Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
For
You

8 Penyebab Bulu Anjing Rontok, Awas Penyakit Cushing

8 Penyebab Bulu Anjing Rontok, Awas Penyakit Cushing
Freepik/prostooleh
Intinya Sih
  • Kerontokan bulu anjing bisa disebabkan faktor alami seperti pergantian musim, genetik, hingga adaptasi lingkungan tanpa menimbulkan iritasi atau gatal pada kulit.

  • Penyebab medis meliputi alergi, infeksi bakteri atau parasit, gangguan hormon seperti penyakit Cushing, serta kekurangan nutrisi yang menghambat pertumbuhan bulu sehat.

  • Faktor stres dan luka tekanan juga berperan dalam kerontokan bulu, maka perawatan tepat dan konsultasi dokter hewan penting untuk menjaga kesehatan kulit serta kilau bulu anjing.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Jika Mama memiliki anjing peliharaan dengan bulu yang lebat dan sehat tentu menjadi kebanggaan tersendiri. Namun, melihat gumpalan bulu yang bertebaran di lantai atau furnitur rumah sering kali menimbulkan kekhawatiran, apakah ini proses alami atau tanda adanya masalah kesehatan.

Kerontokan bulu atau alopesia pada anjing itu sebenarnya bisa dipicu oleh berbagai faktor, seperti adanya pergantian musim hingga indikasi gangguan medis. Jika penyebabnya dikarenakan kesehatannya sedang terganggu, sebaiknya Mama segera membawanya ke dokter hewan agar tidak semakin memburuk

Tapi, ada baiknya Mama perlu mengetahui penyebab-penyebabnya. Kira-kira apa saja, ya? Berikut Popmama.com telah merangkum terkait penyebab bulu anjing rontok.

Yuk, simak penjelasannya di bawah ini!

Deretan Penyebab Bulu Anjing Rontok

1. Pergantian musim

8 Penyebab Bulu Anjing Rontok
Freepik/dejavudesigns

Sebelum terburu-buru mengidentifikasi, ada baiknya Mama mengetahui bahwasanya rontoknya bulu pada anjing merupakan proses fisiologis normal untuk mengganti bulu yang rusak dengan yang baru. 

Siklus ini sangat dipengaruhi oleh pergantian musim, di mana anjing akan melepaskan lapisan bulunya agar lebih sesuai dengan suhu sekitar. Di wilayah dengan empat musim, kerontokan masif biasanya terjadi menjelang musim semi setelah bulu menebal di musim dingin.

Bagi ras anjing berbulu lebat yang berasal dari daerah bersalju, tinggal di lingkungan tropis akan memicu kerontokan yang lebih intens dan sering. Proses ini adalah bentuk adaptasi alami untuk mencegah heat stroke. Penting untuk dicatat bahwa kerontokan alami ini tidak menyebabkan iritasi kulit atau rasa gatal pada hewan tersebut.

2. Faktor genetik

8 Penyebab Bulu Anjing Rontok
Freepik

Kerontokan bulu pada anjing juga bisa dipicu oleh faktor genetik akibat perkembangan folikel rambut yang kurang sempurna. Kondisi ini biasanya mulai terlihat sejak lahir atau saat anjing memasuki usia dewasa. 

Beberapa ras seperti Chihuahua, Bulldog, dan Dachshund sangat rentan mengalami kebotakan berpola, terutama pada area telinga luar, leher, dada, hingga perut. Selain itu, jenis anjing tanpa bulu seperti Xolo dan Chinese Crested memang memiliki kecenderungan genetik serupa yang membuat bulunya tidak tumbuh merata.

3. Alergi

8 Penyebab Bulu Anjing Rontok
Freepik

Jika anjing peliharaan tiba-tiba mengalami kerontokan bulu, padahal bukan di masa pergantian musim, mungkin penyebabnya karena alergi terhadap sesuatu. 

Alergi menjadi penyebab umum kerontokan bulu pada anjing yang dipicu oleh berbagai faktor seperti makanan, lingkungan (debu, serbuk sari), reaksi kimia, hingga parasit. Gejalanya biasanya meliputi gatal-gatal hebat, munculnya ruam, serta kebiasaan anjing menggaruk atau menjilati tubuh secara berlebihan. 

Jika Mama mendapati anjing peliharaan berada di kondisi ini, bisa segera memeriksanya ke dokter hewan agar pemicu alergi dapat teridentifikasi dan diberikan penanganan yang tepat, sehingga kondisi bulu dapat segera pulih.

4. Infeksi

8 Penyebab Bulu Anjing Rontok
Freepik/user18526052

Infeksi mikroba dan parasit juga sering menjadi permasalahan kerontokan pada bulu anjing. Seperti infeksi parasit, paparan kutu dan tungau (kudis) tidak hanya membuat anjing terus menggaruk karena gatal, tetapi juga memicu peradangan, kulit kemerahan, hingga kebotakan di area tertentu.

Kemudian, ada infeksi yang disebabkan oleh bakteri dan jamur. Meskipun bakteri dan jamur secara alami ada di kulit, pertumbuhan yang tidak terkendali dapat menyebabkan infeksi. Gejalanya meliputi munculnya bercak merah, kulit bersisik, bernanah (pustula), hingga aroma tidak sedap pada tubuh anjing.

Infeksi pada anjing biasanya meninggalkan tanda berupa pitak yang tidak beraturan (terutama di area wajah dan telinga), munculnya bentol-bentol, serta kulit yang berkerak atau korengan.

