Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Tulus Bawakan Kisah Cinta dan Galau di The Sounds Project 2026
Popmama.com/Muhammad Haqqi
  • Tulus memeriahkan hari ketiga The Sounds Project 2026 dengan lagu-lagu dari berbagai fase karier, mengandalkan vokal dan lirik tanpa banyak gimmick panggung.

  • Setlist-nya membawa penonton melalui cinta, kenangan, perpisahan, kehampaan, dan masa muda lewat lagu seperti 'Sewindu', 'Monokrom', 'Sepatu', 'Teh Hijau', serta 'Tujuh Belas'.

  • Penampilan ditutup dengan 'Teman Hidup', setelah 'Hati-Hati di Jalan' menghadirkan nuansa melepas hubungan.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Hari ketiga The Sounds Project 2026 turut dimeriahkan oleh penampilan Tulus yang membawakan sejumlah lagu dari berbagai fase perjalanan musiknya. Dengan karakter vokal dan lirik yang kuat, Tulus berhasil membawa penonton menikmati suasana yang hangat sekaligus penuh perasaan.

Setlist yang dibawakan pun cukup beragam, mulai dari lagu tentang cinta, pertemuan, kenangan, hingga perasaan yang belum sepenuhnya selesai. Beberapa lagu bahkan memiliki nuansa galau yang membuat penonton seolah diajak kembali mengingat kisah atau seseorang dari masa lalu.

Meski tidak banyak menghadirkan gimmick di atas panggung, kekuatan penampilan Tulus justru terasa melalui lagu-lagu yang sudah begitu dekat dengan pendengarnya. Popmama.com telah merangkum beberapa lagu yang dibawakan Tulus di The Sounds Project 2026.

Yuk, disimak selengkapnya!

1. ‘Sewindu’, bikin penonton kembali mengingat masa lalu

Popmama.com/Muhammad Haqqi

Tulus membuka penampilannya dengan ‘Sewindu’, salah satu lagu yang begitu lekat dengan cerita tentang perasaan yang belum benar-benar selesai. Lagu ini menggambarkan seseorang yang masih menyimpan harapan setelah hubungan yang dijalani harus berakhir.

Nuansa melankolis dari ‘Sewindu’ terasa semakin kuat ketika dibawakan di hadapan penonton The Sounds Project 2026. Lantunan lirik tentang penantian dan kenangan membuat lagu ini menjadi salah satu momen yang cocok untuk mengajak penonton kembali mengingat kisah atau seseorang dari masa lalu.

2. ‘Satu Kali’ dan ‘Monokrom’, tentang kenangan dan orang terkasih

Popmama.com/Muhammad Haqqi

Setelah ‘Sewindu’, Tulus melanjutkan penampilannya dengan ‘Satu Kali’ dan ‘Monokrom’. Keduanya membawa suasana yang lebih reflektif, mengajak penonton menikmati lagu tentang kehidupan, waktu, serta sosok-sosok yang memiliki tempat penting dalam perjalanan seseorang.

‘Monokrom’ khususnya memiliki nuansa emosional melalui cerita tentang kenangan dan rasa terima kasih kepada orang-orang yang pernah hadir dalam hidup. Suasana hangat tersebut membuat penampilan Tulus tidak hanya dipenuhi lagu cinta, tetapi juga menjadi ruang bagi penonton untuk mengingat kembali orang-orang berharga dalam hidup mereka.

3. ‘Adu Rayu’ dan ‘Interaksi’, kisah cinta yang berbeda

Popmama.com/Muhammad Haqqi

Memasuki setlist berikutnya, Tulus membawakan ‘Adu Rayu’ dan ‘Interaksi’ yang menghadirkan warna berbeda dalam penampilannya. Kedua lagu tersebut sama-sama membawa cerita tentang hubungan dan perasaan, tetapi dengan sudut pandang yang lebih ringan dan dekat dengan pengalaman jatuh cinta.

‘Interaksi’ seseorang yang ingin kembali membuka hati untuk jatuh cinta, sementara ‘Adu Rayu’ menghadirkan kisah tentang dua orang yang saling mendekati.

