Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
5 Penyebab Sugar Glider Sakit, Bisa Jadi karena Kesepian
Popmama.com/Kevin Daniel Karalo/AI
  • Malnutrisi akibat kurangnya asupan kalsium sering kali memicu penyakit kelumpuhan kaki belakang yang berakibat fatal.

  • Kesepian dan kandang yang kotor membuat hewan ini mudah stres, merusak diri sendiri, serta rentan terkena infeksi bakteri mematikan.

  • Dehidrasi parah dan penggunaan aksesori kandang yang berbahaya menjadi penyebab umum terjadinya kondisi gawat darurat atau cedera fisik.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Sugar glider merupakan hewan peliharaan eksotis yang menggemaskan, namun memiliki tingkat kerentanan kesehatan yang cukup tinggi. Perawatan yang tidak sesuai dengan kebutuhan alaminya sering kali membuat mamalia berkantung ini mudah terserang berbagai masalah kesehatan serius.

Mengetahui faktor pemicu penyakit sangat penting agar langkah pencegahan bisa dilakukan sebelum kondisi hewan peliharaan semakin memburuk. Berikut Popmama.com telah merangkum lima penyebab sugar glider sakit.

Yuk, kita simak!

Deretan Penyebab Sugar Glider Sakit

1. Malnutrisi dan kekurangan kalsium

Popmama.com/Kevin Daniel Karalo/AI

Asupan nutrisi yang buruk bisa menjadi pemicu utama sebagian besar penyakit mematikan pada hewan eksotis pemakan nektar dan serangga ini.

Pemberian makanan yang hanya didominasi oleh buah-buahan manis tanpa tambahan protein akan membuat keseimbangan gizinya menjadi sangat kacau.

Kekurangan kalsium yang parah sering kali memicu penyakit kelumpuhan kaki belakang atau hind leg paralysis (HLP) yang sangat menyiksa. Penyakit ini membuat tulang hewan menjadi sangat rapuh, sulit bergerak, dan bisa berakibat fatal jika tidak segera ditangani secara medis.

2. Stres kronis akibat kesepian

Popmama.com/Kevin Daniel Karalo/AI

Sebagai hewan koloni yang sangat sosial di habitat aslinya, memelihara hanya satu ekor saja adalah kesalahan yang sangat berisiko. Sugar glider yang dibiarkan hidup sendirian tanpa teman sejenis akan sangat mudah mengalami depresi, stres kronis, dan kehilangan nafsu makan.

Tingkat stres yang tinggi ini sering kali memicu perilaku merusak diri sendiri, seperti menggigit ekor atau mencabuti bulunya secara paksa.

Penurunan sistem kekebalan tubuh akibat stres juga membuat hewan mungil ini jauh lebih rentan terinfeksi virus dan bakteri dari lingkungan.

3. Kondisi kandang yang kotor dan lembap

Popmama.com/Kevin Daniel Karalo/AI

Kebersihan kandang yang tidak terjaga merupakan sarang utama berkembang biaknya berbagai jenis bakteri, jamur, dan parasit pembawa penyakit. Tumpukan kotoran dan sisa makanan manis yang membusuk di dasar kandang akan dengan cepat mengontaminasi tempat makan dan minumnya.

Infeksi saluran pencernaan hingga masalah pernapasan akut sangat sering terjadi pada hewan yang tinggal di lingkungan dengan sanitasi buruk.

Membersihkan kantong tidur dan seluruh area kandang secara rutin menjadi langkah mutlak untuk menjauhkan hewan peliharaan dari ancaman infeksi.

4. Dehidrasi parah karena kurang minum

Popmama.com/Kevin Daniel Karalo/AI

Dehidrasi merupakan kondisi gawat darurat yang bisa merenggut nyawa sugar glider hanya dalam kurun waktu beberapa jam saja. Masalah ini sering terjadi ketika botol minum di dalam kandang macet, bocor, atau pemilik lupa mengganti airnya dengan yang baru.

Tanda hewan mengalami dehidrasi bisa dilihat dari elastisitas kulit di bagian tengkuk yang tidak segera kembali saat ditarik perlahan.

Memastikan ketersediaan air minum bersih yang mengalir lancar setiap hari adalah hal yang tidak boleh dilewatkan sedikit pun.

5. Cedera fisik dari aksesori kandang

Popmama.com/Kevin Daniel Karalo/AI

Tidak semua aksesori hewan yang dijual di pasaran aman digunakan untuk mengisi kandang mamalia berkantung yang aktif melompat ini. Roda putar (exercise wheel) yang memiliki celah di bagian tengahnya sangat berbahaya karena bisa menjepit ekor atau kaki hingga patah atau terluka.

Selain itu, benang-benang halus yang terlepas dari kantong tidur berbahan kain murah juga berisiko melilit jari hewan hingga aliran darahnya terhenti.

Pemilihan mainan dan aksesori yang aman tanpa ujung tajam sangat penting untuk mencegah terjadinya kecelakaan fatal di dalam kandang.

Itulah beberapa penyebab sugar glider sakit yang wajib diketahui oleh setiap pemilik hewan peliharaan eksotis berukuran mungil ini.

Pemeriksaan kesehatan secara berkala ke dokter hewan khusus satwa eksotis akan memastikan hewan kesayangan selalu berada dalam kondisi yang prima.

FAQ Penyebab Sugar Glider Sakit

Apa tanda pertama sugar glider sedang sakit?

Tanda paling umum adalah penurunan nafsu makan yang drastis dan perilaku yang tiba-tiba menjadi sangat pasif atau lesu. Hewan ini juga mungkin mengeluarkan suara mendesis yang tidak biasa atau menolak untuk keluar dari kantong tidurnya.

Apakah sugar glider bisa menularkan penyakit ke manusia?

Meskipun jarang terjadi, hewan eksotis ini bisa membawa beberapa jenis bakteri atau parasit dari sisa kotorannya jika kebersihan tidak dijaga. Sangat dianjurkan untuk mencuci tangan dengan sabun setelah memegang hewan atau kandangnya.

Bolehkah memberikan obat manusia untuk sugar glider yang sakit?

Sangat dilarang memberikan obat-obatan manusia tanpa adanya resep atau pengawasan langsung dari dokter hewan khusus satwa eksotis. Dosis yang salah atau kandungan bahan kimia yang tidak cocok bisa langsung meracuni dan membunuh hewan tersebut.

Editorial Team