Salah satu fakta menarik di balik layar, yakni komitmen tim produksi untuk menjaga mental anak-anak selama syuting.
Dengan adanya teacher on set, anak-anak tidak hanya bekerja, tetapi tetap mendapatkan hak belajar dan perhatian yang layak, sehingga menciptakan suasana yang jauh dari tekanan.
Sutradara Sim F. menekankan bahwa film ini adalah surat cinta untuk mereka yang merasa kehilangan.
"Cerita ini hampir 100 persen adalah milik saya, tentang kepedihan dan luka yang mungkin belum terobati. Lewat film ini, saya ingin menunjukkan bahwa setiap anak berhak mendapatkan rasa aman dan dukungan, sekecil apa pun itu," jelasnya.
Dukungan lingkungan ternyata bisa mengubah hidup seorang anak, seperti salah satu pemain kecil di film ini yang akhirnya bisa lancar membaca berkat dukungan guru di lokasi syuting.
Itulah pesan pentingnya pelukan bagi trauma anak dalam film Surat untuk Masa Mudaku. Film ini mengajarkan kepada penonton bahwa sebuah pelukan dan kehadiran yang tulus bisa menjadi obat terbaik untuk menyembuhkan trauma anak.
Apa peran khusus Pak Simon dalam mendampingi Kefas di panti asuhan? | Dalam cerita, ia menjadi figur yang harus berhadapan dengan pemberontakan Kefas, namun di sisi lain ia juga menyimpan kepedihan mendalam yang hampir serupa dengan apa yang dirasakan oleh anak-anak asuhnya. |
Bagaimana cara sutradara Sim F. menjaga emosi pemain anak agar tetap stabil saat adegan sedih? | Sutradara Sim F. menerapkan strategi syuting yang fleksibel dan menyenangkan. Selain adanya teacher on set untuk menemani belajar, suasana syuting dibangun sedemikian rupa agar anak-anak merasa sedang bermain sehingga mereka tidak merasa tertekan. |
Berapa lama proses observasi yang dilakukan para pemain di panti asuhan? | Meskipun durasi pastinya tidak disebutkan secara spesifik, Theo Camillo (Millo) dan pemain lainnya melakukan kunjungan intensif untuk mencatat kegiatan sehari-hari anak panti. |