Buang Air Besar saat Persalinan Normal, Akankah Membahayakan Bayi?

Kejadian seperti ini seringkali membuat malu para calon Mama

11 Februari 2022

Buang Air Besar saat Persalinan Normal, Akankah Membahayakan Bayi
Freepik/Freestockcenter

Saat menghadapi momen persalinan, banyak hal tak disangka-sangka yang bisa terjadi. Mulai dari waktu persalinan yang terasa sangat panjang, nyeri yang mungkin tidak dibayangkan sebelumnya, sampai kejadian yang membuat malu.

Salah satunya adalah buang air besar saat persalinan normal. Meski mungkin hal ini dianggap sebagai sesuatu yang biasa dan wajar terjadi, namun ibu hamil sering khawatir dan tidak ingin sampai mengalaminya.

Terbayang rasa malu saat sedang dikelilingi oleh orang tersayang dan para dokter atau bidan, kemudian ketika mengejan yang muncul justru efek buang air besar.

Nah, yuk ketahui dulu serba-serbi buang air besar saat persalinan normal, seperti telah dirangkum Popmama.com dari berbagai sumber berikut ini:

1. Buang air besar saat persalinan normal, wajar atau tidak?

1. Buang air besar saat persalinan normal, wajar atau tidak
Pixabay/Parentingupstream

Dilansir She Knows, ketakutan dan rasa khawatir yang dialami oleh ibu hamil akan buang air besar saat persalinan normal adalah hal yang wajar. Namun disebutkan bahwa sebenarnya hal seperti ini tidak perlu dipikirkan.

Menurut bidan dari Ohio State University Wexner Medical Center, Laurie MacLeod, buang air besar saat persalinan adalah proses fisiologis yang normal. Para tenaga medis pun tidak akan mempermasalahkan hal ini karena prioritas adalah proses pengejanan efektif dan bayi lahir dengan sehat.

MacLeod bahkan menyebut bahwa ketika seorang pasien buang air besar saat persalinan normal, ini berarti ia sudah mengejan secara efektif.

“Buang air besar yang terjadi secara alami selama persalinan mungkin tidak seburuk kedengarannya, cukup dibersihkan dan minimalkan perhatian orang lain dari hal tersebut,” ungkap MacLeod.

Sebenarnya sebelum memasuki proses pengejanan persalinan, Mama diperbolehkan untuk menggunakan toilet. Namun kadang-kadang keinginan untuk buang air besar belum ada.

Kemudian selama proses persalinan sebagian besar ibu hamil akan banyak minum dan makan camilan seperti buah, yang kemudian memungkinkan ia buang air besar.

Editors' Picks

2. Kaitan epidural dengan risiko buang air besar saat persalinan

2. Kaitan epidural risiko buang air besar saat persalinan
Freepik

Banyak perempuan yang percaya bahwa penggunaan epidural bisa memengaruhi risiko terjadinya buang air besar saat persalinan. Ini karena rasa nyeri akan diminimalkan dan pengejanan berlebihan pun akan terhindari.

Namun nyatanya, dikutip dari Parenting First Cry, dengan penggunaan epidural atau tidak tubuh tetap menyadari bahwa persalinan sedang terjadi dan bayi akan segera dilahirkan.

Otot-otot yang digunakan saat mengejan akan tetap aktif. Bahkan sebenarnya Mama bisa saja sudah buang air besar selama proses persalinan, namun efek dari epirudal membuat Mama tidak menyadari hal tersebut.

Jadi, pada intinya tidak ada kaitan berarti antara penggunaan epidural dengan penurunan risiko buang air besar selama persalinan, Ma.

3. Penyebab buang air besar saat persalinan normal

3. Penyebab buang air besar saat persalinan normal
Freepik/Wavebreakmedia

Penelitian menunjukkan bahwa faktanya sebagian besar perempuan yang melahirkan secara normal akan mengalami buang air besar dalam proses tersebut. Salah satu penyebabnya terkait dengan mengejan.

Dilansir Baby Gaga, ada tiga tahap proses persalinan. Pada tahap pertama, bayi perlahan-lahan turun ke saluran serviks. Ketika serviks sepenuhnya membesar hingga 10 sentimeter, tahap kedua persalinan dapat dimulai.

