Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
Broken Strings Karya Aurelie Moeremans Diincar Banyak Rumah Produksi
Instagram.com/aurelie

Intinya sih...

  • Aurelie Moeremans berharap Broken Strings dapat diangkat menjadi film atau serial agar pesan di dalamnya memberikan dampak yang lebih luas kepada masyarakat.

  • Buku tersebut langsung dilirik oleh berbagai rumah produksi, termasuk salah satu rumah produksi besar yang tidak ia sangka sebelumnya.

  • Pertama kalinya Aurelie Moeremans menerima banyak tawaran kerja sama dari berbagai rumah produksi secara bersamaan berkat karya tulisnya tersebut.

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Buku Broken Strings: Fragments of a Stolen Youth karya Aurelie Moeremans mendadak viral karena keberaniannya membongkar rahasia masa lalu. Dalam bukunya, ia menceritakan secara mendalam pengalaman pahit sebagai korban child grooming di usia remaja, sebuah sisi kehidupan pribadi yang sebelumnya tidak pernah terendus oleh masyarakat luas.

Buku ini banyak diperbincangkan oleh warganet. Bahkan, buku ini sudah mencapai jutaan pembaca. Para pembaca ramai-ramai memberikan semangat karena mereka merasa terenyuh melihat betapa beratnya perjalanan hidup yang sudah dilalui Aurelie Moeremans.

Menariknya, Broken Strings bukan hanya dilirik oleh warganet saja, melainkan juga rumah produksi. Lewat karyanya itu, banyak rumah produksi yang ingin mengangkatnya ke layar lebar, seperti yang diungkapkan Aurelie dalam Instagram pribadinya. Bagaimana tanggapan Aurelie, ya?

Berikut Popmama.com akan membagikan informasi seputar Broken Strings karya Aurelie Moeremans diincar banyak rumah produksi.

Yuk, dilihat tanggapannya!

1. Aurelie berharap bukunya bisa diadaptasi menjadi film atau serial

Instagram.com/aurelie

Dalam channel yang dibuat Aurelie Moeremans di Instagram pribadinya dengan nama “Broken Strings Circle” itu, ia membagikan sebuah respons dari salah satu followers-nya yang meminta supaya buku karyanya itu bisa dijadikan film.

Aurelie pun ikut memberikan tanggapan dari followers-nya itu, di mana dirinya pun berharap bukunya bisa diadaptasikan menjadi sebuah film atau serial.

Dengan begitu, isi pesan dalam karyanya pun bisa memberikan dampak luas kepada masyarakat. Bahkan, Aurelie sampai memberikan kode eksistensi buku ini kepada seluruh sutradara atau produser.

“Aku sih senang banget kalau suatu hari Broken Strings bisa diadaptasi jadi film atau limited series, biar impact-nya bisa lebih luas. Kira-kira siapa ya, sutradara atau producer yang paling pas? Tolong bantu bikin mereka aware kalau buku ini ada ya!” tulis Aurelie dalam channel Instagram pribadinya pada Sabtu (10/1/2026).

2. Mulai dilirik oleh banyak rumah produksi

Instagram.com/aurelie

Sehari kemudian usai Aurelie Moeremans menginginkan karyanya itu kalau bisa diadaptasi menjadi sebuah film atau limited series, ia langsung mengumumkan bahwa Broken Strings dilirik oleh beragam rumah produksi.

Bahkan, Aurelie sampai terkejut kalau salah satu dari beberapa rumah produksi itu ada yang tidak disangka-sangka oleh dirinya sendiri. Ia mengakui kalau dirinya betul-betul antusias ketika mendapatkan kabar gembira tersebut.

“Ada beberapa PH yang tertarik. Ada satu yang aku nggak sangka-sangka! Can’t spill yet. Takut jinx it. Tapi aku excited banget, doain lancar!” ungkap Aurelie pada Minggu (11/1/2026).

3. Pertama kalinya diincar oleh banyak rumah produksi karena karyanya

Instagram.com/aurelie

Ketika buku Broken Strings viral dan sampai menjadi incaran banyak rumah produksi, Aurelie Moeremans sampai mempertanyakan apakah dirinya harus cemburu dengan karyanya sendiri.

Sebab, ini pertama kalinya bagi Aurelie mendapatkan tawaran dari banyaknya rumah produksi agar karyanya itu bisa diadaptasi ke layar kaca Indonesia.

“Apa aku harus cemburu sama buku aku ya? First time in my life sebanyak ini production houses ngejari di waktu yang sama. And it’s not even for me, it’s for Broken Strings,” ujarnya.

4. Broken Strings tentang memoar dari Aurelie Moeremans

Instagram.com/aurelie

Melalui Broken Strings, Aurelie Moeremans berbagi kisah hidupnya yang emosional dan penuh trauma, mulai dari perundungan yang ia alami di Belgia hingga jeratan manipulasi dalam hubungan saat dirinya sudah di Indonesia. 

Ia menegaskan bahwa buku ini disusun dari perspektif korban, dengan komitmen penuh untuk tidak memperindah atau meromantisasi segala bentuk kekerasan yang terjadi.

“Buku ini adalah kisah nyata tentang aku. Tentang bagaimana aku di-grooming waktu umur 15 tahun oleh seseorang yang usianya hampir dua kali umur aku. Tentang manipulasi, kontrol, dan proses pelan-pelan belajar menyelamatkan diri sendiri. Ditulis tanpa romantisasi, dari sudut pandang korban,” tulis Aurelie di reels Instagram pribadinya.

