karena dapar diperbanyak secara vegetatif dengan menggunakan rimpangnya.

Alih-alih membeli bibit jahe di pasar, Mama dapat membeli bibit jahe di kebun maupun tukang tanaman karena sudah cukup umur untuk dikembangbiakkan.

Ambil indukan dan potong menjadi bibit kecil. Sebelum ditanam di pot, rendam bibit ke dalam larutan agrimicin 0,1% selama 8 jam kemudian angkat dan keringkan.

Tanam di dalam pot dan letakkan di tempat yang lembap dan tertutup hingga tumbuh tunas. Siram secara rutin dengan air secukupnya dan jahe pun bisa dipanen saat berumur 8 bulan.

6. Kunyit

6. Kunyit
Pexels/Marta branco

Kunyit biasa digunakan sebagai bahan utama pembuatan jamu khas Indonesia. Fungsi kunyit antara lain mengurangi gas di dalam perut, mengobati penyakit asam lambung, mengurangi mual dan diare.

Cara menanam kunyit di rumah sangat mudah. Mama hanya tinggal menanam rimpang kunyit yang sudah tua dan berumur sekitar 8 bulan.

Pemilihan rimpang yang tua bertujuan agar tunas yang dihasilkan bagus. Tempatkan pot tanaman di daerah yang tidak terkena matahari langsung.

Jika rimpang sudah berukutan sekitar 10 cm, potong tiap satu tunas untuk diperbanyak dan ditanam di pot berbeda. Panen dapat dilakukan saat tanaman berumur 8 bulan.

7. Cabai rawit

7. Cabai rawit
Pexels/Jessica lewis

Cabai dapat menyedapkan rasa masakan. Harga cabai pun tidak terbilang murah. Agar menghemat biaya belanja bulanan, Mama dapat menanam sendiri cabai rawit di rumah.

Caranya sangat mudah yaitu rendam biji cabai rawit ke dalam air bersih, kemudian pilih biji yang tenggelam.

Biji yang tenggelam memiliki kualitas yang baik untuk dijadikan bibit. Jemur biji cabai selama kurang lebih tiga hari hingga kering.

 Siapkan media tanam dalam pot yang cukup dalam kira-kira 40 cm. Masukan benih cabai dan tutup dengan sebagian media tanam.

Siram seminggu sekali agar tanah tidak kering dan pupuk agar cabai cepat berbuah. Cabai rawit bisa dipanen setelah berumur 3 bulan pasca ditanam.

Nah, itulah 7 tanaman rempah yang mudah ditanam di rumah. Kalau Mama hendak memasak tinggal panen dari halaman rumah sendiri. Asik bukan? 

Baca juga: 

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.