Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Asal Usul Hari Valentine, Kisah Sejarah yang Jadi Tradisi Cinta
Pexels/alleksana
  • Hari Valentine berawal dari kisah Santo Valentine yang memperjuangkan cinta.

  • Perayaan ini diyakini terkait dengan Festival tradisi Romawi kuno untuk kesuburan dan keberuntungan.

  • Makna romantis Hari Valentine yang memicu tradisi surat cinta dan kartu ucapan yang berkembang hingga kini di berbagai negara.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Hari Valentine yang diperingati setiap 14 Februari identik dengan bunga, cokelat, dan ungkapan kasih sayang. Namun, sebelum menjadi momen romantis seperti sekarang, Valentine memiliki sejarah panjang yang dipenuhi legenda, tradisi kuno, pengaruh budaya dan agama.

Berbagai versi mengenai asal usul Valentine berkembang selama berabad-abad, menjadikan momen hari kasih sayang ini sebagai salah satu perayaan paling menarik untuk ditelusuri.

Berikut Popmama.com membagikan beberapa fakta sejarah di balik asal usul Hari Valentine.

Yuk, disimak!

1. Berawal dari sosok Santo Valentine yang dianggap membela cinta

Pexels/Anna Tarazevich

Salah satu kisah paling populer menyebutkan bahwa Hari Valentine berasal dari Santo Valentine, seorang imam yang hidup pada abad ke-3 di Kekaisaran Romawi. Keberaniannya memperjuangkan cinta dan pernikahan, membuatnya dikenang hingga menjadi simbol kasih sayang.

Saat itu, Kaisar Claudius II melarang para laki-laki muda untuk menikah karena menganggap mereka akan menjadi prajurit yang lebih baik jika tidak memiliki keluarga.

Namun, Santo Valentine menentang kebijakan tersebut dengan tetap menikahkan pasangan secara diam-diam. Ketika aksinya diketahui, ia dipenjara dan akhirnya dihukum mati pada 14 Februari sekitar tahun 269 Masehi.

2. Dipercaya berhubungan dengan Festival Lupercalia

Pexels/Leva Brinkmane

Sejumlah sejarawan juga meyakini bahwa Hari Valentine memiliki kaitan dengan Lupercalia, festival yang dirayakan masyarakat Romawi setiap pertengahan Februari.

Dilansir dari sumber National Geographic, festival ini merupakan tradisi kuno yang bertujuan memohon kesuburan, kesehatan, dan keberuntungan bagi masyarakat.

Seiring berjalannya waktu, Gereja Katolik diyakini menggantikan perayaan Lupercalia dengan peringatan Santo Valentine sebagai upaya menghapus tradisi pagan. Seiring waktu, makna tersebut perlahan berubah menjadi perayaan kasih sayang yang dikenal hingga sekarang.

3. Menjadi simbol romantis akibat pengaruh sastra abad pertengahan

Pexels/Gustavo Fring

Hari Valentine mulai identik dengan cinta romantis pada abad ke-14. Penyair asal Inggris, Geoffrey Chaucer, menjadi salah satu tokoh yang dianggap berperan besar melalui karya puisinya Parliament of Fowls mengenai surat cinta.

Dalam karya tersebut, tanggal 14 Februari dikaitkan dengan musim burung mencari pasangan. Sejak saat itu, tradisi saling mengirim surat cinta, puisi, hingga kartu ucapan mulai berkembang di kalangan bangsawan Eropa.

Kini, Hari Valentine semakin populer di berbagai negara dan tidak hanya dirayakan oleh pasangan, tetapi juga menjadi momen untuk mengungkapkan kasih sayang kepada keluarga, sahabat, maupun orang-orang terdekat.

Dari ketiga sejarah tersebut, mana yang paling membuatmu penasaran?

Curated For You

Editorial Team

Related Article