Jangan Asal! Ini 7 Pertimbangan Sebelum Menikah dengan Duda Anak Satu

Segala bentuk kesiapan dalam membina rumah tangga perlu dilakukan dengan baik

7 Agustus 2020

Jangan Asal Ini 7 Pertimbangan Sebelum Menikah Duda Anak Satu
Freepik/a3pfamily

Menjatuhkan hati untuk menikah tentu menjadi kebebasan setiap orang, sekalipun jika kamu ingin menikah dengan seorang duda yang telah memiliki anak.

Menjalani hubungan pacaran hingga menikah dengan duda memang tidak ada salahnya apalagi jika ini telah menjadi pilihan yang terbaik. Sebagai perempuan, kamu pasti sudah memiliki pertimbangan tersendiri.

Namun, sebelum melangkah lebih jauh untuk membina sebuah hubungan rumah tangga perlu diingat bahwa ada anak dari pernikahan sebelumnya. Selain itu, demi memiliki hati yang lebih mantap untuk menikah dengan seorang duda anak satu sebisa mungkin perlu melihat beberapa pertimbangan terlebih dahulu. 

Segala bentuk kesiapan dalam membina rumah tangga perlu dilakukan dengan baik agar meminimalisir perselisihan serta keinginan untuk bercerai. 

Untuk Mama yang memiliki rencana lebih jauh dengan ingin menikah bersama seorang duda, kali ini Popmama.com telah merangkum beberapa pertimbangan yang bisa diterapkan. Semoga bisa bermanfaat untuk semakin memantapkan hati ya, Ma!

1. Bertanya kepada diri sendiri mengenai kesanggupan menerima anak dari pernikahan sebelumnya

1. Berta kepada diri sendiri mengenai kesanggupan menerima anak dari pernikahan sebelumnya
Freepik/freepic.diller

Saat berpacaran bersama seorang duda dengan satu anak, tentu akan memahami bahwa ia tidak hidup sendiri.

Bila memutuskan untuk menikah dan menjalani sebuah hubungan rumah tangga, maka perlu menerima seorang anak dari pernikahan pasangan yang sebelumnya. 

Sebelum melangkah lebih jauh, maka ada baiknya untuk membuat pertimbangkan kepada diri sendiri.

Cobalah untuk mengambil waktu, lalu berbicara dengan diri sendiri mengenai kesanggupan menerima anak orang lain jika suatu saat nanti akan menikah dengan pasangan. 

Yakinkan terlebih dahulu sebelum memutuskan atau bisa juga bertanya dengan orang terdekat yang sudah memiliki pengalaman serupa. Mintalah pendapat dan tanyakan bagaimana mereka bisa ikhlas serta menerima apa yang akan terjadi nantinya di masa mendatang. 

Pertimbangan mengenai proses menerima hingga kesiapan mendidik anak orang lain perlu dilakukan sedari awal agar hubungan pernikahan nanti bisa berjalan dengan lancar tanpa ada beban serta sikap mengeluh. 

2. Belajar dari masa lalu dan pernikahan pasangan yang sebelumnya

2. Belajar dari masa lalu pernikahan pasangan sebelumnya
Pexels/Georgia Maciel

Semua orang tentu berhadap dapat menjalani pernikahan sekali dalam seumur hidup, namun tak jarang kenyataannya tak sesuai harapan dan memutuskan untuk bercerai.

Jika Mama sedang menjalin sebuah hubungan bersama seorang duda yang telah memiliki anak tentu bukanlah sebuah masalah. Apalagi perlu diingat bahwa perceraian setiap orang dapat terjadi karena berbagai alasan. 

Bila pasangan bercerai karena sebuah masalah tertentu, cobalah untuk mengajaknya berdiskusi mengenai kejadian masa lalunya. Bukan berarti membuatnya kembali merasa sedih karena perceraian tersebut, namun Mama dan dirinya bisa sama-sama belajar serta memperbaiki semua yang telah terjadi di masa lalu. 

Perlu diingat bahwa masa lalu dapat dijadikan sebuah pembelajaran berharga untuk kehidupan yang lebih baik. Bahkan kesalahan yang telah terjadi di rumah tangan pasangan saat pernikahan sebelumnya dapat diperbaiki agar tidak terulang kembali. 

Keterbukaan ia akan permasalahan terdahulu serta keinginan untuk ada perubahan di pernikahan selanjutnya bisa menjadi sebuah pertimbangan tersendiri. 

Editors' Picks

3. Restu orangtua tidak boleh dilupakan

3. Restu orangtua tidak boleh dilupakan
Freepik/Katemangostar

Pertimbangan lain yang perlu diingat sebelum menikah dengan duda satu anak yaitu mengenai restu orangtua. Meminta restu tidak boleh dilupakan atau dianggap sepele karena ini sangat penting. 

Apalagi orangtua tentu tidak mudah ketika harus melepas anak yang telah diasuh dari kecil hingga tumbuh dewasa, sehingga restu mereka sangat diperlukan saat ingin menikah. 

Saat ingin meminta restu orangtua, sebaiknya cari waktu yang tepat ketika berbicara mengenai niat untuk menikah. Pertama-tama, usahakan untuk tidak melibatkan pasangan terlebih dahulu karena cukup keluarga saja.

