Penting! 5 Alasan Suami Juga Harus Bantu Pekerjaan Rumah

Jangan ragu untuk meminta bantuan suami saat diperlukan saat membereskan rumah

11 Agustus 2020

Penting 5 Alasan Suami Juga Harus Bantu Pekerjaan Rumah
aptparenting.com

Pekerjaan rumah memang seakan tidak ada habisnya. Namun seringnya, pekerjaan ini diasosiasikan sebagai tugas istri. Padahal, tidak begitu, lho.

Jika dihuni bersama, maka kebersihan dan kenyamanan rumah jadi tanggung jawab bersama juga. 

Untuk itu, jangan ragu untuk meminta bantuan suami saat diperlukan saat membereskan rumah. Selain itu, ada hal lain yang tak kalah penting saat suami rutin membantu pekerjaan rumah. 

Disusun Popmama.com, inilah 5 alasan kenapa suami perlu membantu pekerjaan rumah.

1. Pekerjaan rumah adalah milik bersama

1. Pekerjaan rumah adalah milik bersama
Freepik/Zaikina

Saat tinggal bersama, maka rumah jadi tanggung jawab bersama. Hanya karena ada yang lebih sering ada di rumah, bukan berarti ia bertanggung jawab membereskan rumah. Hal inilah yang harus disadari di awal. 

Terlebih menurut budaya Timur, istri dianggap bertanggung jawab atas urusan rumah dan dapur. Sementara suami dianggap hanya berurusan dengan bekerja dan mencari nafkah saja. 

Padahal, anggapan ini bisa memicu ketimpangan dalam hubungan suami istri. Jika ingin adil, maka sebaiknya menjaga kebersihan dan merawat rumah adalah tanggung jawab istri dan tentu suami. 

Editors' Picks

2. Membentuk pribadi yang lebih bertanggung jawab

2. Membentuk pribadi lebih bertanggung jawab
Freepik/Yanalya

Apakah Mama sering merasa kesal dengan handuk basah di tempat tidur, atau baju kotor yang berserakan? Hal ini bisa diselesaikan jika Papa diajak terlibat dalam pekerjaan rumah. 

Semakin sering melakukan pekerjaan rumah, ia akan sadar letak barang-barang yang seharusnya. Selain itu, ia juga akan sadar bahwa pekerjaan rumah memang takkan ada habisnya.

Saat terbiasa membereskan rumah, maka ini bisa menumbuhkan rasa tanggung jawab yang lebih besar. Jangan heran jika Papa bisa lebih disiplin mengembalikan barang ke tempatnya, ya!

3. Sebagai pengingat bahwa istri bukanlah penanggung jawab pekerjaan rumah

3. Sebagai pengingat bahwa istri bukanlah penanggung jawab pekerjaan rumah
Freepik/drobotdean

Meski rumah dibeli oleh suami, bukan berarti ia boleh tak turut serta dalam urusan rumah tangga. 

Perlu diketahui bahwa pasangan bukanlah asisten rumah tangga. Bukan juga penanggung jawab utama dalam urusan pekerjaan rumah. 

Oleh karena itu, saat suami membantu pekerjaan rumah tangga, ini bisa jadi pengingat kembali peran utama seorang istri. 

4. Sebagai bentuk perhatian dan kasih sayang pada istri

4. Sebagai bentuk perhatian kasih sayang istri
Freepik/Luis_molinero

Bentuk cinta pasangan yang telah menikah bisa berupa dalam banyak bentuk. Tak melulu berbentuk bunga dan cokelat, tapi bisa dalam bentuk membantu pekerjaan rumah. 

Ini bisa jadi bentuk kasih sayang dan perhatian yang tulus pada istri. Saat Mama sedang sibuk, Papa dengan sukarela bertanya apa yang bisa dibantu olehnya. 

Hal ini bisa menghangatkan hubungan, meningkatkan kedekatan dan romantisme. Tak percaya, coba saja!

5. Menumbuhkan empati dengan pasangan

5. Menumbuhkan empati pasangan
Freepik

Semakin sering membantu pekerjaan rumah, suami akan sadar bahwa itu adalah kegiatan yang tak ada akhirnya. Terlebih jika ada anak balita, mereka akan terus membuat rumah butuh dibersihkan lagi dan lagi. 

Dengan membagi pekerjaan rumah, sang suami bisa lebih empati dengan istri. Ia akan sadar bahwa pekerjaan rumah yang dilakukan pasangannya cukup menyita waktu dan menguras tenaga. 

Sehingga ia bisa dengan sukarela menawarkan bantuan saat diperlukan. Tanpa terpaksa, tanpa basa-basi saja. 

Hal yang harus dinormalkan mulai sekarang adalah bahwa pekerjaan rumah itu baiknya dikerjakan bersama, bukan tugas salah satu orang saja. 

Dengan begitu, segala pekerjaan terasa lebih ringan, dan hubungan pun bisa lebih hangat. 

Baca juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.