Popmama.com/Kevin Daniel Karalo/AI
Tidak semua aksesori hewan yang dijual di pasaran aman digunakan untuk mengisi kandang mamalia berkantung yang aktif melompat ini. Roda putar (exercise wheel) yang memiliki celah di bagian tengahnya sangat berbahaya karena bisa menjepit ekor atau kaki hingga patah atau terluka.
Selain itu, benang-benang halus yang terlepas dari kantong tidur berbahan kain murah juga berisiko melilit jari hewan hingga aliran darahnya terhenti.
Pemilihan mainan dan aksesori yang aman tanpa ujung tajam sangat penting untuk mencegah terjadinya kecelakaan fatal di dalam kandang.
Itulah beberapa penyebab sugar glider sakit yang wajib diketahui oleh setiap pemilik hewan peliharaan eksotis berukuran mungil ini.
Pemeriksaan kesehatan secara berkala ke dokter hewan khusus satwa eksotis akan memastikan hewan kesayangan selalu berada dalam kondisi yang prima.
Apa tanda pertama sugar glider sedang sakit? | Tanda paling umum adalah penurunan nafsu makan yang drastis dan perilaku yang tiba-tiba menjadi sangat pasif atau lesu. Hewan ini juga mungkin mengeluarkan suara mendesis yang tidak biasa atau menolak untuk keluar dari kantong tidurnya. |
Apakah sugar glider bisa menularkan penyakit ke manusia? | Meskipun jarang terjadi, hewan eksotis ini bisa membawa beberapa jenis bakteri atau parasit dari sisa kotorannya jika kebersihan tidak dijaga. Sangat dianjurkan untuk mencuci tangan dengan sabun setelah memegang hewan atau kandangnya. |
Bolehkah memberikan obat manusia untuk sugar glider yang sakit? | Sangat dilarang memberikan obat-obatan manusia tanpa adanya resep atau pengawasan langsung dari dokter hewan khusus satwa eksotis. Dosis yang salah atau kandungan bahan kimia yang tidak cocok bisa langsung meracuni dan membunuh hewan tersebut. |