TUTUP
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

5 Penyebab Kelahiran Prematur yang Harus Diwaspadai

Yuk, lebih aware lagi karena penyebab kelahiran prematur jarang diketahui!

8 Juli 2022

5 Penyebab Kelahiran Prematur Harus Diwaspadai
Pexels/Dominika Roseclay

Kehamilan adalah masa yang membahagiakan sekaligus mendebarkan. Hal Ini lantaran Mama harus ekstra menjaga diri agar janin dalam kandungan tetap sehat. 

Beragam cara pun dilakukan dengan dukungan dan bantuan pasangan untuk menjaga kehamilan. Sehingga, janin tumbuh optimal sampai waktu persalinan tiba.

Nah, salah satu yang kerap dikhawatirkan banyak pasangan adalah risiko kelahiran prematur. Artinya, janin lahir sebelum minggu ke-37. Bayi lahir lebih dulu dari waktu perkiraan persalinan.

Meski mengkhawatirkan, ternyata masih banyak yang belum mengetahui penyebab kelahiran prematur. Padahal dengan mengetahui penyebabnya, Mama dan Papa bisa saling bekerjasama untuk menjaga kehamilan, sehingga janin tidak berisiko lahir prematur.

Apa saja saja penyebab kelahiran prematur? Berikut Popmama.com telah mengulas jawabannya.

1. Pahami pengertian kelahiran prematur

1. Pahami pengertian kelahiran prematur
Pexels/Amina Filkins

Normalnya, kelahiran terjadi setelah usia kehamilan 38-42 minggu. Namun, dalam beberapa kasus, bayi lahir lebih awal dari target perkiraan kelahiran. 

Misalnya, seminggu lebih cepat atau malah seminggu lebih lambat.

Dilansir Mayo Clinic, jika bayi lahir sebelum 37 minggu, maka kelahirannya prematur. Biasanya ditandai dengan pecahnya ketuban dini atau ketuban pecah sebelum persalinan. 

Bayi yang lahir prematur umumnya memiliki tubuh yang lebih kecil. Selain itu, kemampuan mengisap dan menelan pada bayi masih belum berfungsi sempurna. Akibatnya bayi sulit menyusu pada ibu untuk mendapat ASI.

Karena masih kesulitan mengisap, bayi prematur harus dibantu alat medis untuk mendapatkan asupan dan nutrisi. Selain itu, suhu bayi prematur biasanya lebih rendah daripada bayi yang lahir normal.

Gangguan kesehatan pada bayi yang lahir prematur cukup sering terjadi. Pasalnya, bayi yang lahir lebih cepat dengan organ tubuh yang masih belum berkembang maksimal.

Padahal, minggu-minggu terakhir menuju waktu persalinan adalah masa penting. Di tahap ini, terjadi pembentukan organ vital seperti paru-paru dan otak.

Selain itu, bayi juga mengalami peningkatan berat badan di masa minggu terakhir. Apabila lahir prematur, bayi belum melewati masa-masa penting tersebut.

Nah, pertanyaan yang sering muncul adalah, mengapa bayi bisa lahir prematur? Penyebab kelahiran prematur cukup beragam.

Penyebabnya tidak bisa digeneralisasi karena infeksi saja. Faktor kondisi kehamilan dan kondisi ibu juga turut memengaruhi.

Editors' Picks

2. Beragam penyebab kelahiran prematur

2. Beragam penyebab kelahiran prematur
Pexels/Polina Tankilevitch

Penyebab kelahiran prematur sering kali tidak diketahui. Mirisnya lagi, kelahiran prematur menjadi faktor utama tingginya angka kematian bayi.

Sebagian besar ibu menyadari kelahiran prematur baru setelah ketuban pecah dini sebelum persalinan.

Berikut ini adalah 5 penyebab kelahiran prematur:

  • Komplikasi

Adanya penyakit lain yang diderita ibu saat kehamilan dapat menyebabkan kelahiran prematur, seperti diabetes gestasional, tekanan darah tinggi, pre-eklampsia, plasenta previa (plasenta menempel pada leher rahim), atau abruptio plasenta (plasenta memisahkan diri dari dinding rahim sebelum bayi lahir).

  • Gaya hidup yang buruk

Kebiasan merokok saat hamil, mengonsumsi alkohol, dan mengonsumsi makanan rendah nutrisi menjadi penyebab kelahiran prematur. 

Kandungan rokok, alkohol, atau obat-obat terlarang dapat mengganggu tumbuh kembang janin. Bahkan, kandungan tersebut dapat merusak fungsi pembuluh darah plasenta yang menyuplai nutrisi dan oksigen. 

  • Infeksi bakteri

Penyebab kelahiran prematur berikutnya adalah infeksi bakteri pada sistem reproduksi dan saluran kemih.

Senyawa yang ada pada bakteri dapat melemahkan saluran kemih dan membuat lapisan di sekitar cairan ketuban melemah. Akibatnya, ketuban pecah lebih dini. Selain itu, infeksi bakteri dapat menyebabkan peradangan pada rahim.

Beberapa contoh infeksi yang dapat menyebabkan kelahiran prematur:

  1. Infeksi Penyakit Menular Seksual (PMS) seperti klamidia, gonore, dan trikomoniasis
  2. Infeksi rahim, seperti infeksi pada cairan ketuban dan area vagina (bacterial vaginosis/BV)
  3. Infeksi pada bagian tubuh lain, seperti infeksi pada ginjal, pneumonia, radang usus buntu, dan infeksi saluran kemih
  • Struktur rahim atau leher rahim

Rahim adalah organ tubuh yang unik. Bentuk dan ukuran rahim setiap perempuan juga berbeda-beda. 

