Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
10 Penyebab Bulu Kucing Rontok, Salah Satunya Kekurangan Nutrisi
Freepik/prostooleh
  • Kerontokan bulu kucing bisa disebabkan oleh kekurangan nutrisi, stres, hingga infeksi jamur seperti ringworm yang dapat menular ke manusia dan memerlukan penanganan dokter hewan.

  • Alergi, parasit, serta kebiasaan grooming berlebihan juga menjadi faktor utama yang memicu kerontokan bulu, sering kali ditandai dengan rasa gatal dan munculnya area botak pada tubuh kucing.

  • Perubahan musim, usia lanjut, kondisi kesehatan menurun, serta kehamilan turut memengaruhi tingkat kerontokan bulu kucing dan perlu diperhatikan agar kesehatannya tetap terjaga.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Apakah di dalam rumah, Mama memelihara hewan peliharaan seperti kucing? Hewan yang biasa disebut sebagai anabul ini tentunya amat menggemaskan ya, Ma.

Namun, apakah Mama sendiri pernah menemukan banyak bulu yang berserakan, baik di lantai, sofa, hingga di pakaian yang sedang dipakai? Pemandangan seperti ini tentunya bisa membuat risih karena keadaan rumah menjadi kotor.

Jika sudah seperti ini, Mama perlu mengetahui apa yang menjadi penyebab kucing mengalami kerontokan pada bulunya. Karena mungkin saja kucing peliharaan tengah mengalami penyakit kulit atau faktor lainnya.

Lantas, apa saja penyebabnya selain penyakit kulit. Berikut Popmama.com telah merangkum terkait penyebab bulu kucing rontok.

Simak penyebabnya berikut ini!

Kumpulan Penyebab Bulu Kucing Rontok

1. Kekurangan nutrisi

Freepik/prostooleh

Bulu kucing yang sehat sangat bergantung pada asupan nutrisi yang cukup. Jika kucing tidak mendapatkan makanan dengan kandungan protein, vitamin, dan mineral yang memadai, kondisi bulunya bisa menjadi rapuh dan mudah rontok.

Kekurangan nutrisi seperti asam lemak omega-3 dan omega-6 dapat membuat bulu kucing tampak kusam serta mudah patah. Oleh karena itu, penting bagi Mama untuk memberikan makanan kucing berkualitas yang mengandung nutrisi lengkap agar kesehatan bulu tetap terjaga.

2. Stres

Freepik

Bukan hanya manusia yang bisa mengalami stres, tetapi kucing juga sama. Apabila kucing Mama mengalami kondisi tersebut maka bulunya bisa rontok lebih banyak. Adapun penyebab kucing bisa stres bisa disebabkan oleh berbagai faktor, seperti perubahan lingkungan, kehadiran hewan baru, pindah rumah, atau bahkan perubahan rutinitas.

Saat stres, beberapa kucing akan menjilati atau menggigit bulunya secara berlebihan hingga menyebabkan kerontokan. Untuk mengatasinya, Mama perlu menciptakan lingkungan yang nyaman dan memberikan perhatian agar kucing merasa lebih aman.

3. Ringworm

Freepik/kuritafsheen77

Sama halnya dengan manusia, kucing pun tak luput dari ancaman penyakit kulit, salah satu yang paling umum adalah kurap atau ringworm. Gangguan kesehatan ini dipicu oleh infeksi jamur yang tersebar secara global. 

Kucing yang mengalami kurap dapat dikenali gejalanya melalui kerontokan bulu, terutama di bagian kepala, kaki, atau telinga, yang biasanya disertai bercak merah dan tekstur kulit yang bersisik atau berkerak.

Apabila kucing peliharaan menunjukkan gejala kurap, segera konsultasikan dengan dokter hewan untuk penanganan medis. Mengingat penyakit ini bersifat zoonosis (dapat menular ke manusia), Mama perlu meningkatkan kewaspadaan agar tidak ikut terpapar.

4. Grooming berlebihan

Freepik

Kucing dikenal sebagai hewan yang rajin membersihkan tubuhnya dengan menjilat bulu. Namun, jika dilakukan secara berlebihan, kebiasaan ini bisa menyebabkan bulu menjadi rontok.

Grooming berlebihan biasanya terjadi karena stres, iritasi kulit, atau rasa tidak nyaman pada tubuh kucing. Jika dibiarkan, kebiasaan ini dapat menyebabkan area botak pada tubuh kucing.

5. Alergi

Freepik

Kerontokan bulu pada kucing pun sering dipicu oleh reaksi alergi terhadap faktor eksternal maupun internal, mulai dari serbuk sari, debu, obat-obatan, gigitan serangga, hingga jenis makanan tertentu. Kondisi ini umumnya ditandai dengan gejala klinis berupa gatal-gatal, muntah, serta bulu rontok.

