Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
Install
For
You

Rony Parulian Bicara tentang Kolaborasi, Bukan Sekadar Duet Biasa

Rony Parulian Bicara tentang Kolaborasi, Bukan Sekadar Duet Biasa
Instagram.com/vanessa.simorangkir
Intinya Sih
  • Rony Parulian menerima ajakan kolaborasi dengan Vanessa Zee secara spontan, didorong oleh insting musikal bukan kalkulasi panjang.

  • Di lagu 'Takkan Terulang', Rony Parulian menghadapi tantangan vokal yang berbeda, yakni harus tampil lebih soft dan menahan emosi.

  • Bagi Rony Parulian, duet bukan soal siapa yang lebih bersinar, melainkan soal menyampaikan pesan bersama secara jujur.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Ada musisi yang memilih kolaborasi berdasarkan kalkulasi karier, tapi Rony Parulian bukan tipe itu. Penyanyi dengan vokal yang dikenal kuat serta penuh emosi ini justru mengambil keputusan berdasarkan rasa, insting, dan ketertarikan tulus terhadap sebuah karya.

Dalam lagu terbarunya bersama Vanessa Zee berjudul 'Takkan Terulang', Rony hadir bukan sekadar sebagai nama di sampul lagu, melainkan sebagai musisi yang benar-benar menghayati setiap kata dan nada. Di balik kolaborasi ini, ada cerita tentang spontanitas, tantangan vokal yang tak terduga, serta filosofi bermusik yang jarang dibicarakan secara terbuka.

Penasaran seperti apa cerita lengkapnya? Melalui wawancara eksklusif bersama Rony Parulian dan Vanessa Zee di IDN HQ pada Kamis (16/4/2026), Popmama.com telah merangkum bagaimana keduanya memaknai kolaborasi lewat single 'Takkan Terulang'.

Yuk Ma, disimak!

1. Awal kolaborasi yang spontan dan penuh insting

Berawal dari Fans, Vanessa Zee Akhirnya Duet Bareng Rony Parulian
Instagram.com/vanessa.simorangkir

Tidak semua keputusan besar butuh waktu lama. Saat ajakan kolaborasi datang, Rony Parulian tidak menghabiskan waktu berhari-hari untuk mempertimbangkan untung ruginya. Rony cukup mendengar lagunya, merasakannya, lalu langsung mengiyakan.

Keputusan itu bukan tanpa alasan. Rony sudah lama penasaran dengan bagaimana karyanya akan terdengar ketika dibawakan oleh suara perempuan. Saat kesempatan itu akhirnya datang, ia tahu ini momen yang tidak boleh dilewatkan begitu saja.

"Waktu itu nggak terlalu mikirin banyak sih, langsung ya setuju, gas aja kita jalan. Karena pas pertama kali dengar lagu aku dibawain perempuan, itu rasanya punya warna baru. Jadi waktu ada kesempatan kolaborasi, aku senang banget," kata Rony.

Spontanitas ini justru mencerminkan kedewasaan bermusik. Rony tidak perlu banyak berpikir karena ia sudah cukup mengenal instingnya sendiri.

2. Keluar dari zona nyaman, tantangan vokal jadi lebih lembut

Berawal dari Fans, Vanessa Zee Akhirnya Duet Bareng Rony Parulian
Instagram.com/vanessa.simorangkir

Siapa pun yang pernah mendengar Rony Parulian bernyanyi tahu bahwa kekuatannya ada pada vokal yang penuh tenaga dan emosi yang meledak-ledak. Itulah identitasnya selama ini, karakter yang membuat pendengar langsung mengenali siapa yang sedang bernyanyi.

Namun di lagu 'Takkan Terulang', Rony justru diminta untuk melakukan sebaliknya. Rony harus menahan diri, mereduksi kekuatan vokalnya, dan membiarkan kelembutan berbicara lebih banyak. Proses itu ternyata tidak semudah yang dibayangkan, bahkan saat latihan live pun tantangannya tetap terasa nyata.

"Aku biasanya nyanyi yang cukup kuat, jadi di lagu ini justru jadi challenge karena harus lebih soft dan lebih nahan emosi. Waktu latihan live ternyata lumayan susah, apalagi di bagian akhir. Karena kita juga belum pernah nyanyi full bareng sebelumnya," ujar Rony.

Justru di sinilah nilai lebih dari kolaborasi ini terlihat. Rony membuktikan bahwa musisi yang baik bukan hanya yang bisa tampil kuat, tetapi juga yang tahu kapan harus diam dan memberi ruang.

3. Filosofi Rony Parulian soal duet, bukan soal siapa paling menonjol

Berawal dari Fans, Vanessa Zee Akhirnya Duet Bareng Rony Parulian
Instagram.com/vanessa.simorangkir

Di era di mana kolaborasi sering kali menjadi ajang unjuk gigi, Rony Parulian memilih jalan yang berbeda. Bagi Rony, duet adalah tentang keseimbangan, tentang dua suara yang saling melengkapi tanpa ada yang mencoba mengambil alih panggung.

"Karena ini kolaborasi, kita sama-sama sadar buat nggak saling mendominasi. Kita fokus menyampaikan pesan di porsi kita masing-masing," kata Rony.

Filosofi ini bukan hanya soal sopan santun bermusik. Ini soal integritas. Rony percaya bahwa sebuah lagu kolaborasi hanya akan benar-benar berhasil kalau kedua penyanyi sama-sama rela melepas ego dan fokus pada pesan yang ingin disampaikan kepada pendengar.

"Aku nggak terlalu mikirin harus viral atau gimana. Yang penting lagunya bisa sampai dan dirasain sama pendengar," ujar Rony.

Harapan Rony sederhana tapi dalam. Ia tidak mengejar angka streaming atau trending, melainkan momen ketika seorang pendengar merasa bahwa lagu ini seolah-olah ditulis untuk hidupnya.

Itulah sisi lain Rony Parulian yang muncul lewat 'Takkan Terulang', sosok musisi yang idealis tanpa kehilangan kehangatannya, reflektif tanpa terkesan berat, dan terus berkembang tanpa meninggalkan kejujuran bermusiknya.

Kolaborasi ini bukan hanya menghasilkan lagu baru, tetapi juga memperlihatkan bahwa Rony adalah musisi yang tahu betul siapa dirinya dan ke mana ia ingin pergi.

FAQ Rony Parulian

Bagaimana perjalanan karier Rony Parulian setelah ajang Indonesian Idol?

Setelah dikenal lewat Indonesian Idol, Rony Parulian terus mengembangkan kariernya di industri musik dengan merilis karya orisinal. Rony juga aktif membangun identitas musikalnya lewat berbagai lagu yang menonjolkan karakter vokalnya.

Genre musik apa yang paling merepresentasikan Rony Parulian?

Rony Parulian dikenal dengan warna musik pop dengan sentuhan emosional yang kuat. Rony sering membawakan lagu bertema perasaan, terutama yang berkaitan dengan cinta dan refleksi diri.

Apakah Rony Parulian ikut terlibat dalam proses penulisan lagu?

Dalam beberapa proyek, Rony Parulian terlibat dalam proses kreatif termasuk penentuan konsep hingga pengembangan lagu. Hal ini membantu ia lebih terhubung secara emosional dengan karya yang dibawakannya.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Dimas Prasetyo
EditorDimas Prasetyo
Follow Us

Related Articles

See More