Usia Kehamilan Melewati HPL, Mengapa Bisa Terjadi?

Tetap tenang dan ikuti apa petunjuk dokter

22 Februari 2020

Usia Kehamilan Melewati HPL, Mengapa Bisa Terjadi
Pixabay/mvorocha

Secara umum, persalinan terjadi pada usia kehamilan 38 minggu hingga 40 minggu. Itulah yang disebut sebagai full-term pregnancies.

Namun, tak jarang sebagian ibu hamil justru melewati hariperkiraanlahir atau HPL.

Melahirkan saat usia kehamilan di atas 40 minggu tentu punya risiko tersendiri.

Yuk, simak informasi yang Popmama.comrangkum dari verywellfamily mengenai kehamilan melewati HPL.

1. Istilah penting seputar waktu kelahiran

1. Istilah penting seputar waktu kelahiran
Freepik/pch.vector

Kelahiran bayi ternyata ada frame waktu tersendiri, Ma. Secara medis, waktu persalinan terbagi dalam empat kelompok, yaitu:

  • Early term” – usia 37 minggu 0 hari hingga 38 minggu 6 hari
  • Full-term” – usia 39 minggu 0 hari hingga 40 minggu 6 hari
  • Late-term” – usia 41 minggu 0 hari hingga 41 minggu 6 hari
  • Post-term” – usia 42 minggu 0 hari dan seterusnya

2. Sekitar 10% kehamilan mencapai usia 42 minggu

2. Sekitar 10% kehamilan mencapai usia 42 minggu
Pexels/Daniel Reche

Demikian pernyataan yang dikeluarkan oleh American College of Obstetricians and Gynecologists. Namun, kadang hal itu terjadi karena kurang akuratnya menghitung HPL tadi, Ma.

Bagaimanapun juga menghitung HPL itu bisa agak tricky.

Sulit untuk memperkirakan dengan tepat usia janin. Itulah mengapa istilah hari perkiraan lahir kadang bisa meleset 1-2 minggu dari usia janin sebenarnya.

Editors' Picks

3. Penyebab HPL bisa tidak akurat

3. Penyebab HPL bisa tidak akurat
Unsplash/Adam Tinworth

Ada banyak alasan mengapa perhitungan HPL kadang tidak akurat. Mulai dari periode menstruasi  tidak teratur, ibu hamil tidak menguraikan semua informasi terkait menstruasi secara rinci pada dokter/bidan, hingga salah mengenali tanda-tanda awal kehamilan.

Selain kesalahan menghitung HPL, kehamilan melewati HPL ternyata juga dipengaruhi oleh riwayat kehamilan dalam keluarga orang tua bayi.

Mama bisa mengecek pada orang tua atau mertua, apakah Mama atau suami, maupun anggota keluarga lainnya pernah mengalami hal serupa.

Masa kehamilan lebih panjang ini bisa saja dialami Mama jika dalam keluarga besar ada riwayat kehamilan demikian.

Namun, Mama juga perlu tahu beberapa metode yang biasa dipakai dokter untuk menentukan HPL, antara lain:

  • Berdasarkan hari terakhir ovulasi
  • Berdasarkan hari pertama menstruasi terakhir
  • Pemeriksaan klinis pada ukuran rahim
  • Laporan gerakan pertama janin, umumnya terjadi pada usia kandungan 16-20 minggu
  • Detak jantung pertama yang terdeteksi, rata-rata pada usia kandungan 18-20 minggu
  • USG pada masa awal kehamilan bisa memperkirakan usia janin sekitar 7-10 hari, tetapi cara ini tidak selalu efektif.

4. Apa yang terjadi setelah lewat usia 40 minggu?

4. Apa terjadi setelah lewat usia 40 minggu
Freepik/pressfoto

Setelah melewati usia kehamilan 40 minggu, umumnya dokter/bidan akan melakukan beberapa prosedur guna memastikan kondisi kesehatan Mama dan janin, seperti non-stress test (NST) dan biophysical profile (BPP).

Dalam prosedur NST, detak jantung bayi akan diukur dan dipantau selama 20-40menit. Sementara dalam BPP, dokter akan melakukan USG dan memeriksa pergerakan bayi secara mendetail, seperti tangan dan kaki, badan, otot dada, dan mengukur volume cairan ketuban.

Hasil kedua tes tersebut akan menjadi dasar dokter dalam mengambil keputusan tindakan apa yang perlu dilakukan. Bisa saja Mama justru dipersilakan pulang dan menanti tanda-tanda melahirkan muncul dengan sendirinya.

Atau dokter memutuskan untuk induksi guna mempercepat kelahiran karena ada kondisi medis tertentu yang bisa berbahaya bagi keselamatan Mama dan bayi.

5. Risiko yang muncul pada kehamilan lewat HPL

5. Risiko muncul kehamilan lewat HPL
Freepik/Yanalya

Beberapa penelitian mengungkapkan risiko yang mungkin muncul ketika usia kandungan melewati HPL, seperti:

  • Risiko infeksi dan/atau tekanan darah tinggi pada ibu
  • Melahirkan melalui prosedur operasi
  • Meningkatkan risiko penggunaan alat bantu saat proses persalinan
  • Risiko perobekan vagina karena bayi terlahir besar
  • Cairan ketuban berkurang
  • Kemungkinan mekonium (feses pertama bayi baru lahir) lebih kental dan pekat
  • Kemungkinan bayi dirawat dalam NICU

Jika Mama mengalami hal ini, tetap tenang dan ikuti petunjuk dokter. Jangan ragu untuk memperbanyak aktivitas fisik ringan, seperti jalan kaki, guna merangsang bayi keluar. Tetap pantau kontraksi atau tanda-tanda melahirkan lainnya. Segera hubungi dokter/bidan jika tanda-tanda melahirkan sudah mulai terlihat.

Semoga persalinan Mama lancar ya!

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.