Cara ini setidaknya dapat membantu orangtua lebih seluasa saat ingin menyampaikan semua perasaannya terhadap permohonan restu ini. 

Lalu ceritakan semua mengenai kondisi pasangan termasuk statusnya yang telah menjadi dua anak satu.

Berusahalah yakinkan orangtua dengan berbagai alasan yang membuatmu yakin untuk menikah dengannya. 

Setelah restu sudah didapat, maka sekarang giliran pasangan yang mendapatkan kesempatan untuk mengutarakan niatnya secara langsung.

Perlu diingat bahwa meminta restu orangtua perlu dilakukan dan usahakan tidak menutupi segala kondisi yang sedang terjadi.

4. Memahami kondisi dan status pasangan yang telah memiliki anak

4. Memahami kondisi status pasangan telah memiliki anak
Freepik/Senivpetro

Ketika menikah dengan duda satu anak, usahakan tidak berharap lebih untuk selalu dimanja olehnya. Selain bekerja dan mengurus urusan lainnya, pasangan tentu akan fokus terhadap perkembangan anak dari pernikahan sebelumnya. 

Walau sesekali dirinya bisa bersikap romantis, namun ini mungkin tidak akan terjadi terlalu sering karena terlalu banyak urusan yang dipikirkan. Sebelum baper saat sudah menikah, ini bisa menjadi salah satu pertimbangan mengenai kesiapanmu menjalani hubungan rumah tangga bersama duda satu anak. 

Selain berusaha tetap memahami kondisi pasangan, tidak ada salahnya juga untuk belajar menjadi pribadi yang tangguh ketika nanti sudah resmi sebagai pasangan suami istri. 

5. Berusaha untuk membangun hubungan baik dengan mantan istri pasangan

5. Berusaha membangun hubungan baik mantan istri pasangan
Freepik

Saat menjalani hubungan spesial bersama duda satu anak perlu diingat bahwa masa lalu masih menjadi sejarah serta bagian di hidupnya. Apalagi saat pasangan telah dikaruniai anak dari pernikahan sebelumnya, sehingga mantan istrinya akan tetap intens menjalin komunikasi mengenai urusan anak mereka. 

Walau tidak bisa dipungkiri bahwa keduanya pernah menjadi pasangan suami istri, namun usahakan untuk tidak cemburu karena ini sebatas urusan anak. Lagi-lagi ini bisa menjadi sebuah pertimbangan mengenai kesiapan saat ingin menikah dengan duda satu anak. 

Untuk mengatasi rasa cemburu, usahakan untuk membangun hubungan baik dengan mantan istrinya. Ciptakanlah hubungan yang harmonis untuk membahagiakan orang-orang di sekitar, sehingga lebih harmonis. Bahkan mantan istri pasangan bisa saja merasa nyaman dan aman ketika harus meninggalkan anaknya bersamamu. 

Tidak ada salahnya nih untuk kompak dengan mantan istri pasangan. Setuju nggak?

6. Belajar mengatasi masalah karena adanya perbedaan jarak usia 

6. Belajar mengatasi masalah karena ada perbedaan jarak usia 
Pexels/Leah Kelley

Saat memutuskan untuk menikah dengan seorang duda satu anak tentu salah satu permasalahan yang mungkin yakni tentang perbedaan usia. Tak jarang status duda memiliki usia yang jauh lebih tua darimu, sehingga perlu mencari solusi terhadap kondisi ini. 

Banyak yang beranggapan bahwa usia yang lebih tua seringkali lebih egois dan bertidak semaunya, namun semua orang tidak bisa disamaratakan begitu saja. Ada juga usia yang lebih tua, namun penyayang dan bisa mengarahkan pasangannya untuk lebih dewasa. 

Jarak usia yang mungkin terlalu jauh mungkin bisa menjadi sebuah pertimbangan tersendiri sebelum menikah dengan seorang duda satu anak. Bahkan jika dirimu termasuk orang yang menyukai tantangan, maka inilah saat yang tepat untuk memberanikan diri untuk membina keluarga dengan seorang duda. 

Intinya, usia bukanlah sebuah masalah besar hanya tinggal masing-masing pasangan mampu saling berdampingan agar menciptakan keluarga harmonis.

7. Berkomitmen untuk menyayangi anaknya seperti anak sendiri

7. Berkomitmen menyayangi anak seperti anak sendiri
Pixabay/Amber McAuley

Sebelum jauh sebelum memutuskan untuk menikah dengan dua satu anak, maka perlu sekali mendekatkan diri dengan anaknya secara intens. Walau akan sedikit mengalami kesulitan, anggap saja ini menjadi sebuah tantangan tersendiri. 

Ketika si Kecil belum bisa membuka hati untuk lebih dekat, maka tak perlu dipaksa atau terburu-buru. Lakukanlah pendekatan ini seiring berjalannya waktu dengan tulus dan ikhas. Cara seperti ini setidaknya perlahan-lahan dapat membuat si Kecil terbiasa dan luluh. 

Itulah beberapa pertimbangan sekaligus langkah-langkah yang bisa diri sendiri ambil sebelum ingin memutuskan menikah dengan duda satu anak. Semoga informasi kali ini bisa bermanfaat hingga benar-benar resmi menjadi pasangan suami istri!

Baca juga: 

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.