Waspada Perokok Pasif, Ini 5 Cara agar Rumah Bebas dari Asap Rokok

Asap rokok dapat bertahan 2-3 jam di udara setelah dilepaskan lho, Ma

19 Februari 2020

Waspada Perokok Pasif, Ini 5 Cara agar Rumah Bebas dari Asap Rokok
thewowstyle.com

Mama perlu waspada jika salah satu anggota keluarga adalah seorang perokok.

Pasalnya, asap rokok dapat bertahan di ruangan hingga 2-3 jam setelah dilepaskan. Asap pun dapat menempel di berbagai benda, seperti pakaian atau perabotan, dan meninggalkan racun serta bau rokok. Racun tersebut dapat terhirup saat seseorang berada di dekat benda tersebut.

Apalagi, paparan asap rokok lebih berbahaya daripada rokok itu sendiri.

Orang yang terpapar asap rokok atau perokok pasif, memiliki risiko kesehatan yang lebih tinggi dibandingkan perokok aktif. Peningkatan risiko ini terjadi karena pada perokok pasif, asap langsung masuk ke dalam paru-paru.

Bahaya ini tidak hanya mengintai orang dewasa, tapi juga bayi dan anak-anak.

Nah, agar rumah Mama tetap aman dari asap rokok, berikut Popmama.com sebutkan cara yang bisa Mama lakukan.

1. Tentukan tempat khusus merokok di rumah

1. Tentukan tempat khusus merokok rumah
wordpress.com

Agar rumah bebas dari asap rokok, cara pertama yang bisa Mama lakukan adalah meminimalisir ruang lingkup penyebarannya di rumah. Untuk itu, Mama bisa menentukan tempat khusus merokok.

Lebih baik, ruang khusus merokok tersebut memiliki jendela supaya asap dan bau rokok bisa segera keluar. Mama juga bisa menempatkan kipas angin untuk mempercepat keluarnya asap rokok.

2. Perhatikan pembuangan puntung rokok dan abu

2. Perhatikan pembuangan puntung rokok abu
cnbcfm.com

Sediakan asbak agar rokok yang sudah habis tidak dibuang sembarangan ya, Ma. Setelah terkumpul, buanglah puntung rokok dan sisa abu di luar rumah. Pasalnya, puntung rokok dan sisa abu masih bisa menyebarkan bau rokok.

Mama juga perlu memerhatikan kebersihan asbak. Asbak tidak cukup dicuci dengan air biasa, Mama perlu menggunakan sabun antibakteri agar bau yang melekat benar-benar hilang. Jangan lupa, gunakan spons cuci khusus yang berbeda dari spons cuci piring ya, Ma!

Editors' Picks

3. Bersihkan perabotan secara rutin

3. Bersihkan perabotan secara rutin
steamsourcetriad.com

Meski Mama sudah meminimalisir ruang lingkup penyebaran asap rokok, tetap ada kemungkinan asap rokok menyebar di rumah dan menempel di perabotan. Untuk itu, bersihkan perabotan secara rutin ya, Ma.

Cuci sarung pembungkus sofa, sarung bantal, dan gorden supaya asap rokok tidak berkumpul di sana. Mama juga bisa memanfaatkan bahan-bahan alami tertentu seperti soda kue dan cuka lho.

Taburkan soda kue satu hari sebelum Mama membersihkan perabotan yang terbuat dari kain, seperti sofa dan karpet. Lalu, gunakan cuka untuk membersihkan perabotan yang tidak terbuat dari kain.

4. Gunakan air purifier untuk membersihkan udara

4. Gunakan air purifier membersihkan udara
futurecdn.net

Untuk memastikan udara di rumah Mama benar-benar bebas dari asap rokok, tempatkanlah air purifier di ruangan. Sesuai namanya, alat ini akan menyedot udara, menyaring, dan mengeluarkannya kembali dalam keadaan bersih.

Tidak hanya menyaring asap rokok, air purifier ini juga mampu membersihkan udara dari virus dan bakteri lho, Ma. Dengan efektifitas hingga 95%, udara di rumah pun akan terasa lebih segar dan bersih!

5. Minta anggota keluarga yang merokok untuk tidak langsung masuk ke rumah

5. Minta anggota keluarga merokok tidak langsung masuk ke rumah
pcdn.co

Seseorang yang baru saja merokok bisa langsung diketahui dari baunya. Pasalnya, asap dan bau rokok menempel di pakaian mereka.

Untuk itu, mintalah anggota keluarga yang merokok untuk tidak langsung masuk rumah jika baru saja merokok. Tunggu sampai bau rokok agak menghilang.

Jika memungkinkan, mintalah mereka untuk segera mengganti pakaian, apalagi jika mereka ingin masuk kamar atau berinteraksi dengan anak-anak.

Untuk membuat rumah bebas dari asap rokok, diperlukan kerja sama dan pengertian dari anggota keluarga yang merokok itu sendiri. Oleh karena itu, jangan lupa memberikan pemahaman selain menjalankan cara-cara di atas ya, Ma.

Baca juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.