Di tahap dua, saatnya untuk mengejan. Ketika dokter, perawat, atau bidan memberi Mama lampu hijau untuk mengejan, ini saatnya Mama mendorong sekuat tenaga untuk melakukannya. Ini berarti selama kontraksi, Mama perlu menekan area panggul ke bawah.

Nah, antara mengejan untuk buang air besar dan mengejan untuk mendorong bayi keluar memiliki gerakan dari otot yang sama.

Ditambah lagi, dibutuhkan banyak kekuatan fisik untuk bisa membuat bayi terlahir dengan selamat. Mama pun harus menggunakan semua upaya yang ada dan mengejan lebih keras lagi. Inilah sebabnya mengapa banyak perempuan mengalami buang air besar selama persalinan aktif.

Selain itu, kontraksi juga dapat menyebabkan Mama buang air besar saat persalinan. Selama kontraksi, otot-otot rahim mengencang dan perut menjadi keras. Pengencangan berulang ini membantu bayi melewati jalan lahir, sekaligus dapat membuat Mama menjadi buang air besar.

4. Efek positif buang air besar saat persalinan

4. Efek positif buang air besar saat persalinan
Freepik/Dasit

Mama tak perlu khawatir jika sampai mengalami buang air besar saat persalinan, sebab tim dokter, perawat dan bidan berpengalaman akan tetap membantu Mama dan melanjutkan tugas utamanya yakni menolong persalinan.

Bayi tidak akan sampai terkena tinja karena pada dasarnya proses persalinan normal juga bukan aktivitas steril. Selain kemungkinan mengeluarkan tinja, Mama juga akan mengeluarkan komponen tak bersih lainnya seperti lokia (darah bercampur lendir, air ketuban dan kadang-kadang urine.

Dokter dan tenaga medis lain akan berupaya untuk melakukan proses persalinan yang bersih dan bebas dari infeksi, oleh sebab itu apabila Mama sampai buang air besar saat persalinan tentunya tim medis akan segera membersihkan tinja dan menutup daerah anus untuk melindungi bayi.

Salah satu efek positif dari buang air besar saat persalinan adalah Mama terhindari dari nyeri dan sembelit setelah melahirkan. Ini merupakan kondisi yang juga banyak dikeluhkan oleh para Mama setelah melahirkan.

Ya, setelah melahirkan, bekas jahitan, tinja yang keras dan rasa trauma kerap membuat proses buang air besar setelah melahirkan terasa menyakitkan. Oleh sebab itu, Mama justru beruntung jika sudah buang air besar terlebih dahulu bukan?

5. Cara melancarkan buang air besar sebelum persalinan

5. Cara melancarkan buang air besar sebelum persalinan
Freepik

Tak ada salahnya jika Mama juga berupaya untuk melancarkan buang air besar sebelum proses persalinan dilakukan. Cara-cara ini supaya sistem pencernaan tetap bergerak aktif dan Mama terhindari dari buang air besar saat persalinan (jika Mama beanr-benar tidak menginginkannya).

Berikut beberapa cara yang bisa Mama lakukan untuk melancarkan buang air besar sebelum persalinan:

  • Makan banyak serat

Memperbanyak konsumsi serat menjelang kelahiran tidak hanya baik untuk bayi, tetapi juga membantu tubuh Mama secara alami membersihkan tinja ketika rahim mulai berkontraksi

  • Perbanyak mencoba ke kamar mandi

Pada tahap awal persalinan, jika memang masih memungkinkan cobalah untuk sering ke kamar mandi untuk memberikan tubuh Mama kesempatan buang air besar sebelum proses persalinan

  • Jangan lupa banyak minum air putih

Minum cukup air putih akan membantu membuat usus tetap aktif bergerak dan melancarkan buang air besar sebelum persalinan Pada tahap awal persalinan, jika memang masih memungkinkan cobalah untuk sering ke kamar mandi untuk memberikan tubuh Mama kesempatan buang air besar sebelum proses persalinan

Jadi, pada intinya Mama tidak perlu terlalu cemas jika nantinya buang air besar saat persalinan normal. Ini adalah hal yang wajar dan justru menjadi pertanda baik bahwa Mama sudah mengejan dengan otot yang benar.

Baca juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.

Mama CerdAZ

Ikon Mama CerdAZ

Panduan kehamilan mingguan untuk Mama/Ibu, lengkap dengan artikel dan perhitungan perencanaan persalinan

Cari tahu yuk