Hewan Peliharaan Menularkan Corona? Cek Faktanya di Sini!

Mama punya hewan peliharaan di rumah? Perhatikan ini ya, Ma!

18 Maret 2020

Hewan Peliharaan Menularkan Corona Cek Fakta Sini
Unsplash/Jonan Vincent

Terkadang mengadopsi hewan peliharaan dapat menambah unsur kehidupan tersendiri di rumah Mama. Bagi sang Anak, mereka dapat belajar cara menyayangi binatang juga merawatnya. 

Tidak hanya pelajaran bagi anak, ada juga hewan peliharaan yang sifatnya mampu membuat rileks seperti, memelihara ikan dalam akuarium dan juga hewan yang memiliki kesetiaan terhadap manusia seperti kucing dan anjing. 

Di tengah wabah corona yang menjangkiti hampir seisi dunia. Tersiar kabar tentang penularan tersebab hewan peliharaan. Hal ini menjadi gempar Ma, di kalangan para pemelihara. 

Akhir Februari menjadi awalnya, dilansir dari IDN Times, Kementerian Konservasi Agrikultur dan Perikanan (AFCD) Hong Kong menggemparkan dunia setelah mengabarkan bahwa virus corona (COVID-19) yang berasal dari Wuhan, Provinsi Hubei, Tiongkok Tengah, telah menginfeksi seekor anjing!

Namun seminggu kemudian, setelah dilakukan pengujian melalui sampel dari hidung dan rongga mulut. Anjing asal Hong Kong tersebut menunjukkan hasil infeksi virus yang tergolong "positif ringan".

Jadi, bagi Mama yang memiliki 'si Lucu'  atau hewan peliharaan di rumah wajib cek fakta yang telah Popmama.com rangkum berikut ini.

1. Tak ada dasar ilmiah mengenai penularan dikarenakan hewan peliharaan

1. Tak ada dasar ilmiah mengenai penularan dikarenakan hewan peliharaan
Unspalsh/ Ramiz Dedakovic

Para ahli medis dari WHO, menyatakan bahwa insiden anjing Hong Kong tersebut memang kasus penularan dari manusia ke hewan.

Namun, untuk kasus bahwa hewan peliharaan dapat menularkan COVID-19, belum ada dasar ilmiah yang mengatakannya.

Juru bicara AFCD menyatakan bahwa hewan peliharaan tidak dapat menularkan atau tertular COVID-19.

Sebagai tindakan pencegahan, AFCD hanya menyarankan masyarakat untuk selalu menjaga kebersihan diri setelah mengelus hewan peliharaan mereka atau mencuci tangan setelah mengelus.

2. Jadi, apakah hewan peliharaan bisa tularkan COVID-19?

2. Jadi, apakah hewan peliharaan bisa tularkan COVID-19
Unsplash/Simon Moog

Society for the Prevention of Cruelty to Animals (SPCA), atau lembaga yang bertugas untuk melindungi kesejahteraan hewan dari kekerasan dan penjualan di pasar gelap, menyatakan kalau hewan peliharaanmu tidak bisa menularkan atau tertular COVID-19. 

Ahli bedah hewan untuk SPCA Jane Grey, meluruskan bahwa memang bisa saja kucing atau anjing peliharaan dapat terkena virus corona.

Namun, virus tersebut berbeda jenis dengan yang diderita oleh manusia.

Kekhawatiran serupa pernah terjadi saat dunia tengah dilanda Severse Acute Respiratory Syndrome (SARS) pada 2003 lalu. Virus SARS memang dapat ditemukan pada kucing saat itu.

Namun, tidak ada indikasi bahwa virus itu dapat tertular ke manusia. Jadi guna menjawab pernyataan AFCD untuk mengkaratina hewan peliharaan sementara waktu, SPCA dan WHO menyatakan itu tidaklah perlu.

3. Lalu, kenapa anjing di Hong Kong berstatus "positif ringan"?

3. Lalu, kenapa anjing Hong Kong berstatus "positif ringan"
Unsplash/Matthew Henry

Bukan bermaksud ingin mempersamakan antara hewan (makhluk hidup) dengan benda mati ya, Ma.

Namun ini adalah hasil sebuah penelitian dan ada baiknya untuk disimak.

Jadi, WHO menyatakan bahwa COVID-19 memang dapat menetap selama beberapa jam hingga berhari-hari di permukaan suatu benda.

Periode pastinya masih ditelusuri. Karena inilah, bank sentral di Tiongkok bahkan sampai memusnahkan uang fisik yang diindikasi menjadi penyebar COVID-19.

