Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
Install
For
You

Bukan Sekadar Kotor, Ini 5 Penyebab Baju Putih Menguning

Bukan Sekadar Kotor, Ini 5 Penyebab Baju Putih Menguning
Magnific/freepik
Intinya Sih
  • Reaksi kimia antara kandungan aluminium dalam antiperspiran dan keringat menjadi salah satu penyebab utama noda kuning di area ketiak.

  • Residu deterjen yang tidak terbilas sempurna menumpuk di serat kain serta memicu perubahan warna jadi kekuningan seiring waktu.

  • Baju putih yang disimpan di tempat lembap atau masih dalam kondisi belum benar-benar bersih rentan mengalami phenolic yellowing.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?
Share Article

Sudah dicuci bersih, disetrika rapi, tapi baju putih favorit tetap tampil kusam dan menguning, padahal baru beberapa kali dipakai. Situasi seperti ini kerap terjadi, dan ternyata penyebabnya bukan sekadar noda biasa yang bisa diatasi dengan mencuci ulang.

Baju putih memang paling rentan terhadap perubahan warna karena tidak ada pigmen yang "menyembunyikan" reaksi kimia yang terjadi di serat kain. Proses penguningan bisa dipicu oleh banyak hal, mulai dari kebiasaan sehari-hari hingga cara penyimpanan yang kurang tepat.

Berikut Popmama.com telah merangkum beberapa penyebab baju putih menguning yang paling umum terjadi.

Yuk, disimak!

Deretan Penyebab Baju Putih Menguning

1. Reaksi antiperspiran dengan keringat

Baju putih menguning
Magnific/wayhomestudio

Noda kuning di area ketiak baju putih bukan disebabkan oleh warna produk antiperspiran atau deodoran itu sendiri, melainkan oleh reaksi kimia yang terjadi tanpa disadari.

Kandungan garam aluminium dalam antiperspiran bereaksi dengan protein dan garam yang terdapat dalam keringat, menghasilkan senyawa berwarna kuning yang menempel di serat kain.

Noda ini tidak muncul sekaligus dalam sekali pemakaian, melainkan menumpuk secara bertahap setiap kali baju dipakai. Semakin lama dibiarkan tanpa penanganan yang tepat, ikatan antara senyawa aluminium dan serat kain semakin kuat, sehingga semakin sulit dihilangkan.

2. Residu deterjen yang tidak terbilas bersih

Baju putih menguning
Magnific/freepik

Menggunakan deterjen melebihi takaran yang dianjurkan bukan berarti baju menjadi lebih bersih.

Sebaliknya, kelebihan deterjen justru membuat proses pembilasan tidak sempurna dan meninggalkan residu yang menempel di serat kain. Residu tersebut, terutama yang mengandung pencerah optik, dapat teroksidasi dan berubah menjadi kekuningan seiring waktu.

Kondisi ini akan semakin parah jika baju langsung dikeringkan dengan suhu panas tinggi di mesin pengering, karena panas mengeratkan residu deterjen ke dalam serat. Penting untuk memastikan baju dibilas hingga benar-benar bersih dari sisa sabun sebelum dijemur maupun disimpan.

3. Penggunaan pemutih klorin yang berlebihan

Baju putih menguning
Magnific/freepik

Pemutih klorin memang sering diandalkan untuk menjaga kecemerlangan baju putih, namun pemakaian berlebihan justru memberikan efek sebaliknya.

Pemutih berbasis klorin melemahkan serat kain seiring pemakaian yang terus-menerus, dan pada baju putih berbahan sintetis seperti nilon, microfiber, atau poliester, zat ini dapat mengembalikan polimer ke warna dasarnya, yaitu kuning.

Baju putih berbahan serat alami seperti katun dan linen pun tidak kebal terhadap efek ini jika terlalu sering terpapar klorin. Sebagai alternatif yang lebih aman, penggunaan pemutih berbasis oksigen dinilai lebih ramah terhadap serat kain dan tidak memicu penguningan jangka panjang.

4. Cara penyimpanan yang salah

Baju putih menguning
Magnific/freepik

Baju putih yang disimpan di tempat lembap, kurang ventilasi, atau dalam kondisi belum benar-benar kering rentan mengalami penguningan. Kelembapan memicu pertumbuhan jamur dan memungkinkan reaksi oksidasi terjadi pada serat kain, terutama jika baju disimpan dalam waktu lama tanpa dicuci terlebih dahulu.

Selain itu, baju putih yang disimpan di dalam kotak kardus atau bersentuhan langsung dengan rak kayu juga berisiko menguning karena asam yang terkandung dalam material tersebut bereaksi dengan kain.

Fenomena ini juga dikenal sebagai phenolic yellowing, yaitu reaksi antara nitrogen oksida di udara dengan zat fenol dari bahan pembungkus atau kemasan pakaian yang membentuk senyawa berwarna kuning.

5. Paparan faktor lingkungan

Baju putih menguning
Magnific/freepik

Faktor lingkungan sehari-hari ternyata punya andil besar dalam membuat baju putih menguning. Paparan nikotin dari asap rokok, percikan minyak masakan, atau noda yang tidak segera dibersihkan dapat meninggalkan residu yang bereaksi dengan serat kain dan berubah menjadi kuning seiring waktu.

Air yang digunakan untuk mencuci pun berpengaruh. Air sadah yang mengandung mineral tinggi seperti besi, kalsium, dan magnesium dapat menempel pada serat kain saat proses pencucian, membentuk endapan yang tampak sebagai noda kekuningan atau keabuan pada baju putih.

Itulah tadi beberapa penyebab baju putih menguning yang kerap terjadi tanpa disadari, mulai dari reaksi kimia antiperspiran, penumpukan residu deterjen, hingga cara penyimpanan yang kurang tepat.

Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Dimas Prasetyo
EditorDimas Prasetyo

Related Articles

See More