“Sekarang lagi tren banget love scamming. Itu dialami bukan cuma sama yang muda, tapi yang tua juga,” ucapnya.
Lewat Film Balas Budi, Asri Welas dan Gisel Angkat Realita Hubungan

- Judul film Balas Budi menyimpan ironi tentang makna kebaikan.
- Love scamming bisa menimpa siapa saja, tanpa memandang usia.
- Perempuan kerap terjebak karena mengedepankan perasaan.
Film Balas Budi hadir bukan sekadar sebagai tontonan drama, tetapi juga potret nyata tentang relasi yang sering kali tampak baik di permukaan, namun menyimpan persoalan emosional yang dalam. Melalui karakter-karakter yang dekat dengan kehidupan sehari-hari, film Balas Budi mengajak penonton untuk lebih peka terhadap bentuk manipulasi, ketergantungan emosional, hingga relasi yang tidak sehat.
Dalam wawancara eksklusif di IDN HQ pada Selasa (13/1/2026), Asri Welas dan Gisella Anastasia berbagi pandangan mereka tentang pesan film Balas Budi dan realita hubungan yang ingin disampaikan kepada penonton.
Berikut Popmama.com telah merangkum pernyataan Asri Welas dan Giselle Anastasia yang mencerminkan realita hubungan dalam film Balas Budi.
Yuk Ma, disimak!
1. Judul Balas Budi menyimpan ironi tentang makna kebaikan

Asri Welas menjelaskan bahwa judul Balas Budi sengaja dipilih karena memiliki makna yang berlapis. Jika selama ini “balas budi” identik dengan kebaikan dan rasa terima kasih, film ini justru memutarbalikkan makna tersebut.
“Kalau Balas Budi yang normal kan ibarat kebaikan. Tapi di sini kan konteksnya si Budi yang jahat. Budinya nggak baik, jadi harus dibalas,” kata Asri.
Menurut Asri, judul ini menjadi simbol hubungan yang tampak manis di awal, tetapi ternyata dibangun di atas niat yang tidak tulus. Relasi seperti ini sering kali membuat korban merasa berutang secara emosional, padahal perlakuan yang diterima justru menyakitkan.
Film Balas Budi ingin membuka mata penonton bahwa tidak semua bentuk perhatian layak dibalas dengan pengorbanan.
2. Love scamming bisa menimpa siapa saja, bahkan tanpa memandang usia

Gisella Anastasia menyoroti isu love scamming yang menjadi salah satu benang merah dalam film Balas Budi. Menurutnya, penipuan berbasis hubungan kini semakin marak dan sering kali luput disadari karena dibungkus dengan rasa sayang.
Gisel menegaskan bahwa film ini ingin mematahkan anggapan bahwa hanya anak muda yang bisa menjadi korban. Faktanya, orang dewasa hingga orangtua pun rentan terjebak karena kebutuhan emosional, rasa kesepian, atau keinginan untuk merasa dihargai.
Inilah yang membuat pesan film Balas Budi terasa dekat dan relevan bagi banyak keluarga.
3. Perempuan kerap terjebak karena mengedepankan perasaan

Asri Welas juga menyoroti bagaimana perempuan sering kali menjadi pihak yang paling rentan dalam relasi yang manipulatif. Bukan karena lemah, tetapi karena terbiasa menempatkan perasaan dan empati di atas logika.
“Kayaknya penting dilihat supaya cewek-cewek nggak pada kebablasan. Soalnya makin ke sini makin banyak penipuan berkedok cinta,” tuturnya.
Menurut Asri, film Balas Budi menjadi pengingat agar perempuan berani menetapkan batasan dalam hubungan. Ia menekankan bahwa mencintai dan peduli tidak berarti harus mengorbankan diri sendiri. Dengan cerita yang emosional namun realistis, film ini diharapkan bisa menjadi refleksi, bukan sekadar hiburan.
Lewat kisah yang dekat dengan kehidupan nyata, film Balas Budi mengajak penonton untuk lebih jujur melihat dinamika hubungan di sekitar mereka. Bukan untuk menakut-nakuti, tetapi agar setiap orang, khususnya para Mama, bisa lebih peka dan bijak dalam memaknai perhatian, cinta, dan pengorbanan dalam sebuah relasi.
Menurut Mama, pesan mana dari film Balas Budi yang paling terasa relevan dengan kehidupan saat ini?
FAQ Film Balas Budi
| Apakah film Balas Budi terinspirasi dari kisah nyata? | Film Balas Budi tidak secara langsung diadaptasi dari satu kisah nyata tertentu, tetapi terinspirasi dari fenomena sosial yang sering terjadi di masyarakat, terutama relasi manipulatif dan penipuan berbasis emosi yang kian marak. |
| Siapa target penonton utama film Balas Budi? | Film Balas Budi menyasar penonton dewasa, khususnya perempuan dan keluarga, karena mengangkat isu hubungan emosional, manipulasi, serta dinamika psikologis yang membutuhkan kedewasaan dalam memahami ceritanya. |
| Apakah film Balas Budi cocok ditonton bersama pasangan? | Ya, film Balas Budi justru relevan ditonton bersama pasangan karena bisa menjadi bahan refleksi dan diskusi mengenai batasan, komunikasi sehat, serta kesadaran emosional dalam hubungan. |





-VNGXGOzs9c9SzRy2LvKpuXja5mkDxbry.jpg)











