Penyebab dan Ciri-Ciri Kecanduan Seks, Apa Saja?

Duh, memang sesuatu yang berlebihan gabaik ya, termasuk kecanduan seks lho.

2 Maret 2021

Penyebab Ciri-Ciri Kecanduan Seks, Apa Saja
Freepik/yanalya

Berhubungan seks dengan pasangan memang menjadi suatu kebutuhan, terlepas dari posisi seks yang favorit pasangan atau bagaimana cara memanjakan pasangan di atas ranjang. 

Untuk sebagian orang yang mengalami kecanduan seks pun memiliki cerita berbeda, terutama saat menjalani momen-momen bercinta bersama pasangannya. Namun, apakah kecanduan seks bisa disebut sebagai pertanda buruk?

Jika ingin mengetahui lebih jauh tentang terkait penyebab dan ciri-ciri kecanduan seks, kali Popmama.com sudah merangkum penjelasannya secara detail. 

Yuk, siapkan selimut yang hangat dan jangan sungkan untuk selalu komunikasikan dengan pasangan!

Editors' Picks

1. Apa itu kecanduan seks?

1. Apa itu kecanduan seks
Unsplash/Dainis Graveris

Kecanduan seks memang memiliki banyak ciri klinis. Salah satunya, yakni orang tersebut tidak dapat mengandalikan perilaku seksnya dengan baik. Dalam artian, ia akan melakukan tindakan impulsif bahkan mengarah ke hal-hal negatif untuk mencari kepuasan secara seksual.

Orang yang kecanduan seks sering sekali menerapkan sebagai aktivitas seksual sebagai bentuk pelarian, terutama saat ada masalah emosional dan psikologis. Ini bisa dilakukan ketika sedang merasa cemas, stres atau depresi.

Bahkan yang lebih buruk lagi, mungkin saja kecanduan seks ini dapat meningkatkan risiko infeksi menular seksual. Apalagi jika seseorang tidak mampu mengendalikan dorongan seksualnya dengan baik. 

Jika dilihat dari segi emosional, kecaduan seks ketika dilampiaskan justru akan meningkatkan stres berkepanjangan dan bukan ke arah memuaskan hasrat saja. Kecanduan seks pun akan dampak negatif pada diri sendiri, bahkan dengan orang lain di lingkungan sekitar. 

2. Apa saja ciri-ciri orang yang kecanduan seks?

2. Apa saja ciri-ciri orang kecanduan seks
Unsplash/Maru Lombardo

Tidak semua orang dalam komunitas medis meyakini bahwa kecanduan seks termasuk dalam gangguan mental. Akibatnya, kriteria diagnostik kecanduan seks seringkali tidak jelas dan subjektif.

Namun, ada ciri-ciri ketika orang sudah kecanduan seks yang perlu diketahui antara lain:

  • Seks mendominasi kehidupan seseorang dan mulai mengesampingkan aktivitas lain. 
  • Aktivitas seksual menjadi tidak sehat, bahkan akan mulai “jajan” dengan Pekerja Seks Komersial (PSK) atau rutin mengunjungi lokalisasi.
  • Ada dorongan terus menerus untuk melakukan seks. Hanya saja setelahnya akan muncul sikap menyesal, cemas, depresi bahkan malu.
  • Ketika sedang sendirian, biasanya akan mencari aktivitas seksual yang menyenangkan seperti phonesex atau menonton pornografi untuk mencari kepuasan batin. 
  • Terbiasa melakukan seks dengan banyak pasangan, bahkan memilih hubungan di luar nikah.
  • Seseorang yang kecanduan seks akan sering melakukan masturbasi, terutama saat sedang sendirian.

Walaupun seks dapat memberikan kelegaan dalam jangka pendek, namun kerusakan pada ketenangan psikologis orang tersebut sering kali akan meningkat. Apabila terus dilakukan, maka kesehatan mental akan memburuk seiring berjalannya waktu.

Belum lagi, mereka tidak akan bisa menghentikan dirinya sendiri meskipun memahami bahaya yang mungkin timbul dari perilakunya.

3. Apa saja faktor penyebab terjadinya kecanduan seks?

3. Apa saja faktor penyebab terjadi kecanduan seks
Freepik/cookie_studio

Dilansir dari Very Well Mind, sejumlah teori menjelaskan terkait alasan kenapa kecanduan seks bisa terjadi. Beberapa di antaranya melibatkan konseptualisasi kecanduan seks sebagai bentuk kontrol impulsif, obsesif-kompulsif atau gangguan hubungan.

Mereka juga memasukkan gagasan bahwa pada beberapa orang bahwa kecanduan seksual muncul sebagai konsekuensi, bahkan cara seseorang dalam mengatasi trauma awal termasuk trauma seksual.

Dalam beberapa bentuk penyakit mental (seperti gangguan bipolar), hiperseksualitas mungkin merupakan salah satu gejala. Dalam kasus tertentu, gangguan neurologis (epilepsi, cedera kepala atau demensia) telah diketahui menyebabkan perilaku hiperseksual.

Apabila pasangan sudah mendekati atau melakukan perilaku seperti di atas, tidak ada salahnya untuk saling berkomunikasi dan mencari jalan keluar. Bisa juga untuk mencari solusi terbaru dengan bertanya ke profesional. 

Baca juga : 

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.