5 Tanda Buah Digigit Kelelawar, Hindari yang Sudah Berlubang

- Gigitan kelelawar meninggalkan lubang yang lebar dan cekung, berbeda dengan patukan burung.
- Cakar kelelawar sering meninggalkan goresan kasar pada kulit buah saat mereka mencengkeramnya.
- Hindari memungut buah yang jatuh ke tanah dengan tanda basah air liur, karena berisiko tinggi menularkan virus.
Buah-buahan manis seperti mangga, jambu air, sawo, dan kelengkeng yang matang di pohon memang sangat menggoda. Namun, kita perlu ekstra hati-hati, karena aroma manis buah matang juga mengundang hewan liar, terutama kelelawar buah atau kalong.
Seperti yang kita ketahui, kelelawar merupakan inang alami bagi beberapa virus berbahaya, termasuk virus Nipah. Mengonsumsi buah sisa gigitan kelelawar sangat berisiko menularkan penyakit tersebut ke manusia.
Demi menjaga keluarga tetap aman, Popmama.com telah merangkum beberapa tanda buah yang telah digigit kelelawar.
Yuk, kenali tandanya dan buang buahnya!
Deretan Tanda Buah Digigit Kelelawar
1. Terdapat lubang gigitan yang cekung dan lebar

Tanda paling jelas terlihat dari bentuk gigitannya. Berbeda dengan ulat yang membuat lubang kecil atau burung yang mematuk berbentuk kerucut, gigitan kelelawar biasanya menciptakan lubang yang cukup besar, lebar, dan cekung ke dalam daging buah.
Kelelawar memiliki mulut yang relatif besar untuk ukuran buah. Mereka cenderung "mengeruk" daging buah saat menggigit, sehingga meninggalkan bekas seperti kawah yang tidak beraturan di permukaan buah.
Jika melihat buah dengan kondisi "ompong" seperti ini, segera singkirkan.
2. Adanya bekas tancapan dua taring

Terkadang, kelelawar tidak memakan buah sampai habis, melainkan hanya menggigitnya untuk mencicipi atau membawanya terbang.
Pada kasus ini, kita bisa melihat adanya dua lubang kecil yang agak dalam dan berjarak, yang merupakan bekas tancapan gigi taring mereka.
Jejak taring ini bisa terlihat samar jika buahnya berkulit tebal. Namun, sekecil apa pun lukanya, taring tersebut telah menembus kulit buah dan berpotensi memasukkan air liur yang mengandung virus ke dalam daging buah.
3. Goresan kuku atau cakar di kulit buah

Saat memakan buah di pohon, kelelawar sering kali harus bergelantungan atau mencengkeram buah tersebut agar tidak jatuh. Akibatnya, mereka meninggalkan jejak berupa goresan-goresan panjang atau sayatan di sekitar area gigitan atau di sisi buah lainnya.
Goresan kuku ini sering kali terlihat seperti baretan kasar yang merusak kulit buah. Adanya luka terbuka ini juga menjadi pintu masuk bagi bakteri dan kuman lain dari kaki kelelawar yang kotor, sehingga buah menjadi tidak higienis lagi.
4. Buah jatuh ke tanah dalam kondisi mentah atau setengah makan

Kelelawar termasuk hewan pemakan yang "berantakan". Mereka sering menjatuhkan buah saat sedang makan atau saat berebut dengan kelelawar lain. Jika menemukan buah yang jatuh di tanah (terutama di pagi hari) dengan kondisi yang masih terlihat bagus atau hanya rusak sedikit, sebaiknya jangan diambil.
Buah yang jatuh karena matang alami biasanya utuh dan empuk merata. Namun, buah yang jatuh akibat gangguan hewan biasanya memiliki memar benturan dan tanda-tanda fisik bekas serangan hewan.
Hindari memungut buah jatuh di bawah pohon besar yang rindang.
5. Tercium bau apek atau adanya lendir air liur

Tanda terakhir yang bisa kita periksa, yakni tekstur dan aromanya. Area bekas gigitan kelelawar sering kali masih terasa basah atau lengket karena sisa air liur (saliva). Ingat, air liur menjadi media utama penularan virus Nipah.
Selain itu, kelelawar memiliki bau tubuh yang khas (bau apek atau musky). Jika mencium buah dan tercium aroma hewan liar yang tidak wajar di sekitar area yang rusak, itu adalah indikasi kuat bahwa buah tersebut telah terkontaminasi.
Itulah beberapa tanda buah digigit kelelawar. Jangan mencoba memotong bagian yang digigit dan memakan sisanya, karena virus mungkin sudah menyebar ke bagian buah yang terlihat bersih.
FAQ Buah dan Kelelawar
| Apa bedanya bekas gigitan burung dan kelelawar? | Burung biasanya mematuk, meninggalkan lubang berbentuk kerucut tajam yang mengerucut ke dalam. Sedangkan kelelawar menggigit dan mengunyah, meninggalkan lubang yang lebih lebar, bergerigi, dan cekung seperti kawah. |
| Bolehkah memakan bagian buah yang tidak digigit? | Sangat tidak disarankan. Air liur kelelawar bisa meresap jauh ke dalam daging buah yang berair. Memotong bagian yang rusak tidak menjamin virusnya hilang. Lebih baik buang seluruh buah tersebut. |
| Buah apa saja yang disukai kelelawar? | Kelelawar buah menyukai buah yang beraroma kuat dan manis, seperti mangga, jambu air, sawo, kelengkeng, rambutan, dan pepaya matang. |

-WPjq5Yg4U4cqGOJLCg5FTmeQMmZlQs5Q.png)
