Perlu diingat bahwa infeksi kulit ini sifatnya menular. Jika anjing peliharaan Mama menunjukkan gejala infeksi, segera isolasi anjing yang sakit dari hewan peliharaan lain yang sehat untuk mencegah penyebaran.

Segera bawa ke dokter hewan untuk mendapatkan resep obat antiparasit atau antibiotik yang tepat, serta bersihkan lingkungan rumah secara menyeluruh untuk membasmi sisa-sisa parasit yang mungkin masih menempel di area tempat tinggal.

5. Gangguan hormon

8 Penyebab Bulu Anjing Rontok
Freepik

Adanya gangguan hormon, seperti Hyperadrenocorticism atau penyakit Cushing, merupakan gangguan serius yang dipicu oleh tingginya kadar hormon kortisol dalam tubuh dalam jangka panjang dan menjadi pemicu utama kerontokan parah pada anjing yang seringkali sulit untuk tumbuh kembali. 

Kondisi ini umumnya menyerang anjing dewasa (usia 5–10 tahun) dan memiliki kemiripan dengan gangguan hormon pada manusia. Penyebabnya juga bisa berasal dari penggunaan obat kortikosteroid yang diberikan secara berlebihan.

Selain kerontokan bulu, Mama perlu waspada jika anjing menunjukkan gejala lain seperti perut yang membesar, napas terengah-engah, penggelapan kulit, serta perubahan drastis pada nafsu makan atau berat badan. 

Untuk memastikannya, Mama bisa membawanya ke dokter hewan agar anjing peliharaan bisa menjalani rangkaian tes laboratorium, rontgen, atau USG guna mendeteksi masalah internal tersebut.

6. Stres

8 Penyebab Bulu Anjing Rontok
Freepik/diana-grytsku

Kondisi emosional anjing juga memengaruhi kesehatan bulunya. Gejala utama dari tingkat stres yang tinggi adalah kerontokan bulu secara berlebih. Anjing yang mengalami stres bisa disebabkan beberapa faktor seperti kurangnya perhatian, trauma, bahkan perubahan lingkungan.

Anjing yang stres cenderung menjilat atau menggigit tubuhnya secara berlebihan. Kebiasaan ini dapat mempercepat kerontokan bulu di area tertentu.

Gejala klinis dan perilaku lainnya mencakup rasa cemas, kehilangan nafsu makan, gangguan pencernaan seperti diare, hingga perubahan sikap seperti menjadi lebih tertutup atau destruktif terhadap benda-benda di sekitarnya.

7. Kekurangan nutrisi

8 Penyebab Bulu Anjing Rontok
Freepik

Nutrisi yang seimbang menjadi kunci utama dalam mendukung pertumbuhan kulit dan bulu anjing yang sehat. Apabila anjing peliharaan Mama mengalami kekurangan zat penting seperti biotin dan asam amino sulfur, maka sintesis keratinnya dapat terhambat dan berakibat bulunya menjadi rapuh dan mudah rontok. 

Secara klinis, malnutrisi tidak hanya ditandai dengan penurunan aktivitas dan berat badan, tetapi juga dapat memicu anomali perilaku di mana anjing mengonsumsi benda-benda non-makanan.

8. Luka tekanan

8 Penyebab Bulu Anjing Rontok
Freepik/wirestock

Anjing yang sudah tua atau memiliki berat badan berlebih sangat rentan terkena luka tekanan atau pressure ulcer. Masalah ini biasanya muncul di area tulang yang sering menempel pada lantai keras, seperti siku dan pinggul. 

Jika dibiarkan terus bergesekan, kulit anjing akan mengalami kerontokan bulu, kapalan, hingga pecah-pecah atau berdarah. Apabila anjing peliharaan Mama mengalami kondisi seperti ini, pastikan anjing tidur di kasur yang empuk dan rutin oleskan pelembap khusus hewan pada area kulit yang kasar.

Itulah rangkuman terkait penyebab bulu anjing rontok. Jika Mama sudah mengetahui akar permasalahannya dan langsung diatasi, anjing peliharaan Mama kembali mendapatkan kilau bulunya yang sehat dan terhindar dari iritasi kulit yang lebih parah.

FAQ Penyebab Bulu Anjing Rontok

Apakah anjing yang mengalami bulu rontok selalu menjadi pertanda sakit?

Tidak selalu. Pada beberapa ras yang berbulu tebal, bulu rontok bisa terjadi secara normal saat pergantian musim atau saat masa ganti bulu. Namun jika rontok berlebihan, ada bercak botak, atau disertai gatal, kulit kemerahan, atau bau, kemungkinan besar ada masalah kesehatan.

Apa yang harus dilakukan jika bulu anjing mulai rontok berlebihan?

Jaga kebersihan bulu dan kulit, gunakan sampo khusus (jika dianjurkan dokter), cegah infestasi kutu/tungau dengan obat yang tepat, dan evaluasi kualitas makanan. Jika kerontokan tidak membaik atau malah bertambah, segera bawa ke dokter hewan untuk pemeriksaan dan diagnosis yang lebih spesifik.

Apa saja tanda anjing perlu dibawa ke dokter hewan jika mengalami kerontokan bulu?

Bulu mengalami kerontokan yang banyak dalam waktu singkat, cenderung menggaruk, menggigit, atau menjilati area tertentu, terdapat bercak botak, bersisik, kulit kemerahan, berbau, serta mengalami gejala seperti lemas, nafsu makan menurun, atau penurunan berat badan.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Dimas Prasetyo
EditorDimas Prasetyo
Follow Us

Latest in Life

See More