Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
Bisakah Organ Vital Perempuan Kembali Lagi setelah Melahirkan?
Popmama.com/Nadya Julyanti/AI

  • dr. Gita Nurul menjelaskan bahwa organ vital perempuan bisa pulih pascamelahirkan dengan latihan otot dasar panggul seperti senam kegel yang direkomendasikan WHO untuk mengembalikan elastisitas dan kekuatan otot.
  • Asupan nutrisi, vitamin, mineral, serta hidrasi cukup berperan penting dalam mempercepat regenerasi jaringan dan menjaga elastisitas otot panggul sesuai panduan FIGO dan EFSA.
  • Menjaga berat badan ideal membantu meringankan beban otot panggul, karena obesitas dapat memperlambat proses pemulihan dan meningkatkan tekanan pada organ reproduksi.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Setelah melewati perjuangan luar biasa saat melahirkan si Kecil, wajar sekali jika Mama merasa ada yang berubah dari tubuh sendiri. Salah satu yang paling sering mengusik pikiran tapi mungkin Mama malu untuk menanyakannya secara langsung adalah kondisi organ vital. Banyak Mama merasa area kewanitaan menjadi lebih "longgar" atau tidak sekencang dulu sebelum masa kehamilan.

Tenang ya Ma, perasaan khawatir ini sangat manusiawi dan dialami oleh hampir semua perempuan pascapersalinan. Secara anatomi, vagina memang didesain sangat elastis untuk menjadi jalan lahir. Namun, bukan berarti setelah melahirkan area tersebut akan kehilangan kekuatannya selamanya. Tubuh perempuan memiliki kemampuan hebat untuk pulih, asalkan kita memberikan stimulus dan perawatan yang tepat dari luar maupun dalam.

Menariknya, rahasia pemulihan ini ternyata bisa dilakukan dengan langkah-langkah yang cukup sederhana. Melansir dari obrolan seru di podcast Heart to Health milik Gritte Agatha, dr. Gita Nurul, OBGYN, Urogin RE, membagikan berbagai tips medis yang sangat aplikatif untuk para Mama. Beliau menekankan bahwa dengan pendekatan yang tepat, otot-otot yang sempat meregang tersebut bisa dilatih kembali kekuatannya.

Pemulihan organ vital bukan hanya soal kepuasan saat berhubungan intim dengan Papa saja, lho. Otot dasar panggul yang kuat sangat penting untuk menyangga organ reproduksi Mama dan mencegah masalah kesehatan di masa depan. Nah, supaya Mama makin paham cara mengatasinya, Popmama.com sudah merangkum penjelasan lengkap dari dr. Gita Nurul beserta dukungan data kesehatan internasional berikut ini

1. Rutin melatih otot dasar panggul dengan senam kegel

Popmama.com/Nadya Julyanti/AI

Langkah pertama yang paling disarankan oleh para ahli adalah dengan memperlakukan area kewanitaan selayaknya otot tubuh lainnya yang perlu dilatih. Jika otot lengan bisa kencang karena angkat beban, maka otot panggul pun butuh stimulasi gerakan yang konsisten agar elastisitasnya kembali seperti semula. Mama tidak perlu alat mahal, cukup lakukan gerakan kontraksi yang fokus pada otot bagian bawah secara rutin setiap hari di rumah.

Terkait hal ini, dr. Gita Nurul, OBGYN, Urogin RE, menjelaskan bahwa dasar dari organ tersebut memanglah otot yang fleksibel. Dalam podcast bersama Gritte Agatha, beliau menekankan pentingnya olahraga khusus bagi para Mama:

"Supaya optimal kita bisa bantu dengan olahraga untuk otot dasar panggul. Ini kan sebenernya basic-nya dia otot juga nih. Jadi seperti halnya kita melatih otot bagian tubuh yang lain, kita juga bisa olahragain otot dasar panggul kita teman-teman. Jadi bisa dengan latihan otot dasar panggul atau mungkin teman-teman dirumah ada yang lebih familiar dengan senam kegel, itu yang bisa dilakukan secara mandiri," jelasnya.

Penjelasan dr. Gita ini sejalan dengan panduan dari World Health Organization (WHO) yang merekomendasikan Pelvic Floor Muscle Training (PFMT) sebagai standar pemulihan pascapersalinan. Latihan kegel yang dilakukan secara konsisten terbukti secara klinis mempercepat penguatan otot penyangga rahim dan vagina. Dengan disiplin, Mama akan merasakan area sensitif lebih kuat dan kontrol otot yang lebih baik saat beraktivitas maupun saat bersama Papa.