Pada prinsipnya hampir sama antara permukaan benda dengan permukaan bulu atau kulit anjing atau kucing sekalipun, tidak mendusta bahwa ini juga dapat ditempeli dengan virus corona.

Pendiri Lifelong Animal Protection (LAP) Charity di Hong Kong, Sheila McClelland, menyatakan bahwa penularan COVID-19 dari anjing/kucing sama seperti gagang pintu.

Oleh karena itu, sangat disarankan untuk selalu jaga kebersihan hewan peliharaan dan juga diri sendiri. 

Editors' Picks

4. Perlukah mengarantina hewan peliharaan?

4. Perlukah mengarantina hewan peliharaan
Reaction.life

Tentu saja, hal tersebut tidak perlu. Namun, bila mengarantina dilihat dari sudut pandang ilmiah dunia medis mungkin ada relasinya. Hal itu dilakukan hanya untuk menguji keterkaitan hewan dengan penyebaran COVID-19 saja. 

Tapi sekali lagi Jane memastikan bahwa pemilik hewan peliharaan tidak perlu khawatir akan keselamatan 'si Manis'. Lihat gambar di atas, Ma?

Entah itu lelucon atau bukan, Jane mengatakan bahwa masker tidak seharusnya dipasangkan ke anjing ataupun kucing, karena tidak efektif dan hanya buang-buang masker saja. 

Bayangkan saja, masker tersebut kan tidak bisa digunakan lagi. Justru hewan peliharaan bisa merasa tertekan dan menggangu pernapasannya bila dilakukan pemaskeran.

Lalu solusinya apa? Masih sama, yaitu jaga kebersihan diri sendiri! Tidak perlu panik apalagi sampai menyalahkan hewan peliharaan.

Pemilik hewan peliharaan dapat menyeka kaki anjing/kucing mereka dengan tisu antiseptik untuk menjaga kebersihan 'si Lucu'. Akan tetapi, jangan terlalu sering karena dapat membuat kaki mereka menjadi kering.

5. Kepanikan tidaklah perlu

5. Kepanikan tidaklah perlu
Pexels/Freestocks.org

Bahaya terbesar dari berita mengenai anjing terinfeksi COVID-19 bukanlah pada penyebaran penyakitnya, melainkan pada ketakutan berujung kepanikannya.

Sheila mengaku telah menerima banyak keluhan dari masyarakat Hong Kong, takut bahwa anjing/kucing peliharaan mereka akan dikarantina secara paksa. Ketakutan massal semacam ini dapat mengakibatkan anarki.

"Orang-orang dapat menelantarkan hewan peliharaan mereka, atau mereka tertimpa masalah hanya karena membawa anjing/kucing mereka jalan-jalan," papar Sheila.

Hal ini juga pernah terjadi di medio 2003, kucing diambil secara paksa atau diburu karena takut akan menjadi sarang penyakit SARS.

Jadi, Mama tidaklah perlu panik dengan hewan peliharaan, karena bisa menimbulkan hal yang tidak diinginkan bagi diri sendiri juga sekitar. 

6. Jadikan hewan peliharaan sebagai teman setia

6. Jadikan hewan peliharaan sebagai teman setia
Popmama.com/Onic Metheany
This article supported by vivo as Official Journalist Smartphone Partner IDN Media

Kembali lagi pada niat awal memelihara hewan. Untuk apa mereka Mama adopsi? 

Tentu saja, Mama menginginkan mereka sebagai sahabat setia di kala suka dan duka, bukan? Kalau begitu, jangan telantarkan mereka di saat seperti ini!

Jane menyatakan bahwa memiliki hewan peliharaan di saat seperti ini adalah salah satu cara untuk tetap bahagia.

Kebahagiaan tersebut terbukti dapat menjaga tekanan darah tetap stabil dan daya tahan tubuh kuat.

"Daya tahan tubuh dan tekanan darah dapat bermasalah jika kamu tertekan," papar Jane.

Alangkah lebih baik untuk menjaga kebersihan hewan peliharaanmu jika memang kamu menyayanginya. Bagi para karyawan juga karyawati, apakah kamu saat ini sedang bekerja dari rumah? Membosankan, ya?

Oleh karena itu, hewan peliharaan dapat menjadi jawaban untuk membuat hari-harimu tetap ceria di kala genting seperti ini. Sungguh sahabat yang setia ya, Ma. 

Baca juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.