Apabila kondisi alergi kian memburuk, segera konsultasikan dengan dokter hewan. Langkah awal yang akan diambil medis adalah mengidentifikasi pemicu alergi tersebut.

Setelah pemicunya ditemukan, dokter kemudian akan menentukan langkah penanganan yang tepat, seperti pemberian antihistamin atau antibiotik.

6. Seasonal shedding

Freepik

Perubahan musim juga menjadi salah satu penyebab bulu kucing menjadi rontok. Saat memasuki musim panas atau musim yang lebih hangat, kucing biasanya akan mengganti bulunya agar tubuhnya tidak terlalu panas. Proses ini dikenal sebagai seasonal shedding dan merupakan hal yang normal terjadi pada banyak kucing.

Pada masa ini, bulu kucing akan rontok lebih banyak dari biasanya. Hal ini merupakan cara alami tubuh kucing menyesuaikan diri dengan suhu lingkungan.

Pemilik kucing bisa membantu dengan rutin menyisir bulunya agar bulu mati tidak menumpuk dan rumah tetap bersih.

7. Parasit

Freepik

Parasit seperti kutu, tungau, dan pinjal dapat menjadi penyebab bulu kucing rontok. Parasit tersebut biasanya hidup di kulit dan bulu kucing, lalu menyebabkan rasa gatal yang membuat kucing sering menggaruk tubuhnya.

Akibatnya, bulu kucing bisa rontok bahkan hingga meninggalkan area botak. Untuk mencegah hal ini, pemilik perlu rutin menjaga kebersihan kucing serta menggunakan obat anti-parasit yang direkomendasikan oleh dokter hewan.

8. Faktor usia

Freepik

Seiring bertambahnya usia, kondisi tubuh kucing juga mengalami perubahan. Kucing yang sudah tua biasanya memiliki metabolisme yang lebih lambat, sehingga kesehatan kulit dan bulunya ikut terpengaruh.

Akibatnya, bulu kucing senior bisa menjadi lebih tipis dan mudah rontok dibandingkan saat masih muda. Perawatan yang baik, termasuk nutrisi yang tepat dan pemeriksaan kesehatan rutin, dapat membantu menjaga kondisi bulu kucing tetap sehat.

9. Kesehatan menurun

Freepik/gpointstudio

Penurunan kondisi kesehatan pada kucing, seperti gangguan tiroid atau hormon yang tidak seimbang itu bisa memicu kerontokan pada bulunya. Kondisi ini biasanya disertai dengan gejala lain seperti badan lemas, hilangnya nafsu makan, dan penurunan berat badan secara drastis. 

Apabila kucing peliharaan mengalami kerontokan yang semakin parah tanpa alasan yang jelas, Mama supaya bisa segera memeriksanya ke dokter hewan. Penanganan sejak dini sangat penting untuk mencegah penyakitnya semakin memburuk.

10. Hamil

Freepik

Jika Mama memiliki kucing betina yang sedang hamil, wajar saja jika mengalami kerontokan bulu. Hal ini disebabkan oleh fluktuasi hormon yang memengaruhi fase pertumbuhan rambut. 

Biasanya, kondisi ini mulai tampak di tengah masa kehamilan hingga menjelang persalinan, karena sebagian besar energi dan nutrisi induk tersedot untuk mendukung pertumbuhan janin di dalam kandungan.

Namun, masalah bulu pada kucing hamil ini tidak permanen dan akan pulih dengan sendirinya setelah kucing selesai melahirkan.

Itulah rangkuman terkait penyebab bulu kucing rontok. Jika kucing peliharaan tiba-tiba mengalami kerontokan tanpa adanya penyebab yang jelas, Mama bisa segera memeriksanya ke dokter hewan, ya.

FAQ Penyebab Bulu Kucing Rontok

Apakah makanan bisa berpengaruh pada kesehatan bulu kucing?

Bisa, makanan dengan kualitas rendah atau yang mengandung banyak bahan pengisi (filler) sering kali tidak memberikan nutrisi yang cukup untuk menjaga kekuatan bulu. Memberikan asupan kaya vitamin E dan asam lemak esensial sangat membantu menjaga bulu tetap berkilau.

Bagaimana cara untuk meminimalkan kerontokan pada bulu kucing?

Menyisir bulunya secara rutin (1-2 kali sehari), mandikan secara rutin dengan sampo khusus kucing, menjaga kebersihan lingkungan area kucing, dan berikan vitamin (sesuai saran dokter hewan).

Apa saja ciri kucing mengalami kerontokan pada bulu karena penyakit?

Bulu rontok terfokus pada area tertentu (botak sebagian), kulitnya mengalami perubahan (kemerahan, bersisik, luka), terlihat lesu, sering menggaruk, atau gelisah.

Editorial Team