Dalam buku Broken Strings, Aurelie mengakui dirinya menjadi korban child grooming. Ia mengungkapkan bahwa saat baru memulai karier sebagai artis di usia 15 tahun, seorang laki-laki dewasa berusia 29 tahun bernama Bobby (nama samaran) mendekatinya hingga akhirnya resmi berpacaran.

Awal pertemuannya dengan Bobby dikenang dengan begitu indah. Sosok Bobby yang ia temui di lokasi syuting dipandang sebagai laki-laki menawan, humoris, dan memiliki daya pikat luar biasa yang mampu menarik perhatian banyak orang di sekitarnya.

Ketika hendak mendekati Aurelie, Bobby sangat memanjakannya dengan perhatian tanpa henti, seperti setia menunggu di lokasi syuting dan mengantar jemput keluarganya. Sayangnya, sikap manis itu berubah drastis menjadi perilaku posesif dan mengekang begitu mereka resmi berpacaran.

Selama bertahun-tahun, Aurelie terjebak dalam hubungan yang penuh manipulasi, kontrol ketat, serta kekerasan fisik dan seksual yang meninggalkan trauma mendalam.

5. Bukunya dibagikan dalam bentuk digital secara gratis

Instagram.com/aurelie

Aurelie Moeremans membagikan buku Broken Strings dengan dua versi bahasa, yakni bahasa Indonesia dan Inggris, secara gratis dalam bentuk digital (PDF) lewat tautan di profil Instagram miliknya.

Keputusannya dalam membuat buku tersebut bukan semata-mata untuk mencari profit, melainkan murni dilakukannya sebagai langkah edukasi publik terkait risiko grooming serta hubungan toxic.

Proses pengerjaan buku ini dilakukan Aurelie hampir sepenuhnya sendirian, mencakup penulisan, penyuntingan, hingga perancangan sampul. Keputusan untuk pengerjaan secara mandiri ini diambil usai sebelumnya ia kurang mendapat tanggapan positif dari sejumlah penerbit.

6. Bukunya akan hadir dalam versi cetak

Instagram.com/oharabooks

Kisah Broken Strings yang sukses mencuri perhatian banyak warganet itu akhirnya viral di jagat media Indonesia. Buku yang sudah hadir duluan dalam versi digital itu kabarnya akan hadir dalam versi cetak. Versi cetak ini nantinya akan diterbitkan oleh penerbit Ohara Books.

“Halo teman-teman. Buku ‘Broken Strings’ karya @aurelie tak lama lagi dapat kamu genggam secara langsung untuk kamu baca di kamar, sekolah, kampus, cafe, atau di mana saja,” tulis Ohara Books dalam akun Instagram resminya.

Tak hanya sekadar tulisan, nantinya kisah pribadi Aurelie Moeremans ini juga akan menampilkan berbagai ilustrasi penuh warna agar kisahnya semakin hidup. Naskah dalam bukunya pun sudah disunting agar semakin enak ketika dibaca.

“Di dalam buku ini juga akan ada ilustrasi-ilustrasi penuh warna dari @tea.with.ami untuk semakin menghidupkan kisah dari penulis. Demi menyajikan pengalaman membaca yang terbaik, naskah buku versi hard cover ini juga disunting oleh @balqisnab , dengan tetap menjaga ruh dari penulisnya dalam setiap huruf demi huruf,” sambungnya.

Bagi Mama yang ingin membaca versi cetak dari Broken Strings, bulan ini penerbit Ohara Books sedang open pre-order, ya. Cukup menuliskan komentar “MAU” di unggahannya, penerbit akan memberikan informasi dan tautan pembelian bukunya melalui DM ketika masa pemesanannya telah resmi dibuka.

Itulah informasi seputar Broken Strings karya Aurelie Moeremans diincar banyak rumah produksi. Walau Aurelie sendiri belum mengumumkan rumah produksi yang dimaksud, tetapi semoga prosesnya bisa berjalan lancar dan hasilnya bisa memenuhi ekspektasi Aurelie, ya.

FAQ Buku Broken Strings

Apa kisah dari buku Broken Strings?

Broken Strings: Fragments of a Stolen Youth adalah memoar karya Aurelie Moeremans yang menceritakan pengalaman pribadinya sebagai korban child grooming, manipulasi emosional, kekerasan fisik, dan seksual sejak usia 15 tahun oleh seorang laki-laki yang disamarkan sebagai “Bobby”.

Apa isi dan tema utama dari buku Broken Strings?

Buku Broken Strings mengisahkan tentang perjalanan Aurelie Moeremans dari masa kanak-kanak pemalu di Belgia, pertemuan dengan Bobby yang awalnya tampak perhatian, hingga pola grooming, mulai dari isolasi, gaslighting, kontrol total, dan kekerasan. Bagian akhir fokus pada proses pemulihan, dukungan keluarga, dan pembebasan diri dari trauma. Tema utama mencakup kekerasan berbasis relasi kuasa, penyembuhan, dan memberi suara bagi korban.

Apa saja bahasa yang tersedia di buku Broken Strings?

Buku Broken Strings dengan tebal 220 halaman ini menyediakan dua versi bahasa, yakni Indonesia dan Inggris.

Editorial Team