5 Tips untuk Mengatasi Krisis Identitas saat Menjadi Orangtua Baru

Mengalami krisis identitas ketika menjadi orangtua baru itu normal, Ma

12 September 2020

5 Tips Mengatasi Krisis Identitas saat Menjadi Orangtua Baru
Freepik.com/grooveriderz

Menjadi ibu baru bukanlah hal yang mudah. Mama bahkan mungkin akan mengalami krisis identitas antara peran anak, istri, dan Mama.

Bila ini terjadi pada Mama, jangan khawatir, karena hampir semua Mama baru mengalaminya. Menjadi  Mama menyebabkan perubahan besar dalam identitas.

Misalnya, sebelum melahirkan, Mama yakin akan kembali bekerja setelah cuti dan melanjutkan karier.

Tetapi setelah melahirkan, Mama mulai disibukkan dengan aktivitas baru mengurus anak dan rumah tangga.

Terkadang membuat Mama merasa kewalahan sehingga Mama pun cemas ketika membayangkan harus kembali bekerja.

Mama baru secara konstan mengalami perubahan prioritas, yang baik dan sangat diharapkan.

Namun, perubahan ini dapat menyebabkan ketidakseimbangan pada bagian lain di kehidupan Mama.

Pergeseran ini bisa membuat Mama merasa bingung, siapakah Mama dan manakah yang harus diprioritaskan?

Untuk membantu Mama,Popmama.com mengulas 5 tips untuk menghadapi krisis identitas ini. Harapannya, ini dapat memunculkan versi terbaik Mama. Apa saja, ya?

1. Rangkullah perubahan

1. Rangkullah perubahan
Freepik.com/chevanon

Hal pertama yang pertama: Jangan melawan perubahan.

Menerima bahwa hidup berubah terus-menerus sangat penting untuk bergerak menuju diri Mama yang baru.

Apa yang dulu tampak bagus dan terbaik untuk Mama mungkin tidak cocok dengan kondisi Mama sekarang dan itu bukanlah suatu masalah besar.

Lihatlah perubahan itu sebagai peluang yang menarik. Mama harus mundur selangkah dan benar-benar melihat ingin menjadi apa dalam fase kehidupan ini.

Editors' Picks

2. Penuh tekad, tapi jangan keras kepala

2. Penuh tekad, tapi jangan keras kepala
Freepik/user18526052

Sangat mudah untuk menjadi keras kepala tentang jalan hidup. Mama memiliki gagasan konkret tentang seperti apa kehidupan yang Mama harapkan atau rencanakan.

Tetapi sekarang jalan itu telah membawa Mama ke arah yang sama sekali berbeda.

Memiliki bayi mengajarkan Mama mengenai fleksibilitas yang akan membuat segala sesuatunya menjadi lebih mudah. Ini adalah saatnya untuk terbuka pada semua kemungkinan baru, Ma.

3. Fokus pada satu area pada satu waktu

3. Fokus satu area satu waktu
Pixabay/regina_zulauf

Jangan membebani diri sendiri dengan mencoba "menemukan" diri Mama yang baru sekaligus.

Begitu banyak bidang kehidupan yang terpengaruh ketika bayi hadir. Misalnya pekerjaan, hubungan dengan keluarga, dengan suami, atau teman.

Mencoba menangani semuanya sekaligus akan membuat frustrasi dan tidak efektif. Sebaliknya, fokuslah pada satu hal pada satu waktu. Atasi satu hal yang paling banyak mengambil ruang pikiran terlebih dahulu.

Setelah Mama merasa nyaman, Mama melakukan semua yang Mama bisa di area itu, maka tidak masalah untuk melanjutkan ke tahap berikutnya.

4. Terimalah diri Mama yang baru

4. Terimalah diri Mama baru
Freepik

Jangan berpikir bahwa melewati krisis identitas sebagai mencoba menemukan kembali Mama yang lama. Identitas baru Mama muncul setelah si Kecil lahir.

Gunakan identitas baru ini sebagai permulaan lompatan, luangkan waktu untuk memilah-milah apa yang menyebabkan Mama merasa tidak nyaman.

Apakah hubungan atau pekerjaan menjadi berubah? Atau Mama harus mempelajari banyak hal baru?

Jangan buang energi untuk berduka atas perubahan-perubahan yang ada. Sebalinya, gunakan ini untuk mendorong perjalanan Mama menjadi seorang ibu.

5. Pahami bahwa setiap orang mengalaminya

5. Pahami bahwa setiap orang mengalaminya
Freepik

Percayalah, semua orang mengalami perubahan, Ma. Bahkan seorang ibu yang tampak sempurna pun berjuang dengan identitasnya. Ketika Mama mengalami perubahan besar yang diawali dengan kehadiran bayi di dalam keluarga, Mama mungkin akan mengalami pergolakan batin. Ini terjadi pada semua orang, Ma.

Perubahan selalu terjadi di dalam kehidupan. Jadi jangan khawatir, Ma. Ikuti perubahan tersebut dan buat rencana baru.

Baca juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.