2. Memenuhi kebutuhan nutrisi, vitamin, dan mineral

Popmama.com/Nadya Julyanti/AI

Selain latihan fisik, apa yang Mama konsumsi setiap hari juga memegang peranan krusial dalam proses perbaikan jaringan. Banyak Mama yang hanya fokus pada asupan kalori agar bertenaga saat menyusui, padahal pembentukan kolagen dan perbaikan sel otot yang sempat meregang butuh nutrisi yang jauh lebih spesifik. Tanpa bahan baku yang tepat dari makanan, otot dasar panggul akan lebih lambat untuk kembali ke kondisi kencang.

Dokter Gita pun mengingatkan para Mama agar tidak mengabaikan asupan mikronutrisi harian di luar makanan pokok. Beliau menyampaikan poin penting mengenai asupan harian.

"Yang lain mencukupi kebutuhan nutrisi, vitamin, mineral, bukan hanya protein dan karbohidrat aja ya," ungkapnya.

Hal ini diperkuat oleh penjelasan dari International Federation of Gynecology and Obstetrics (FIGO) yang menekankan bahwa nutrisi mikro seperti vitamin C dan protein sangat penting untuk integritas jaringan ikat di panggul. Berdasarkan riset kesehatan global, kecukupan mikronutrisi mempercepat proses penyembuhan luka dan regenerasi jaringan lunak pasca trauma persalinan. Jadi, pastikan piring makan Mama selalu berwarna dengan sayuran dan buah-buahan agar proses regenerasi otot berjalan maksimal.

3. Menjaga hidrasi tubuh dengan cairan yang cukup

Popmama.com/Nadya Julyanti/AI

Mungkin banyak yang tidak menyangka bahwa kebiasaan minum air putih berhubungan erat dengan kekencangan area kewanitaan. Perlu Mama ketahui, sel otot dan jaringan ikat yang kekurangan cairan akan menjadi kaku dan kehilangan elastisitasnya. Ibarat tanaman yang layu jika kekurangan air, jaringan di area panggul pun butuh hidrasi optimal agar tetap kenyal dan mampu berkontraksi dengan baik setelah melewati proses persalinan yang berat.

Dalam penjelasannya, dr. Gita Nurul juga sangat menitikberatkan pada pentingnya kecukupan cairan bagi tubuh Mama. Beliau menyarankan sebuah kebiasaan sederhana namun berdampak besar:

"Kemudian juga asupan cairan yang cukup, supaya bisa mencukupi hidrasi ya," katanya.

Pentingnya hidrasi ini juga didukung oleh data dari European Food Safety Authority (EFSA) yang menyatakan bahwa air berkontribusi langsung dalam menjaga fungsi fisik, termasuk elastisitas jaringan lunak. Tanpa hidrasi yang cukup, serat elastin dalam otot panggul tidak dapat berfungsi secara fleksibel. Dengan minum air yang cukup, Mama membantu tubuh memastikan sel-sel otot panggul mendapatkan volume cairan yang pas untuk menjaga kekenyalannya.

4. Mengurangi risiko obesitas dengan menjaga berat badan

Popmama.com/Nadya Julyanti/AI

Faktor terakhir yang sering kali terlupakan adalah beban mekanis yang harus ditanggung oleh otot panggul Mama. Semakin berat beban tubuh seseorang, semakin besar pula tekanan yang menekan otot-otot di bagian bawah perut. Jika Mama mengalami obesitas setelah melahirkan, otot dasar panggul akan bekerja dua kali lebih keras untuk menyangga organ dalam, sehingga proses "merapatnya" kembali area vital menjadi terhambat.

Dokter Gita memberikan tips agar Mama lebih memperhatikan berat badan demi kebaikan organ reproduksi. Beliau menyarankan langkah preventif sebagai berikut:

"Kemudian juga kalau boleh mengurangi obesity," tambahnya.

Hal ini selaras dengan penelitian besar yang dirangkum oleh Global Health Observatory dari WHO, yang menghubungkan indeks massa tubuh (IMT) tinggi dengan risiko kelemahan otot panggul. Tekanan intra-abdomen yang tinggi akibat lemak perut dapat meregangkan otot dasar panggul secara terus-menerus secara mekanis. Dengan menjaga berat badan tetap ideal lewat pola makan sehat, Mama secara langsung meringankan beban otot panggul sehingga proses pemulihan bisa berjalan jauh lebih efektif.

Nah, itulah 4 langkah cerdas yang bisa Mama lakukan supaya organ vital kembali kencang dan sehat setelah melahirkan. Ingat ya Ma, kuncinya adalah konsisten menjaga pola hidup dan jangan ragu untuk rutin melatih otot panggul di rumah.

Kira-kira dari keempat tips sehat di atas, mana nih yang menurut Mama paling menantang untuk dipraktikkan setiap hari selama masa pemulihan?

Editorial Team