Popmama.com/Niko Abdullah Dahuri
Adryanto Pratono selaku CEO JUNI Records menegaskan bahwa meskipun konsepnya terdengar santai atau "katro", proses pengerjaannya dilakukan dengan sangat serius dan profesional.
Untuk pertama kalinya, Bernadya menggunakan jasa vocal director untuk memastikan emosi dalam setiap lirik tersampaikan dengan sempurna, serta melakukan sesi foto khusus di Jepang untuk menangkap estetika yang diinginkan.
Adryanto Pratono menceritakan bagaimana pihak label mendukung visi unik Bernadya ini.
"Mencari benang merah musiknya memang yang paling lama, tetapi kami ingin hasil yang maksimal. Kami bahkan melibatkan tim kreatif lokal di Jepang untuk sesi fotonya agar mendapatkan POV yang berbeda. Kami ingin musik yang Bernadya sebut 'katro' itu tetap dikemas secara estetis dan berkualitas tinggi untuk pendengar," jelas Adryanto Pratono.
Wah, jadi makin nggak sabar menunggu bulan Juli untuk mendengarkan album penuhnya.
Sepertinya Bernadya akan memberikan kejutan yang benar-benar berbeda dari sebelumnya. Bagaimana menurut Mama, apakah tertarik dengan perubahan visual Bernadya yang kini lebih berwarna?
Siapa produser di balik single terbaru Bernadya ini? | Bernadya kembali menggandeng Petra Sihombing sebagai produser musik. Petra dipilih karena ia juga yang menggarap lagu penutup di album pertama Bernadya, sehingga ia dianggap paling paham bagaimana menjaga "benang merah" transisi musik Bernadya ke arah yang baru. |
Seperti apa detail estetika visual yang diusung dalam era baru ini? | Konsep visualnya mengusung vibes "Sore Hari". Visual ini dirancang agar terlihat seperti foto-foto lama yang terkena paparan sinar matahari sore, seolah memberikan kesan yang hangat, nostalgia, namun tetap terasa segar dan modern. |
Mengapa Bernadya meminta elemen musik yang terdengar "katro"? | Permintaan musik "katro" ini sempat membuat produser kebingungan, namun Bernadya sengaja memintanya sebagai bentuk eksperimen baru. Ia ingin musiknya terdengar unik, jujur, dan tidak terlalu "terpoles" sempurna agar terasa lebih dekat dengan pendengarnya. |