5 Penyebab Bayi Telat Lahir Melewati HPL, Jangan Disepelekan ya, Ma!

Ada banyak faktor yang menjadi penyebab bayi telat lahir, jangan disepelekan ya Ma!

2 April 2021

5 Penyebab Bayi Telat Lahir Melewati HPL, Jangan Disepelekan ya, Ma
Pexels/Lisa Fotios

Selain bayi lahir prematur, kondisi bayi telat lahir juga bisa saja terjadi. Momen menyambut kelahiran bayi merupakan suatu hal yang mendebarkan namun juga membahagiakan. Sebagai momen yang dinanti-nanti, berbagai macam persiapan biasanya akan Mama lakukan, terlebih saat menjelang hari kelahiran tiba.

Sayang saat segala persiapan telah siap, ada beberapa calon mama yang harus menghadapi beberapa permasalahan sebelum melahirkan.

Diantaranya seperti kontraksi yang tak kunjung datang padahal hari perkiraan lahir bayi sudah dekat. Hal ini seringkali menyebabkan bayi telat lahir.

Mama yang mengalami hal ini sebenarnya perlu tahu bahwa tanggal yang sudah ditentukan oleh dokter tidaklah mutlak dan dapat mundur beberapa hari, bahkan dapat mundur hingga seminggu lebih.

Ini sebenarnya bukan hal yang perlu dikhawatirkan namun Mama harus tahu bahwa ada beberapa penyebab bayi telat lahir.

Berikut ini Popmama.com telah merangkum beberapa di antaranya:

1. Kegemukan

1. Kegemukan
Unsplash/I Yunmai

Faktor kegemukan bisa menjadi salah satu penyebab bayi telat lahir, Ma. Maka dari itu, untuk meminimalkan kegemukan saat hamil, sebaiknya Mama mengonsumsi banyak makanan bergizi, seperti aneka jenis sayuran, buah-buahan, daging tanpa lemak, dan susu.

Hindari makanan yang yang mengandung lemak jahat karena selain dapat memengaruhi berat badan, juga tak baik untuk kesehatan.

Mama nggak mau kan karena kegemukan bayi jadi telat lahir?

Editors' Picks

2. Kebutuhan kadar enzim sulfatase dalam plasenta tidak terpenuhi

2. Kebutuhan kadar enzim sulfatase dalam plasenta tidak terpenuhi
Freepik/Pressfoto.ru

Penyebab bayi telat lahir berikutnya mungkin dikarenakan kebutuhan kadar enzim sulfatase dalam plasenta tidak terpenuhi dengan cukup. Enzim sulfatase sendiri dihasilkan oleh organel sel lisosom yang terdapat pada tubuh.

Untuk mencukupi kadar enzim sulfatase, Mama cukup melengkapi kebutuhan gizi, melakukan olahraga seperti senam hamil, hindari stres, hingga beristirahat yang cukup, tak terkecuali menjelang waktu persalinan.

3. Kelainan pada janin

3. Kelainan janin
Pexabay/PublicDomainPictures

Kelainan pada janin juga merupakan salah satu faktor yang bisa menyebabkan bayi telat lahir. Kelainan tersebut diantaranya pertumbuhan tulang yang tidak normal, posisi janin yang salah, kelainan genetik, atau terjadi kelainan pada otak. Karena kelainan ini bisa terjadi pada siapa saja,  Mama harus menjaga kesehatan dengan baik selama masa kehamilan.

4. Mengalami peradangan

4. Mengalami peradangan
Freepik/Pressfoto

Perubahan hormon memang akan Mama alami selama kehamilan, termasuk perubahan hormon tiroid. Meski jarang terjadi, beberapa ibu hamil terbilang rentan untuk mengalami peradangan pada kelenjar tiroid.

Mama tak boleh menyepelekan hal ini, karena peradangan kelenjar tiroid bisa menyebabkan terjadinya hipotiroidisme, yaitu kondisi kekurangan hormon tiroid akibat kinerja kelenjar tiroid tidak berfungsi secara semestinya. 

Mama harus waspada akan kondisi ini karena jika tidak segera diatasi, bisa saja bayi telat lahir, bahkan bisa pula berefek terhadap perkembangan bayi dalam kandungan. 

5. Adanya riwayat turunan

5. Ada riwayat turunan
Freepik/Yanalya

Bayi telat lahir juga bisa disebabkan karena faktor genetik dari keluarga.Apabila Mama sudah mengetahui adanya riwayat turunan pada keluarga yang telat melahirkan, Mama tak perlu khawatir berlebih. Sebab ada berbagai tindak pencegahan yang bisa Mama lakukan termasukan melakukan senam hamil dalam upaya merangsang persalinan.

Jangan sepelekan lima penyebab bayi telat lahir di atas. Mama sebaiknya berkonsultasi pada dokter apa saja yang bisa dilakukan untuk merangsang persalinan. Namun, pastikan juga Mama tetap rileks agar janin juga tidak stres yang justru bisa membahayakan keselamatannya ya, Ma.

Tetap semangat!

Baca juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.