Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Kisah Viky Sianipar dan Papa Jadi Inspirasi Film Pulang Kampung
Popmama.com/Aril Tri Yusgiantara

Film Pulang Kampung tidak hanya mengangkat perjalanan seorang anak kembali ke tanah kelahirannya, tetapi juga menghadirkan cerita tentang hubungan anak dan orangtua. Kisah tersebut ternyata terinspirasi dari pengalaman nyata penata musik film, Viky Sianipar, bersama sang papa.

Dalam film, Daniel merupakan pemuda Batak kelahiran Jakarta yang harus pulang kampung atas perintah papanya untuk mengenal budaya Batak. Perjalanan Daniel tersebut memiliki kemiripan dengan pengalaman Viky yang sempat merasa jauh dari identitas Bataknya sebelum akhirnya kembali mengenal akar budayanya.

Penulis sekaligus sutradara Pulang Kampung, Bene Dion Rajagukguk, kemudian mengolah pengalaman Viky menjadi bagian dari cerita film. Sebelum mengangkat kisah tersebut ke layar lebar, Bene juga terlebih dahulu meminta izin kepada Viky untuk menjadikan hubungan dengan sang papa sebagai inspirasi.

Berikut Popmama.com rangkum tiga kisah hubungan Viky Sianipar dan papanya yang menjadi inspirasi film Pulang Kampung.

1. Kisah Viky dan papanya menjadi inspirasi Bene Dion

Dok. thePublicist Haus

Berbeda dari Ngeri-Ngeri Sedap yang terinspirasi dari hubungan Bene Dion dengan papanya sendiri, film Pulang Kampung mengambil inspirasi dari hubungan Viky dan sang papa. Dinamika tersebut menjadi dasar bagi Bene Dion untuk menggambarkan hubungan papa dan anak laki-laki dalam cerita Daniel.

"Aku harus jujur ya, kali ini yang kuceritakan Bang Viky dengan bapaknya. Kalau Ngeri-Ngeri Sedap aku sama bapakku, kalau Pulang Kampung Bang Viky sama bapaknya," jelas Bene.

Sebelum memasukkan pengalaman tersebut ke dalam cerita, Bene memastikan dirinya mendapat izin dari Viky. Ia mengaku ingin menghargai pengalaman pribadi sang penata musik sebelum menjadikannya bagian dari sebuah karya fiksi.

"Aku minta izin, 'Bang boleh nggak kisahnya kuceritakan?'" ujar Bene mengenai percakapannya dengan Viky.

2. Viky sempat menjauh dari identitas Batak saat remaja

Dok. thePublicist Haus

Viky Sianipar lahir dan besar di Jakarta, sehingga sejak kecil lebih banyak berinteraksi dengan lingkungan perkotaan. Kondisi tersebut membuatnya sempat merasa asing dengan budaya Batak, bahkan sampai berusaha menyembunyikan identitas marganya ketika bersekolah.

"Aku kan anak Jakarta, lahir di Jakarta, Betawi banget, bahkan cenderung antiBatak," ungkap Viky Sianipar saat menceritakan masa mudanya.

Viky juga mengaku pernah mendapat perlakuan tidak menyenangkan dari teman-temannya karena identitas Batak yang dimilikinya. Pengalaman tersebut membuatnya memilih tidak mencantumkan marga ketika duduk di bangku SMP hingga SMA.

"Bahkan aku sempat nggak mencantumkan margaku pas SMP-SMA karena aku ketahuan orang Batak," lanjutnya.

3. Permintaan papa justru membawa Viky Sianipar kembali ke akar budayanya

Popmama.com/Aril Tri Yusgiantara

Hubungan Viky Sianipar dan papanya kemudian memasuki fase berbeda ketika sang papa memintanya membuat musik Batak. Pada awalnya, permintaan tersebut tidak langsung diterima dengan antusias karena Viky merasa menjalankannya dalam keadaan terpaksa.

"Terus tiba-tiba disuruh bapakku untuk bikin musik Batak, bikin konser musik Batak populer, terpaksa gitu lho," cerita Viky mengenai arahan dari papanya.

Namun, keputusan tersebut justru menjadi titik balik dalam kehidupan Viky. Dari proyek yang awalnya terasa sebagai dorongan sang papa, ia kemudian semakin mendalami musik dan budaya Batak hingga menjadi bagian penting dari kehidupannya.

"Tapi gara-gara itu jadi tercebur banget, sekarang hidupnya ya untuk menggali budaya Batak," tutur Viky.

Kisah Viky dan papanya menunjukkan bahwa hubungan orangtua dan anak tidak selalu berjalan melalui cara yang mudah dipahami sejak awal. Arahan yang sempat terasa seperti tekanan justru dapat menjadi jalan bagi seorang anak untuk menemukan kembali identitas dan memahami maksud orangtuanya.

Itulah rangkuman kisah hubungan Viky Sianipar dan papanya yang menjadi inspirasi cerita film Pulang Kampung.

Kisah Viky mengingatkan bahwa terkadang jalan untuk memahami keluarga dan menemukan kembali akar diri datang dari hal yang awalnya sulit diterima. Saksikan perjalanan tersebut melalui film Pulang Kampung di bioskop mulai 26 November 2026.

Curated For You

Editorial Team

Related Article