10 Hal Sensitif di Buku Broken Strings Karya Aurelie Moeremans

- Manipulasi emosional oleh mantan kekasih Aurelie Moeremans terungkap dalam buku Broken Strings.
- Bobby menguasai hampir seluruh aspek kehidupan Aurelie Moeremans, termasuk karier dan lingkungan pertemanan.
- Aurelie Moeremans mengalami pemaksaan hubungan intim, pengancaman, kekerasan seksual, tekanan psikologis, dan grooming dari Bobby.
Buku Broken Strings karya Aurelie Moeremans belakangan ini sedang ramai diperbincangkan oleh warganet. Buku ini ditulis Aurelie berdasarkan pengalaman pahitnya di masa kecil.
Mirisnya, kisah nyata yang dialami Aurelie semasa remaja itu memuat pengalaman dirinya dimanipulasi, dilecehkan, hingga mendapatkan kekerasan baik fisik maupun psikologis oleh mantan kekasihnya. Mengingat isinya yang sangat sensitif, Aurelie telah menyematkan trigger warning di awal lembaran bukunya agar pembaca dapat mempersiapkan diri secara mental.
Berikut Popmama.com siap membahas beberapa hal sensitif di buku Broken Strings karya Aurelie Moeremans.
Kumpulan Hal Sensitif di Buku Broken Strings Karya Aurelie Moeremans
1. Manipulasi emosional

Melalui tulisannya, Aurelie Moeremans menjelaskan secara detail bagaimana sosok Bobby menggunakan berbagai cara untuk memanipulasi sekaligus mengendalikan emosinya.
Kala itu, usia Aurelie masih 15 tahun. Ia tidak menyadari bahwa yang dilakukan kekasihnya tersebut adalah bentuk manipulasi. Beberapa strategi yang digunakan berupa gaslighting, memisahkannya dari keluarga, serta permainan psikologis yang membuat Aurelie merasa tidak percaya diri dan bergantung sepenuhnya kepadanya.
2. Pola kontrol yang berlebihan

Tak hanya manipulasi, sosok Bobby juga digambarkan sebagai kekasih yang menguasai hampir seluruh aspek kehidupan Aurelie Moeremans. Mulai dari karier, pikiran, hingga lingkungan pertemanan Aurelie dikuasai oleh Bobby.
Apa pun yang berkaitan dengan Aurelie, harus diketahui oleh pasangan toksiknya tersebut. Bobby dengan mudahnya membuat seluruh hidup yang dijalani Aurelie bergantung padanya.
3. Pemaksaan sejak masih kecil

Aurelie Moeremans menceritakan pengalaman pahit yang dialaminya di masa remaja ketika masih menjalin kasih dengan Bobby. Salah satu pemaksaan yang dialami Aurelie, yakni ketika Bobby mengajaknya untuk berhubungan intim.
Sejak awal, Aurelie sudah memperingatkan bahwa dirinya memegang teguh pendirian untuk melakukan hubungan intim setelah menikah. Namun, Bobby terus memaksanya hingga Aurelie tidak punya kontrol atas kemauannya.
4. Pengancaman terus-menerus

Terdapat titik di mana Aurelie Moeremans memberanikan diri untuk mengakhiri hubungannya dengan Bobby. Namun, Bobby justru memberikan ancaman bahwa dirinya akan mengakhiri hidup jika hubungan mereka berakhir saat itu.
Dikarenakan merasa bersalah, Aurelie berujung mengurungkan niatnya untuk memutuskan hubungan dari Bobby. Pengancaman yang dialami tidak sampai di situ saja.
Bobby kerap mengancam untuk menyebarkan foto pribadi setiap Aurelie tidak mau menuruti kehendaknya.
5. Kekerasan seksual

Ini menjadi salah satu aspek paling sensitif dalam buku Broken Strings. Aurelie Moeremans menuliskan pengalaman bagaimana dirinya beberapa kali mengalami kekerasan seksual.
Bahkan, pengalaman pertama yang dilaluinya dilakukan tanpa adanya persetujuan atas dirinya. Kala itu, Aurel terlalu muda untuk menyadari bahwa apa yang dilakukan Bobby termasuk kategori pelecehan dan kekerasan seksual.
6. Mengalami tekanan psikologis sejak kecil

Sejak menjalin hubungan dengan Bobby, Aurelie Moeremans mengakui dirinya menjadi lebih pendiam dari sebelumnya. Ia bahkan banyak menangis akibat hubungan toksik yang dijalaninya bersama Bobby.
Tekanan psikologis yang dialami membuat dirinya hilang kendali atas hidupnya sendiri. Aurelie merasa kesulitan dalam menetapkan batasan pribadi akibat rasa aman yang dirampas oleh Bobby.
7. Adanya kekerasan fisik

Walau tidak digambarkan secara gamblang, memoar yang ditulis Aurelie Moeremans menyertakan pengakuannya tentang pengalaman kekerasan fisik di masa lalu.
Tak hanya sekali dua kali, kekerasan fisik tersebut terus menghantamnya hingga meninggalkan bekas fisik. Sayangnya, kala itu Aurelie merasa tidak punya power untuk melindungi dirinya sendiri dari kekerasan.
8. Grooming

Satu hal lainnya yang membuat buku Broken Strings terbilang sensitif yakni adanya pengalaman grooming oleh Bobby. Pasalnya, Aurelie Moeremans yang masih berusia 15 tahun kala itu menjalin hubungan dengan Bobby, lelaki yang telah menginjak usia kepala tiga.
Ia menguraikan bagaimana cara Bobby sebagai sosok dewasa, secara sistematis membangun kepercayaan dengan Aurelie beserta keluarganya.
Bobby dengan percaya diri terus berusaha mendekati Aurelie, hingga berujung mengeksploitasinya secara emosional
9. Isolasi oleh pasangan

Aurelie Moeremans menceritakan bagaimana isolasi menjadi bagian dari strategi grooming yang dilakukan Bobby terhadap dirinya di masa kecil. Bobby secara bertahap membatasi interaksi sosial Aurelie.
Bobby dengan tega mengisolasi Aurelie dari lingkungan sekitar untuk memudahkan manipulasi emosional. Isolasi yang dilakukan juga mencakup pengendalian cara berpakaian hingga pembatasan hubungan dengan orang lain.
Melalui isolasi dan tekanan psikologis, Aurelie akhirnya dipaksa untuk melakukan pernikahan rahasia, yang kemudian terbukti tidak sah, saat Aurelie berusia 18 tahun.
10. Trauma masa kecil yang tertanam hingga dewasa

Secara keseluruhan, cerita berpusat pada bagaimana pengalaman traumatis yang dituangkan Aurelie Moeremans pada buku Broken Strings merampas masa remajanya. Ia kehilangan masa kecil dan justru mendapatkan luka yang tertanam hingga dewasa.
Beruntung, kini Aurelie sudah berdamai dengan masa kecilnya. Buku ditulus bukan untuk membuka luka lama, melainkan untuk memeluk ‘Aurelie lain’ di luar sana yang kemungkinan juga mengalami hal serupa dengannya.
Demikian beberapa hal sensitif di buku Broken Strings karya Aurelie Moeremans. Bagi Mama yang ingin membacanya, buku dapat diakses melalui tautan di Instagram @aurelie.


















