instagram.com/baskaramahendra
Chemistry yang terbangun antara Mawar Eva dan Baskara Mahendra di layar ternyata bukan sesuatu yang perlu direkayasa. Baskara dengan penuh keyakinan menyebut bahwa berkolaborasi dengan Mawar adalah pengalaman yang selalu terasa mudah dan menyenangkan.
"Gampang banget sih sama Mawar. Mawar tuh orangnya sangat-sangat profesional. Terus Mawar juga orang yang sangat siap memberikan segalanya untuk perannya. Dan ini project kedua aku juga dengan Mawar. Kayaknya nggak sulit sih, pasti nggak akan pernah ketemu lawan main Mawar yang bilang sulit untuk kerja sama Mawar," ungkap Baskara.
Kepercayaan yang sudah terbentuk sejak proyek pertama itulah yang membuat kolaborasi keduanya terasa mengalir begitu natural di sepanjang film, tanpa perlu banyak kata, cukup dengan saling percaya dan saling memberikan yang terbaik.
Film Ayah, Ini Arahnya ke Mana, Ya? resmi tayang di bioskop seluruh Indonesia mulai 9 April 2026. Sebuah film yang tidak hanya mengajak penonton menangis, tetapi juga merenungkan kembali makna kehadiran yang sesungguhnya dalam sebuah keluarga.
Apa isu utama yang diangkat dalam film ini dan mengapa relevan untuk keluarga Indonesia? | Film ini mengangkat isu fatherless, yaitu kondisi di mana seorang anak kehilangan figur papa bukan karena kematian, melainkan karena ketidakhadiran emosional. |
Apakah film ini cocok ditonton bersama seluruh anggota keluarga? | Film ini sangat direkomendasikan untuk ditonton bersama keluarga, khususnya bagi Mama dan Papa yang ingin membuka ruang dialog yang lebih dalam dengan anak-anak. |
Apa genre film Ayah, Ini Arahnya ke Mana, Ya? | Film ini mengusung genre drama keluarga yang menitikberatkan pada konflik emosional, relasi orangtua-anak, serta perjalanan karakter dalam memahami arti kehadiran dan komunikasi dalam keluarga. |