Nah, kelainan rahim ditandai dengan ukuran leher rahim yang pendek atau kurang dari 2,5 cm. Selain itu, rahim tidak tertutup, leher rahim tipis, atau leher rahim membuka-menutup tanpa kontraksi.

Penyebab kelainan ini pun bermacam-macam. Kelainan memang sudah ada sejak lahir atau juga bisa disebabkan operasi.

  • Faktor lainnya

Selain keempat penyebab tersebut, faktor-faktor lain yang memicu kelahiran prematur contohnya, ibu hamil di usia yang masih muda, yakni kurang dari 17 tahun.

Sebaliknya, hamil di umur lebih dari 35 tahun juga berisiko kelahiran prematur.

Apabila perempuan pernah mengalami keguguran, risiko kelahiran prematur juga cukup tinggi. Lalu, ibu yang memiliki cairan ketuban berlebih cukup rentan mengalami kelahiran prematur.

Usahakan Mama rileks dan bahagia selama kehamilan. Mengapa? Stres akibat tekanan fisik atau aktivitas yang padat dapat menyebabkan gangguan kehamilan sampai kelahiran prematur.

3. Gejala kelahiran prematur yang patut diwaspadai

3. Gejala kelahiran prematur patut diwaspadai
Pexels/Rene Asmussen

Selain ketubah pecah lebih dini, gejala kelahiran prematur bisa diraskaan. Gejalanya serupa dengan tanda hendak melahirkan.

Apa saja gejalanya?

  • Nyeri pinggang
  • Vagina mengalami pendarahan
  • Kontraksi setiap 10 menit
  • Kram di perut bagian bawah
  • Keluar cairan serta lendir yang semakin banyak dari vagina
  • Bagian panggul dan vagina mengalami peningkatan tekanan
  • Mual
  • Muntah

4. Inilah kondisi dan ciri-ciri bayi yang lahir prematur

4. Inilah kondisi ciri-ciri bayi lahir prematur
Pexels/Yan Krukov

Berdasarkan fisiknya, bayi yang lahir prematur berbeda dengan bayi yang lahir normal. Dilansir Mayo Clinic, ada beberapa ciri yang terlihat pada bayi yang lahir prematur.

Ciri dan kondisi ini bersifat umum, ya. Dalam kasus tertentu, ciri ini dapat berbeda karena tergantung tingkat kompleksitas kelahiran prematur yang dialami.

  • Ukuran tubuh bayi cenderung lebih kecil
  • Ukuran kepalanya sedikit lebih besar
  • Bentuk tubuh bayi terlihat lebih tajam atau tidak sebulat bayi yang lahir normal. Hal ini terjadi karena bayi kekurangan lemak
  • Rambut halus dan lebat hampir menutupi tubuh
  • Suhu tubuh rendah
  • Rentan mengalami gangguan pernapasan karena perkembangan paru-paru belum sempurna
  • Sulit mengisap dan menelan
  • Sulit mendapatkan asupan makanan

5. Cara tepat menangani bayi yang lahir prematur

5. Cara tepat menangani bayi lahir prematur
Pexels/Yan Krukov

Setelah lahir, bayi prematur akan dirawat intensif di ruang khusus, seperti ruang NICU (Neonatal Intensive Care Unit).

Lamanya perawatan akan disesuaikan dengan kondisi bayi sampai organ tubuh berkembang. Jika kondisinya sudah stabil tanpa perawatan tenaga medis, bayi sudah bisa dibawa pulang.

Perawatan bayi yang lahir prematur tidak boleh sembarangan. Mama dan Papa tidak bisa merawatnya sendiri. Terlebih jika kondisi bayi masih sangat berisiko mengalami komplikasi.

Perawatan khusus pada bayi yang lahir prematur ini biasanya dilakukan oleh dokter:

  • Bayi dimasukkan ke dalam inkubator agar suhu tubuhnya tetap hangat
  • Memasang sensor di tubuh bayi. Tujuannya untuk memantau sistem pernapasan, detak jantung, tekanan darah, dan suhu tubuh
  • Untuk asupan ASI, bayi mendapatkannya dari sela yang terpasang di hidup atau mulutnya
  • Bayi dipasang infus untuk menjaga asupan cairan dan nutrisi
  • Bayi mendapatkan terapi sinar untuk mengurangi warna kuning jika bayi lahir dengan penyakit kuning
  • Bayi menerima transfusi darah untuk meningkatkan jumlah sel darah. Cara penanganan ini dilakukan bila pembentukan sel darah merah bayi belum sempurna
  • Bayi akan dites darahnya untuk mengetahui kadar zat di dalam tubuh, seperti kalsium, glukosa, dan bilirubin
  • Bayi menjalani pemeriksaan USG untuk mengetahui kemungkinan pendarahan atau kelainan
  • Pemeriksaan jantung bayi secaar berkala
  • Pemeriksaan mata untuk memastikan bayi terhindar dari cacat pada indera penglihatan

Meskipun penyebab kelahiran prematur sulit dideteksi, tapi Mama tetap harus berhati-hati, ya. Selalu terapkan gaya hidup sehat dan periksakan diri ke dokter secara teratur. Sehingga, Mama tahu perkembangan janin yang ada di perut. 

Baca Juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.

Mama CerdAZ

Ikon Mama CerdAZ

Panduan kehamilan mingguan untuk Mama/Ibu, lengkap dengan artikel dan perhitungan perencanaan persalinan

Cari tahu yuk