TUTUP
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

9 Penyebab Lantai Keramik Pecah, Pernah Terendam Air

Beban berat di atas keramik menjadi salah satu penyebab lantai keramik pecah, lho

5 September 2022

9 Penyebab Lantai Keramik Pecah, Pernah Terendam Air
Pexels/cottonbro

Bangunan tentunya memiliki umur yang menunjukkan masa fungsinya. Semakin tua, bangunan akan mulai mengalami penurunan kualitas. Salah satu bagian di bangunan yang kerap mengalami kerusakan adalah lantai keramik.

Permasalahan umum yang terjadi pada lantai keramik adalah pecah. Sebelum pecah, biasanya lantai keramik tersebut menggelembung dan terangkat. Setelah itu barulah lantai keramik pecah bagai ledakan, hal ini dikenal dengan popping.

Sebagai alas untuk berjalan di bangunan, tentunya lantai keramik yang pecah tidak aman untuk dilintasi. Maka dari itu, sebaiknya lantai keramik dirawat agar tidak mudah pecah. Ternyata, penyebab lantai keramik pecah bukan hanya karena usia saja lho, Ma.

Diketahui, terdapat beberapa kondisi lain yang bisa menyebabkan lantai keramik pecah meski usianya masih muda atau baru. Kali ini Popmama.com telah merangkum deretan penyebab lantai keramik pecah.

Ketahui deretan penyebabnya di bawah ini, yuk!

1. Cara pemasangan lantai keramik kurang baik

1. Cara pemasangan lantai keramik kurang baik
zazous.co.uk

Penyebab lantai keramik mudah pecah meski belum usianya salah satunya adalah cara pemasangan yang kurang baik. Hal ini sering tidak disadari ketika sedang membangun bangunan, padahal hal ini berpengaruh besar pada ketahanan lantai nantinya.

Cara pemasangan yang kurang baik antara lain seperti kualitas adukan semen dan pasir yang kurang bagus, komposisi adukan yang tidak tepat, cara pemasangan yang kurang baik atau terburu-buru, juga pemasangan dilakukan oleh tukang yang tidak berpengalaman.

2. Keramik tidak direndam sebelum dipasang

2. Keramik tidak direndam sebelum dipasang
Freepik/diana.grytsku

Ketika membeli keramik, sebaiknya Mama juga mengetahui apa keramik tersebut termasuk jenis yang perlu direndam atau tidak. Karena bila Mama tidak merendam keramik yang perlu direndam, hal itu bisa membuat keramik cepat pecah.

Pasalnya, lapisan semen yang ditempelkan pada bagian belakang keramik menjadi kering sehingga keramik tidak menempel dengan erat. Hal ini bisa membuat keramik copot setelah dipasang bahkan juga pecah ketika pemasangan.

3. Perubahan temperatur tanah menjadi tinggi

3. Perubahan temperatur tanah menjadi tinggi
Pexels/Henry & Co.

Perubahan temperatur tanah juga berpengaruh besar pada kondisi lantai keramik. Peningkatan temperatur tanah atau perubahan temperatur menjadi panas meningkatkan potensi kerusakan keramik karena menyebabkan lantai keramik memuai.

Lantai keramik akan memuai lalu terangkat, bahkan juga bisa menjadi retak, pecah, hingga meledak. Maka dari itu, pecahnya lantai keramik menjadi hal yang umum terjadi saat musim panas berlangsung karena temperatur tanah ikut berubah.

Editors' Picks

4. Kualitas keramik yang buruk

4. Kualitas keramik buruk
Pexels/cottonbro

Tentunya hal yang pastinya menyebabkan lantai keramik pecah adalah kualitas keramik yang tidak bagus. Kualitas keramik yang buruk tentunya memiliki ketahanan yang buruk juga, sehingga rentan untuk retak, pecah, dan meledak.

