Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
8 Penyebab Tagihan Listrik Membengkak, Bisa karena Kebiasaan Sepele
Freepik
  • Tagihan listrik bisa membengkak akibat kebiasaan sepele seperti menyalakan lampu terus-menerus, menggunakan AC sepanjang hari, dan memakai banyak alat elektronik bersamaan.

  • Perangkat dalam mode standby serta charger yang tetap terhubung meski tidak digunakan tetap mengonsumsi daya dan berkontribusi pada kenaikan tagihan listrik bulanan.

  • Kulkas yang tidak dirawat, penggunaan mesin cuci terlalu sering, dan pompa air bocor membuat konsumsi energi meningkat, sehingga penting menjaga efisiensi peralatan rumah tangga.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Pernahkah kamu tiba-tiba kaget karena mendapat notifikasi tagihan listrik yang nominalnya tak biasa alias membengkak? Padahal kamu sendiri merasa pemakaian listrik di rumah biasa saja. Tapi, kalau kamu atau penghuni rumah lainnya selalu menyalakan AC dengan suhu terendah, kebiasaan tersebut ternyata sangat berpengaruh ke tagihan listrik.

Apalagi jika sampai menggunakan beberapa alat elektronik dalam waktu bersamaan, tentu saja tagihan listriknya bisa makin membengkak. Selain itu, ada kebiasaan lainnya yang menurut kamu sepele tapi sebenarnya bisa menjadi penyebab tagihan listrik membengkak. 

Lantas, apa saja, ya? Lebih lengkapnya, Popmama.com akan membagikan informasi seputar penyebab tagihan listrik membengkak.

Yuk, ketahui lebih dalam!

Deretan Penyebab Tagihan Listrik Membengkak

1. Lampu terus menyala

Magnific/valentinlacoste

Siapa yang suka kebiasaan membiarkan lampu terus menyala padahal ruangannya tidak dipakai sama sekali? Segera tinggalkan kebiasaan ini, ya.

Walau rasanya sepele, lampu yang terus menyala apalagi sampai setiap hari dapat menyebabkan konsumsi listrik yang terbuang terakumulasi menjadi cukup besar dalam satu bulan. Akibatnya, kamu kaget karena tagihan listriknya begitu mahal.

Agar tidak terus membengkak, gantilah lampu konvensional dengan lampu LED hemat energi. Jangan lupa juga untuk membiasakan mematikan lampu saat tidak diperlukan agar membantu mengurangi penggunaan listrik dalam rumah secara signifikan. 

2. AC nyala sepanjang hari

Magnific/lifeforstock

Kalau suasana kamar sedang panas-panasnya dan kamu jadi kegerahan, solusinya sudah tentu menyalakan AC. Namun, jangan gunakan AC sepanjang hari, ya. Apalagi kalau sampai dinyalakan setiap hari dan diatur ke suhu yang paling rendah. Semakin lama AC bekerja, semakin besar pula energi listrik yang dibutuhkan.

Selain itu, kebiasaan membuka pintu atau jendela saat AC masih menyala juga dapat membuat mesin bekerja lebih keras untuk menjaga suhu ruangan. Akibatnya, konsumsi listrik meningkat dan biaya tagihan bulanan ikut membengkak.

3. Penggunaan elektronik secara bersamaan

Pexels/karola-g

Apabila kamu dan beberapa penghuni rumah lainnya menyalakan berbagai perangkat elektronik berdaya besar secara bersamaan, seperti AC, mesin cuci, setrika, oven listrik, dan water heater, hal ini dapat membuat konsumsi listrik meningkat drastis.

Meski tak selalu memengaruhi tarif per kWh, penggunaan alat berdaya tinggi dalam waktu yang bersamaan akan membuat total energi yang dipakai menjadi lebih besar, akibatnya tagihan listrik pun ikut membengkak.

4. Perangkat elektronik dalam mode standby

Freepik

Banyak orang mengira perangkat elektronik yang dimatikan melalui remot tidak lagi menggunakan listrik. Namun, siapa sangka kalau perangkat elektronik seperti televisi, speaker, komputer, hingga microwave yang masih berada dalam mode standby ternyata tetap mengonsumsi daya.

Konsumsi listrik dari mode standby memang relatif kecil, tetapi kalau terjadi terus-menerus selama 24 jam setiap hari, jumlah energi yang terpakai akan semakin besar dan berdampak pada tagihan listrik bulanan.

5. Kebiasaan charger perangkat terlalu lama

Freepik

Meninggalkan charger ponsel, laptop, atau perangkat elektronik lainnya tetap terhubung ke stop kontak meski baterai sudah penuh rupanya dapat menyebabkan konsumsi listrik yang tidak perlu. Beberapa adaptor masih menggunakan daya meski perangkat sudah selesai diisi.

Meskipun jumlah listrik yang terpakai tidak sebesar alat elektronik berdaya tinggi, kebiasaan ini jika dilakukan terus-menerus pada banyak perangkat tetap berkontribusi terhadap meningkatnya konsumsi listrik di rumah. Maka dari itu, biasakan selalu mencabut charger usai digunakan agar jadi lebih hemat.

6. Kulkas tidak terawat dengan baik

Pexels/kevin-malik

Kulkas merupakan salah satu peralatan rumah tangga yang bekerja tanpa henti selama 24 jam. Kalau kamu sering buka-tutup pintunya atau malah karetnya sudah longgar, mesin kompresor akan bekerja lebih keras untuk menjaga suhu tetap dingin.

Selain itu, penumpukan bunga es dan kondensor yang kotor juga membuat efisiensi kulkas menurun. Kondisi tersebut menyebabkan konsumsi listrik meningkat dibandingkan kulkas yang dirawat rutin.

7. Keseringan menggunakan mesin cuci

Freepik

Mencuci pakaian dalam jumlah sedikit tetapi dilakukan berkali-kali dalam seminggu bisa membuat mesin cuci lebih sering beroperasi. Hal ini menyebabkan konsumsi listrik menjadi lebih tinggi dibandingkan mencuci sekaligus dalam kapasitas yang sesuai.

Penggunaan fitur pengering dengan durasi panjang pun membutuhkan daya listrik yang cukup besar. Oleh karena itu, penggunaan mesin cuci secara efisien dapat membantu menekan biaya listrik bulanan.

8. Penggunaan pompa air yang tidak efisien

Freepik

Pompa air yang sering menyala karena adanya kebocoran pada pipa atau tandon yang bermasalah akan mengonsumsi listrik lebih banyak. Semakin sering pompa bekerja, semakin besar pula energi yang digunakan.

Untuk membantu mengurangi frekuensi kerja mesin dan menekan tagihan listrik, pastikan tidak ada kebocoran pada sistem distribusi air serta lakukan perawatan rutin pada pompa airnya, ya.

Itulah informasi seputar penyebab tagihan listrik membengkak. Kalau kamu sadar tagihan listriknya melonjak drastis, ke depannya penting untuk lebih bijak dalam mengatur energi yang dikeluarkan. Lebih baiknya lagi, hindari pemborosan listrik karena bukan hanya menghemat isi dompet, tetapi juga energi bumi.

Curated For You

Editorial Team

Related Article