7 Tanda Jika Kamu Telah Menikah dengan Orang yang Tepat

Apakah Mama dan Papa adalah pasangan hidup yang tepat?

13 Mei 2021

7 Tanda Jika Kamu Telah Menikah Orang Tepat
Freepik/prostooleh

Menemukan cinta sejati bukan hal yang mudah. Butuh waktu dan proses lama untuk mengetahui apakah orang yang kita nikahi merupakan pasangan hidup yang tepat. 

Pasangan suami istri yang bersedia berkomitmen, butuh lebih dari sekedar cinta untuk mendapatkan kehidupan rumah tangga yang harmonis dan langgeng. 

Oleh karenanya, untuk mengetahui apakah dia adalah pasangan hidup yang tepat. Pastikan bahwa pasangan Mama mampu memberikan sesuatu yang istimewa selain memberi cinta yang besar untuk Mama. 

Nah, apakah Mama telah menikah dengan pasangan hidup yang tepat? Kali ini Popmama.com sudah merangkum tanda-tandanya dari Brightside

Disimak ya, Ma! 

1. Kalian bisa membaca pikiran satu sama lain

1. Kalian bisa membaca pikiran satu sama lain
Pexels/mentalhealthamerica

Dilansir dari Brightside, sebuah penelitian menunjukkan bahwa cinta dapat memengaruhi sistem saraf seseorang menjadi selaras dengan sistem saraf orang yang penting bagi mereka. 

Hal ini karena setelah lama menghabiskan waktu bersama, Mama dan pasangan akan saling memahami perasaan, pikiran dan reaksi satu sama lain. Tak hanya sekadar mengenal dekat saja, namun secara bersamaan kalian juga mampu mengetahui isi hati dan pikiran satu sama lain tanpa perlu mengungkapkannya. 

2. Kalian berbagi ide yang sama untuk merencanakan masa depan 

2. Kalian berbagi ide sama merencanakan masa depan 
Freepik/master1305

Pasangan suami istri yang saling mencintai tentunya mereka ingin kehidupan pernikahan yang harmonis dan bahagia. Oleh karenanya, mereka akan merencanakan masa dengan bersama untuk mewujudkan tujuan tersebut. 

Kalian juga selalu menemukan cara untuk mencapai keputusan yang sama. Hal ini karena adanya kebebasan dalam mengungkapkan pendapat. Hal ini menjadi salah satu pilar terpenting dalam hubungan pernikahan. 

Editors' Picks

3. Kalian mampu untuk saling berkompromi 

3. Kalian mampu saling berkompromi 
Pixabay/free-photos-242387

Cinta membutuhkan pengorbanan. Oleh karenanya, pasangan suami istri perlu berkompromi. Misalnya saat terjadi konflik, kalian mampu menekan ego dan mengalah. 

Namun, hal ini bukan berarti kalian harus melepaskan nilai dan pandangan hidup masing-masing. Janganlah mengorbankan kebahagiaan diri sendiri, demi bisa membahagiakan orang lain.

Jika hal itu terjadi, maka kalian sedang terjebak dalam hubungan yang tidak sehat. 

4. Kalian selalu mendukung satu sama lain 

4. Kalian selalu mendukung satu sama lain 
Freepik

Di hari yang berat, Mama akan menemukan hal yang paling dibutuhkan untuk melepas penat dan lelah. Sosok suami selalu menjadi penguat dan penyemangat. Oleh karenanya, Mama tak pernah merasa putus asa saat menjalani cobaan. 

Pasalnya, mendengar kata-kata yang suportif dari pasangan tercinta ternyata mampu membuat kita semakin menghargai dan mencintai diri sendiri. 

5. Menjalani hubungan yang menyenangkan tanpa harus berusaha untuk bahagia

5. Menjalani hubungan menyenangkan tanpa harus berusaha untuk bahagia
Pixabay/StockSnap

Ketika Mama telah menemukan pasangan hidup yang tepat. Rasanya seperti Mama telah menemukan sumber kebahagiaan baru. Kalian bersenang-senang dan menghabiskan momen bersama sampai lupa waktu. 

Mama juga tak perlu membuktikan bahwa kehidupan pernikahan ini bahagia. Seperti sering mengumbar kemesraan di media sosial. Faktanya, pasangan yang terlihat romantis di media sosial belum tentu sama romantisnya di kehidupan nyata. 

6. Merasa berbeda tanpa kehadiran satu sama lain 

6. Merasa berbeda tanpa kehadiran satu sama lain 
Freepik/marymarkevich

Dalam menjalin suatu hubungan yang sehat, tentunya kita harus menjadi sosok yang mandiri dan tidak selalu bergantung pada pasangan. Oleh karenanya kita harus punya ruang pribadi untuk melakukan bebeberapa aktivitas dan hobi tanpa melibatkan pasangan. 

Hal ini mungkin akan menciptakan beberapa perubahan dalam rutinitas sehari-hari Mama dan suami yang biasa menghabiskan waktu bersama. Kalian juga diam-diam akan merasa aneh dan berbeda saat beraktivitas tanpa kehadiran sosok satu sama lain. 

7. Aku dan kamu berubah menjadi "kita" 

7. Aku kamu berubah menjadi "kita" 
Freepik/lookstudio

Saat Mama dan pasangam sudah menjadi satu tim yang kompak. Mama lebih suka bercerita mengenai momen bahagia dengan suami, daripada bercerita tentang diri sendiri. Mama pun cenderung lebih sering menggunakan pemilihan kata "kita" untuk menggambarkan kalian berdua.

Oleh karenanya ketika terjadi masalah dalam rumah tangga, Mama tidak menyelesaikannya sendirian. Namun kalian akan mengatasinya bersama-sama.

Nah Ma, itulah beberapa tanda bahwa Mama telah menikahi pasangan hidup yang tepat. Semoga hubungan Mama dan Papa selalu bahagia.

Baca juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.