Hal ini karena kualitas keramik yang buruk lebih cepat memuai saat temperature berubah dibandingkan keramik berkualitas tinggi. Diketahui, temperatur tinggi menyebabkan keramik memuai dan akhirnya membuat keramik rusak.

5. Garis nat yang retak atau tidak rapat

5. Garis nat retak atau tidak rapat
Pexels/Maria Orlova

Garis nat adalah garis celah antar keramik yang umumnya diisi dengan semen. Garis nat berperan penting untuk menjaga keramik agar awet, sehingga garis nat yang retak atau tidak rapat bisa menyebabkan kerusakan pada keramik.

Garis nat yang tidak rapat bisa menyebabkan air atau udara masuk dan mengikis lapisan semen di bawah permukaan keramik secara perlahan. Garis nat yang retak juga bisa membuat keramik lepas dan menyebabkan pemuaian pada keramik.

6. Lantai keramik pernah terendam air

6. Lantai keramik pernah terendam air
Pexels/cottonbro

Faktor lainnya yang menyebabkan lantai keramik menjadi pecah adalah kondisi lantai yang pernah terendam air. Lantai rumah yang pernah terendam air seperti ketika banjir bisa membuat lantai keramik menjadi terangkat.

Hal ini karena genangan air akan merembes melalui sela-sela keramik dan membuat permukaan tanah di bawah keramik menjadi turun. Akhirnya, semen perekat keramik menjadi lepas lalu membuat lantai keramik terangkat atau bahkan pecah.

7. Struktur tanah kurang padat

7. Struktur tanah kurang padat
Pexels/Mathias Reding

Diketahui bahwa kondisi tanah berpengaruh besar pada keawetan lantai keramik di sebuah bangunan. Selain temperatur tanah, struktur tanah yang tidak tepat juga bisa menyebabkan lantai keramik lebih mudah pecah.

Struktur tanah yang kurang padat atau pernah mengalami gempa bumi bisa membuat struktur tanah mengalami penurunan. Kondisi ini akhirnya mempengaruhi lantai keramik yang telah terpasang dan berpotensi besar menyebabkan keramik pecah.

8. Terdapat rongga di bawah keramik atau keramik kopong

8. Terdapat rongga bawah keramik atau keramik kopong
Pexels/cottonbro

Adanya rongga di bawah keramik sering juga dikenal sebagai keramik kopong. Adanya rongga di bawah keramik membuat rongga tersebut akan terisi air. Ketika temperatur tinggi, rongga yang terisi air itu akan membuat keramik memuai lalu terangkat dan pecah.

Adanya rongga di bawah keramik disebabkan oleh cara pemasangan yang tidak tepat. Kondisi tersebut sangat berbahaya bila dibiarkan dalam jangka panjang. Pasalnya, keramik kopong bisa pecah dan melukai kaki ketika dilintasi.

9. Terdapat beban berlebih di atas keramik

9. Terdapat beban berlebih atas keramik
Pexels/Ketut Subiyanto

Penyebab lainnya yang bisa membuat lantai keramik menjadi pecah adalah peletakkan beban yang berlebih di atas keramik. Diketahui, setiap jenis keramik memiliki batasan bebannya masing-masing meski umumnya mampu menahan berat 113 kg.

Maka dari itu, bila terdapat beban yang lebih dari kapasitas yang bisa ditanggung keramik, hal ini bisa membuat keramik menjadi pecah. Apalagi bila beban tersebut diletakkan di atas permukaan keramik dalam kurun waktu yang lama.

Itulah deretan penyebab lantai keramik pecah bahkan sebelum usia keramik menjadi tua. Bila ingin lantai keramik awet dan tetap bagus, sebaiknya Mama pastikan untuk menghindari penyebab kerusakan lantai keramik di atas ya.

Baca juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.

Mama CerdAZ

Ikon Mama CerdAZ

Panduan kehamilan mingguan untuk Mama/Ibu, lengkap dengan artikel dan perhitungan perencanaan persalinan

Cari tahu yuk