Suasana pun terasa lebih hangat setelah sebelumnya penonton diajak larut dalam kenangan lewat ‘Sewindu’, ‘Satu Kali’, dan ‘Monokrom’.

4. ‘Sepatu’ dan ‘Teh Hijau’, kisah cinta hingga rasa hampa

Popmama.com/Muhammad Haqqi

Tulus kemudian membawakan ‘Sepatu’ yang menjadi salah satu lagu dengan cerita cinta yang cukup unik. Lagu ini menggambarkan dua orang yang saling melengkapi, tetapi tidak selalu bisa berjalan bersama dalam hubungan yang diharapkan.

Setelah itu, suasana berlanjut dengan ‘Teh Hijau’ yang menggambarkan fase hampa, lelah secara emosional, hingga mati rasa dalam menjalani kehidupan. Perpindahan dari kisah cinta dalam ‘Sepatu’ menuju perasaan kosong di ‘Teh Hijau’ membuat setlist Tulus semakin menunjukkan beragam sisi emosi manusia.

5. ‘Hati-Hati di Jalan’, tentang melepaskan dengan penuh perasaan

Popmama.com/Muhammad Haqqi

Memasuki bagian yang lebih emosional, Tulus membawakan ‘Hati-Hati di Jalan’ yang mengisahkan seseorang yang memilih melepaskan hubungan, meski masih menyimpan perasaan. Lagu ini terasa dekat dengan pengalaman ketika dua orang harus berpisah dan menjalani kehidupan masing-masing.

Nuansa sendu dari ‘Hati-Hati di Jalan’ membuat suasana penampilan kembali terasa lebih intim. Liriknya seolah mengingatkan bahwa perpisahan tidak selalu berakhir dengan kebencian, karena terkadang seseorang hanya ingin orang yang pernah dicintainya tetap baik-baik saja.

6. ‘Tujuh Belas’, mengingat kembali masa muda

Popmama.com/Muhammad Haqqi

Tulus juga membawakan ‘Tujuh Belas’, lagu yang mengajak pendengarnya kembali mengingat masa muda. Lagu ini membawa pesan tentang semangat, kebebasan, dan berbagai hal sederhana yang terasa begitu dekat dengan kehidupan saat beranjak dewasa.

Di tengah setlist yang banyak mengangkat cerita cinta dan perasaan, ‘Tujuh Belas’ memberikan warna yang lebih cerah dalam penampilan Tulus. Penonton pun diajak sejenak meninggalkan suasana melankolis dan menikmati kembali kenangan tentang masa muda yang penuh cerita.

7. ‘Teman Hidup’, menutup penampilan dengan hangat

Popmama.com/Muhammad Haqqi

Sebagai penutup, Tulus membawakan ‘Teman Hidup’ yang membawa suasana lebih hangat setelah sebelumnya penonton diajak melewati berbagai cerita tentang cinta, kenangan, hingga perasaan kehilangan. Lagu ini menggambarkan keinginan untuk menjalani kehidupan bersama seseorang yang dicintai dan menjadi teman dalam berbagai keadaan.

Penampilan Tulus pun berakhir dengan suasana yang lebih manis dan penuh harapan. Setelah membawakan sejumlah lagu dengan beragam emosi, ‘Teman Hidup’ menjadi penutup yang pas untuk meninggalkan kesan hangat bagi penonton The Sounds Project 2026.

Penampilan Tulus di The Sounds Project 2026 menunjukkan bahwa kekuatan sebuah pertunjukan tidak selalu datang dari kejutan besar di atas panggung. Lewat lagu-lagu yang dekat dengan berbagai pengalaman hidup, Tulus berhasil membawa penonton melewati cerita tentang cinta, kenangan, rasa kehilangan, hingga harapan.

Dari ‘Sewindu’ yang penuh nostalgia, ‘Hati-Hati di Jalan’ yang emosional, hingga ‘Teman Hidup’ sebagai penutup, setiap lagu memberikan warna tersendiri. Setlist tersebut membuat penampilan Tulus terasa seperti perjalanan menyusuri berbagai perasaan yang mungkin pernah dialami banyak orang.

Curated For You

Editorial Team

Related Article