Setelah merefleksikan perjalanan rumah tangganya, Daniel Mananta mengaku bersyukur karena dirinya dan Viola lebih mengarah pada pandangan yang ia yakini tersebut. Ia bahkan merasa 15 tahun pernikahan membuatnya semakin jatuh cinta sekaligus terdorong untuk menjadi pribadi yang lebih menyerupai Kristus.
“Setelah gue refleksikan, wow, gue bersyukur banget kita lebih mengarah ke Alkitabiah. 15 tahun terakhir ini gue benar-benar semakin jatuh cinta dan ingin menjadi seperti Kristus karena bantuan dan dorongan dari Viola di hidup gue,” ujar Daniel.
Bagi Daniel, Viola bukan hanya pasangan hidup, tetapi juga sosok yang memberikan bantuan dan dorongan dalam perjalanan kehidupannya. Ia pun menutup refleksinya dengan ungkapan cinta dan rasa syukur kepada Tuhan atas kehadiran sang istri.
“Just grateful and feel so blessed having the best gift yang Tuhan beri di hidup gue, seorang penolong yang sepadan. I love you Viola Mananta! Praise be to God in the highest!” tutup Daniel.
Refleksi Daniel di usia 15 tahun pernikahan menunjukkan bahwa perjalanan rumah tangga dapat menjadi proses untuk terus belajar memahami pasangan, menjalankan peran, dan bertumbuh bersama. Bagi Daniel, kehadiran Viola juga menjadi bagian penting yang membantunya berkembang sebagai suami dan pribadi.
Itulah rangkuman beberapa ungkapan Daniel Mananta tentang refleksi 15 tahun pernikahannya.
Perjalanan Daniel dan Viola mengingatkan bahwa rumah tangga yang bertahan lama bukan hanya tentang menjalankan peran masing-masing, tetapi juga tentang kesediaan untuk terus belajar, mendukung, dan mencintai satu sama lain.