Di tengah tren coffee shop modern yang semakin menjamur, resto kopitiam autentik asal Malaysia ini hadir di Jakarta membawa resep turun-temurun keluarga.
Kopitiam Malaysia dengan Resep Autentik Sejak 1950 Hadir di Jakarta

- Nyonya & Sons, kopitiam autentik asal Malaysia dengan resep keluarga Phun sejak 1950, resmi hadir di Jakarta membawa cita rasa dan budaya Penang.
- Resto ini menghadirkan pengalaman kuliner khas kopitiam dengan bahan, dekorasi, dan koki yang didatangkan langsung dari Malaysia untuk menjaga keaslian tradisi.
- Menu seperti Nasi Lemak Ayam Goreng Berempah disesuaikan dengan selera lokal Indonesia tanpa menghilangkan cita rasa autentik yang diwariskan lintas generasi.
Mengembalikan kejayaan kopitiam yang kerap jadi opsi tempat nongkrong andalan di ibukota, Nyonya & Sons mengusung konsep autentik dengan tradisi dan budaya kopitiam dari Malaysia.
Berbagai menu yang hidangkan bukan sekadar memanjakan lidah, tetapi juga menjadi sarana pengenalan budaya serumpun. Tradisi yang diangkat pada resto ini juga berasal dari kebiasaan keluarga Phun yang sudah diwariskan hingga generasi keempat.
Sejak tahun 1950, resep kopitiam keluarga asal Penang diwariskan dengan konsisten hingga akhirnya dapat dinikmati di Jakarta.
Lebih lanjut, berikut Popmama.com telah merangkum informasi seputar kopitiam Malaysia dengan resep autentik sejak 1950 hadir di Jakarta!
Table of Content
Hadirkan Konsep Autentik dengan Resep Keluarga dari Penang

Konsep yang hadir pada Nyonya & Sons bukan hanya mengusung restoran belaka, tetapi juga membawa resep dan budaya yang dilakukan turun-temurun dari keluarga Phun yang berasal dari Penang, Malaysia.
“Kita sangat tertarik untuk membawa budaya kopitiam ini, bukan hanya dari segi makanannya, tapi dari segi identitas, apa itu kopitiam. Ini lebih dari sekadar bisnis, ini lebih dari sebuah resto, ini merupakan orang-orang dan budaya yang kita ingin bawa ke sini,” ungkap Francessco Chandra, owner Nyonya & Sons Jakarta, Jumat (10/7/26).
Resep dan konsep yang dibawa pada kopitiam ini berasal dari keluarga Phun Jun Jee (JJ), entrepreneur asal Malaysia yang juga generasi keempat yang menjalankan bisnis Kluang Station. Ia mengembangkan resep keluarga yang tetap dipertahankan sejak 1950 hingga saat ini.
“Kita percepatkan proses untuk menyajikannya, dulu mungkin pakai kayu api untuk memasak, sekarang pakai gas. Kita mencoba untuk menyajikan rasanya tetap sama, seperti yang telah kita lakukan untuk banyak generasi,” tutur Phun Jun Jee, Jumat (10/7/26).
Bukan Sekadar Makanan, Tapi Membawa Budaya dari Asalnya

Berawal dari pengalamannya yang belum menemukan kopitiam autentik di tanah air, Francessco tertarik dengan konsep kedai milik JJ yang orisinil di Malaysia. Ketimbang mengajak masyarakat Indonesia jauh-jauh terbang, pengalaman kuliner ini akhirnya dihadirkan secara langsung di Jakarta.
“Ini memperluas sebuah budaya yang sangat dekat ke hati dan sangat dekat ke kreativitas keluarga dia. Saya ingin membawa pengalaman kopitiam yang sebenarnya,” kata Francessco.
Kopitiam ini juga membawa budaya dan kebiasaan masyarakat Malaysia yang autentik. Selain resep, berbagai elemen pendukung seperti dekorasi, bahan makanan, bahkan koki utama juga didatangkan langsung dari Malaysia.
Selain menghadirkan menu-menu khas kopitiam seperti nasi lemak atau minuman cham yang populer, resto ini juga menghadirkan minuman Milo yang bahannya didatangkan langsung dari Malaysia, sedikit berbeda dengan yang kebanyakan beredar di Indonesia agar lebih khas.
Cita Rasa Dikembangkan Sesuai Lidah Masyarakat Indonesia

Untuk masuk ke pasar Indonesia, kopitiam yang dibawa oleh JJ tetap disesuaikan dengan selera lokal. Misalnya menu Nasi Lemak Ayam Goreng Berempah yang jadi signature menu, cita rasanya tetap disesuaikan dengan preferensi mayoritas konsumen.
“Seperti nasi lemak, dia punya taste lokal sesuai dengan pasar Indonesia. Mungkin kita punya tidak terlalu pedas, tapi kita punya pilihan lebih pedas jika pasar Indonesia mau,” kata JJ.
Ia juga mengungkapkan bahwa konsep yang dibawa secara turun-temurun dari keluarga tentu semakin ditingkatkan untuk efisiensi waktu masak. Pengalaman makan di kopitiam juga ditingkatkan dari konsep kedai kecil menjadi resto yang dapat dijangkau banyak orang.
“Kita menaikkan taraf pengalaman makan, karena kopitiam dulu tidak ada icon, tidak ada di dalam mall, tidak ada sofa, hanya di kedai kecil,” pungkas JJ.
Diketahui Nyonya & Sons membuka gerai pertamanya di Cilandak Town Square, Jakarta Selatan dengan nuansa resto kopitiam klasik, lengkap dengan menu khas yang disajikan secara turun-temurun.
Demikian penjelasan seputar kopitiam Malaysia dengan resep autentik sejak 1950 hadir di Jakarta!





















