6 Cara Menjaga Kebersihan Spons Dapur

Ma, spons yang kotor bisa jadi sumber penyakit lho

27 Juli 2018

6 Cara Menjaga Kebersihan Spons Dapur
amazonaws.com

Spons menjadi salah satu peralatan yang wajib ada di dapur.

Spons sangat baik untuk menyeka kotoran dan menyerap cairan dengan cepat.

Spons juga berfungsi menyerap parasit yang mampu menimbulkan penyakit di sekitar rumah terutama di area dapur.

Memang sulit menghilangkan 100 persen kuman yang ada pada spons, tapi kita bisa lho Ma mengurangi risiko pertumbuhan bakteri pada spons.

Dilansir dari lamanlgoodhousekeeping.com, berikut ini ada enam cara untuk meminimalisir agar si kuman nggak berkembang pada spons kesayangan Mama.

1. Bersihkan spons setiap hari

1. Bersihkan spons setiap hari
abcnews.com

Untuk menurunkan risiko kontaminasi silang, sebaiknya bersihkan spons setiap hari ya, Ma.

Periset dari Departemen Pertanian Amerika Serikat (USDA) menemukan lebih dari 99 persen bakteri, ragi, dan jamur yang menempel pada spons dapat mati terbunuh dengan cara memanaskan spons basah selama satu menit di dalam microwave.

Bakteri akan mati pada siklus pengeringan tersebut. Spons juga dapat didesinfeksi dengan seperempat sampai satu sendok teh pemutih yang dicampurkan dalam air hangat. Rendam spons pada larutan pemutih tersebut selama satu menit.

2. Sering mengganti spons

2. Sering mengganti spons
maidright.com

Mama tahu kan kalau spons cuci piring itu kotor banget karena kegunaannya adalah membilas sisa makanan yang menempel pada piring bekas pakai.

Duh, kebayang nggak sih berapa banyak bakteri yang berkembang pada spons tersebut.

Spons yang telah digunakan lebih dari tiga kali membuat bakteri menumpuk. Mama dapat mengurangi risiko keracunan makanan dengan mencuci spons bekas membersihkan piring atau peralatan dapur lainnya, tapi dengan Mama mempertimbangkan mengganti spons dapur secara teratur, Mama dapat menjauhkan keluarga dari bakteri jahat.

Jadi, kalau Mama sudah merasa spons berbau atau teksturnya sudah tidak layak pakai, segera menggantinya dengan spons yang baru ya, Ma.

3. Simpan pada tempat yang kering

3. Simpan tempat kering
motherearthnews.com

Udara yang lembab memberikan kesempatan virus dan bakteri terus bertumbuh.

Sebaiknya, Mama tidak hanya memeras spons setelah membersihkan kotoran yang menempel pada piring, tapi juga perlu menyimpannya di tempat yang kering.

Membiarkan spons basah di atas meja membutuhkan waktu lebih lama kering, ini memungkinkan bakteri berbahaya berkembang biak dengan cepat.

Selain itu, hindari meninggalkan spons sembarangan di area tertutup seperti ember atau di bawah wastafel.

Editors' Picks

4. Jangan usap bekas daging dengan spons

4. Jangan usap bekas daging spons
Unsplash/Jez Timms

Membersihkan tumpahan cairan yang berasal dari daging sapi atau unggas dengan spons dapat meningkatkan peluang menyebarkan parasit bawaan makanan yang berbahaya.

Sebagai gantinya, gunakan handuk kertas atau desinfektan untuk membersihkan tumpahan dan bakteri lainnya.

5. Jangan abaikan kain lap

5. Jangan abaikan kain lap
homedepot-static.com

Meski tidak berpori seperti spons, Mama harus selalu mencuci kain lap karena lap juga dapat menyimpan cukup bakteri berbahaya yang mengundang penyakit.

Ingatlah untuk mencucinya dengan air panas dan keringkan pada keadaan cuaca panas.

Mama perlu mempertimbangkan memiliki lap terpisah untuk berbagai keperluan (misalnya: mengeringkan tangan dan mengeringkan buah serta sayur).

6. Jangan gunakan pada dapur bersih

6. Jangan gunakan dapur bersih
countertopguides.com

Gunanya sebagai membersihkan tempat atau barang-barang yang kotor membuatnya mengandung jutaan bakteri yang akan menimbulkan penyakit.

Disarankan, Mama jangan menggunakan spons untuk membersihkan countertops atau meja dapur bersih atau dapur kering.

Hal ini dilakukan untuk menghindari penyebaran kuman dan bakteri menempel pada spons yang biasa digunakan untuk cuci piring. 

Mama dapat mengganti spons dengan menggunakan handuk kertas atau kain khusus untuk mengurangi kemungkinan kontaminasi silang pada spons.

Begitulah cara membersihkan spons. Meski fungsi utamanya untuk membersihkan, bukan berati kita mengabaikan kebersihannya kan. 

Berlangganan Newsletter?

Mau dapat lebih banyak informasi seputar parenting?
Daftar sekarang!

;