5 Penyebab Tanaman Cabai Layu yang Sering Sepelekan

Ternyata menanam cabai susah-susah gampang ya, Ma

18 Juni 2024

5 Penyebab Tanaman Cabai Layu Sering Sepelekan
Unsplash/Jeppe Vadgaard

Cabai merupakan jenis tanaman yang menarik untuk ditanam karena selain perawatannya tidak terlalu sulit, tanaman cabai juga akan sangat bermanfaat jika tumbuh dan menghasilkan banyak buah cabai. 

Meskipun perawatan tanaman cabai cukup mudah, namun tetap harus memerhatikan beberapa hal yang penting, seperti lokasi yang cerah, tanah yang baik, air yang cukup dan pupuk. Jika tanaman cabai dirawat dengan cara yang tepat, Mama bisa memanen cabai yang banyak dan kualitas yang baik, lho.

Namun, tetap saja ada risiko tanaman cabai akan layu atau bahkan mati jika tidak dirawat dengan tepat. Kira-kira apa saja ya yang menyebabkan tanaman cabai layu?

Kali ini Popmama.com akan mengulas mengenai penyebab tanaman cabai menjadi layu, dilansir dari Bountiful Gardener. Langsung saja simak informasinya yuk, Ma!

Penyebab Tanaman Cabai Layu yang Sering Sepelekan

1. Tidak mendapatkan cukup air

1. Tidak mendapatkan cukup air
Unsplash/Eduardo Jaeger

Setiap tanaman memiliki kebutuhan air yang berbeda-beda. Ketika menanam jenis tanaman tertentu, maka Mama perlu mengetahui jumlah air yang dibutuhkan tanaman tersebut. 

Tanaman cabai, terutama jika ditanam di dalam pot secara umum akan lebih cepat kering saat cuaca panas. Oleh karena itu, tanaman cabai membutuhkan penyiraman yang lebih sering di musim kemarau.

Mama bisa memeriksa tanah dengan mendorong jari ke dalamnya sekitar 1 atau 2 inci. Jika tanah sudah kering setidaknya satu inci di bawah permukaan, itu berarti sudah saatnya menyiramnya. Namun, untuk bibit cabai, pastikan tanah tetap lembap, tetapi tidak terlalu basah.

Jika tanaman cabai selalu cepat kering, maka bisa menggunakan lapisan mulsa untuk melindungi permukaan tanah dari panas matahari dan memperlambat penguapan.

Editors' Pick

2. Terlalu banyak paparan sinar matahari

2. Terlalu banyak paparan sinar matahari
Pixabay/Jill Wellington

Sebagian orang mungkin berpikir bahwa semakin banyak sinar matahari yang didapatkan tanaman, maka akan semakin baik juga untuk kesuburan tanaman tersebut. Namun, ternyata hal tersebut kurang tepat karena sesuatu yang berlebihan tentunya tidak baik, begitu juga untuk tanaman.

Jika tanaman cabai sering layu di siang hari, sedangkan di sore dan malam hari terlihat normal, bisa jadi hal tersebut disebabkan oleh paparan sinar matahari yang berlebihan.

Meskipun tanahnya masih lembap, paparan sinar matahari yang berlebih akan mengenai bagian tanaman yang berada di atas permukaan tanah dan menyebabkan tanaman tersebut menjadi layu.

Mama bisa memindahkan pot tanaman cabai ke area yang teduh jika panas matahari sedang sangat terik. Selain itu, Mama juga bisa menggunakan kain pelindung di atas tanaman cabai untuk mengurangi paparan sinar matahari dan transpirasi.

3. Terlalu banyak air

3. Terlalu banyak air
Pixabay/Gábor Adonyi

Selain kekurangan air, alasan terkait tanaman cabai layu juga bisa disebabkan oleh terlalu banyak air. Akar tanaman membutuhkan oksigen yang cukup. Jika tanah terus-menerus basah, maka tanaman cabai tidak bisa mendapatkan oksigen yang cukup dan mereka bisa mulai layu, bahkan mati dan membusuk.

Agar tidak mengalami busuk karena terlalu banyak air, maka sebaiknya Mama menyirami tanaman cabai saat bagian atas tanahnya sudah kering.

Jika akar yang busuk masih sebagian kecil, tanaman cabai masih bisa hidup dan tumbuh subur kembali jika mendapatkan perawatan yang tepat. Namun, jika akar yang busuk sudah menyebar dan tidak teratasi, maka tanaman cabai dapat mati seluruhnya.

4. Tanaman cabai mengalami fertilizer burn

4. Tanaman cabai mengalami fertilizer burn
Pixabay/J Garget

Fertilizer burn merupakan kondisi yang menyebabkan tanaman “terbakar” atau “hangus” karena kandungan garam pada pupuk menarik kelembapan dari tanaman.

Oleh karena itu, hindari pemupukan yang berlebihan pada tanaman, karena dapat berakibat fatal bagi tanaman cabai. Tanaman bisa mati seluruhnya karena terlalu banyak pupuk dapat membunuh atau “membakar” akar.

Jika tanaman cabai layu karena pupuk yang berlebihan, maka Mama dapat menyiramnya yang cukup banyak untuk membersihkan sebanyak mungkin penumpukan nitrogen atau garam. Jika ada akar yang masih hidup, ada kemungkinan tanaman cabai dapat pulih kembali. 

5. Terserang penyakit atau hama

5. Terserang penyakit atau hama
Unsplash/Ante Hamersmit

Penyakit dan hama dapat menjadi salah satu penyebab tanaman cabai layu. Kerusakan akibat hama kutu dapat menyebabkan getah terkuras keluar dari tanaman cabai dan menyebabkan tanaman tersebut layu.

Kabar baiknya, kutu daun cenderung mudah untuk dibasmi. Kutu daun dapat dibersihkan dengan selang dan air. Jika dibutuhkan, Mama bisa menggunakan insektisida atau semprotan minyak nimba untuk mengusir hama yang sulit diatasi

Selain hama, tanaman cabai juga bisa terserang penyakit, seperti layu fusarium dan verticillium. Keduanya merupakan penyakit jamur dan akan menjadi fatal jika mengesampingkan semua hal yang sudah dibahas sebelumnya (air, suhu, kerusakan akar, dan hama). Salah satu tanda penyakit layu jamur pada tanaman cabai, yakni daun yang menguning dan layu. 

Nah, itulah beberapa penyebab tanaman cabai layu saat ditanam di rumah. Setiap tanaman pasti memiliki kebutuhan yang berbeda. Oleh karena itu, Mama juga perlu mengetahui kebutuhan tanaman cabai agar dapat tumbuh subur.

Semoga informasi ini membuka wawasan baru dan bisa bermanfaat ketika ingin menanam cabai ya, Ma.

Baca juga:

The Latest