Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
Install

Lirik Lagu 'Thunder' SEVENTEEN dan Artinya

Lirik Lagu 'Thunder' SEVENTEEN dan Artinya
Instagram.com/saythename_17
Share Article

'Thunder' adalah title track dari album kelima SEVENTEEN, HAPPY BURSTDAY, yang dirilis pada 26 Mei 2025 untuk menandai 10 tahun debut mereka. Album ini berisi 16 lagu, termasuk solo dari tiap member dan kolaborasi dengan Pharrell Williams serta Timbaland.

Lagu ini bergenre dance pop dengan sentuhan EDM, ditulis oleh Woozi, Bumzu, dan S.Coups. Lagu ini pertama kali dibawakan secara live di konser spesial di Jembatan Jamsu, Seoul, sehari sebelum perilisan resminya.

Nah, kali ini Popmama.com telah merangkum terkait lirik lagu 'Thunder' SEVENTEEN dan artinya secara lebih detail.

Yuk, disimak lirik, terjemahan, dan makna lagunya!

  1. Lirik Lagu 'Thunder' SEVENTEEN dan Artinya

    Lirik Lagu 'Thunder' SEVENTEEN dan Artinya
    Instagram.com/saythename_17

    Tteoreojyeo flash, onmomi crash  
    Kilatan cahaya jatuh, seluruh tubuhku pun terguncang  
    Hoeroga michyeobeoryeosseo jemotdaero  
    Sistemku rusak, tak bisa dikendalikan lagi 
    Now I'm funked up, aeksel balbeo 
    Aku kehilangan arah, tekan gas lebih dalam 
    Everybody say, "Woah-oh, woah-oh"
    Semua ikut berseru, "Woah-oh, woah-oh" 
    Uh, maeil ireomyeon joha dallajin DNA 
    Bila tiap hari begini, aku suka DNA ku pun berubah 
    Sinnameun deomiya, ah, gibun eotteokhae 
    Kegembiraan ini bonus, hatiku meluap tak terkendali 
    Dallajin donggongeul huianhadago da nollyeodaemyeon eottae? 
    Kalau mereka heran lihat sorot mataku berubah, biar saja
    Ige kkumiramyeon geuge deo aswiul geotman gateunde
    Andai ini hanya mimpi, rasanya akan jauh lebih menyakitkan bila hilang

    Da moyeobwa nalttwieobojav
    Ayo semua kumpul, mari kita lepas kendaliv
    Uri bameun tteugeounikka 
    Karena malam ini begitu membara 
    Chingudeul ring, ring, yeonggamdo ring, ring 
    Ponsel teman berbunyi, inspirasi pun berdenting 
    Tteoolla machi beongaecheoreom beonjjeok 
    Tiba-tiba terlintas, seperti kilat yang menyambar

    Alo, alo, T-H-U-N-D-E-R 
    Halo, halo, K-I-L-A-T datang menerjang 
    Alo, alo, beongaecheoreom chajawatda 
    Seperti petir, ia hadir tanpa aba-aba 
    Alo, alo, T-H-U-N-D-E-R
    Halo, halo, K-I-L-A-T 
    Alo, alo, tteoolla machi beongaecheoreom beonjjeok 
    Alo, alo, tiba-tiba terbit seperti cahaya kilat di langit malam

    Gyesok geollyeo oneun jeonhwabel sori  
    Nada telepon terus berbunyi tiada henti 
    Beongaecheoreom gyesok jjiritjjirit ttakkeumhaeyo 
    Seperti tersengat petir, berdenyut dan menyakitkan 
    Gyesok geollyeo oneun jeonhwabel sori 
    Nada dering itu tak berhenti mengejarku 
    Beongaecheoreom gyesok jjiritjjirit ttakkeumhaeyo 
    Rasa itu seperti aliran listrik menyengat batin ini

    Jjiritjjirit like 
    Terasa menggetarkan, seperti setrum yang manis

    Somuni cham ppalla tto shikkeulbeokjeokhae 
    Rumor menyebar cepat, suasana pun makin riuh 
    Mollyeodeuneun inpa, ah, gibun eotteokhae 
    Kerumunan mengalir datang hatiku makin terbakar 
    Urineun tteungureum unjeonhaji anha geokjeong masige 
    Kami tak menyetir di awan, jadi jangan khawatir 
    Siganeul jeonghwakhi yeorilgop si yeorilgop bun matchwo nohge 
    Waktu kami pas, pukul 17:17, segalanya sudah disiapkan

    Da moyeobwa nalttwieo boja 
    Kumpulkan semua mari kita berlari liar 
    Uri bameun tteugeounikka  
    Karena malam ini menyala membara  
    Geuttae machim ring, ring, yeonggamdo ring, ring  
    Saat itu juga dering datang, inspirasi mengalir  
    Tteoolla machi beongaecheoreom beonjjeok  
    Dan tiba-tiba tercetus, secepat petir di langit

    Alo, alo, T-H-U-N-D-E-R 
    Halo, halo, K-I-L-A-T mengetuk hatimu 
    Alo, alo, beongaecheoreom chajawatda 
    Seperti kilat hadir saat tak disangka 
    Alo, alo, T-H-U-N-D-E-R 
    Alo, alo, sang kilat tak terhindarkan 
    Alo, alo, tteoolla machi beongaecheoreom beonjjeok 
    Alo, alo, tiba-tiba membuncah seperti kilat menerangi malam

    Gyesok geollyeo oneun jeonhwabel sori 
    Dering ponsel yang tak henti 
    Beongaecheoreom gyesok jjiritjjirit ttakkeumhaeyo 
    Seperti petir sengatannya tajam namun merayu 
    Gyesok geollyeo oneun jeonhwabel sori 
    Panggilan datang tanpa jeda 
    Beongaecheoreom gyesok jjiritjjirit ttakkeumhaeyo 
    Tersentak terus serasa ada aliran rindu yang menyengat

    Jjiritjjirit, jjiritjjirit like 
    Seperti kilatan kecil menyentuh kalbu  
    Tteoolla machi beongaecheoreom beonjjeok  
    Dan kilat itu menyala menerangi rasa yang tak bisa disembunyikan

  2. Makna Lagu 'Thunder' SEVENTEEN

    Lirik Lagu 'Thunder' SEVENTEEN dan Artinya.png
    Instagram.com/saythename_17

    Lagu 'Thunder' SEVENTEEN merupakan title track dari album spesial Happy Burstday yang dirilis pada 26 Mei 2025 untuk merayakan 10 tahun perjalanan mereka di industri K-pop. Berbeda dari karya-karya sebelumnya, lagu ini membawa nuansa gelap dan emosional dengan konsep misterius berwarna hitam dan hijau.

    'Thunder' menggambarkan perubahan hidup yang mendadak dan kuat, seperti sambaran petir yang mengejutkan. Liriknya mencerminkan perasaan yang penuh semangat dan tak terkendali.

    Lagu ini tidak hanya membicarakan cinta atau euforia, tetapi juga keberanian untuk merasakan dan menghadapi perubahan besar dalam hidup. SEVENTEEN mengajak pendengar untuk menyambut perubahan dengan penuh gairah.

    Petir dijadikan simbol dari emosi yang kuat dan tak terhindarkan. Lewat lagu ini, SEVENTEEN mengajak penggemar untuk hidup sepenuhnya di setiap momen tanpa rasa takut.

    Itulah rangkuman terkait lirik lagu 'Thunder' SEVENTEEN dan artinya. Apakah Mama sudah mendengarkan lagu ini?

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More