Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Cegah "Baby Born on Board", Ini Langkah Ibu Hamil Hadapi Persalinan
Popmama.com/Erica Santoso/AI
  • Maskapai umumnya mengizinkan perjalanan hingga 36 minggu untuk kehamilan tanpa komplikasi, atau 32 minggu untuk kembar; mulai 28 minggu biasanya diperlukan surat dokter.

  • Jika persalinan dimulai di pesawat, awak kabin mencari bantuan medis, memindahkan ibu ke area lebih luas, dan pilot dapat mendarat darurat di bandara terdekat.

  • Trimester kedua dinilai paling nyaman untuk bepergian; perjalanan jauh perlu disertai gerak ringan, cukup cairan, kaus kaki kompresi, akses fasilitas kesehatan, serta konsultasi dokter.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Melakukan perjalanan jauh saat usia kehamilan makin tua tentu mendatangkan tantangan tersendiri bagi calon orang tua. Risiko kontraksi mendadak hingga terjadinya persalinan darurat di perjalanan menjadi kekhawatiran yang sangat mendasar.

Persiapan fisik dan dokumen perjalanan harus diperhatikan dengan cermat agar keselamatan ibu serta janin tetap terjaga. Pemahaman terkait regulasi moda transportasi juga membantu mencegah situasi tak terduga yang berisiko.

Penasaran dengan panduan tepat untuk mengantisipasi persalinan di perjalanan? Berikut Popmama.com bagikan langkah tepat ibu hamil menghadapi risiko melahirkan di perjalanan!

1. Batas usia kehamilan aman dan syarat dokumen perjalanan

Popmama.com/Erica Santoso/AI

Sebagian besar moda transportasi udara mengizinkan perempuan hamil bepergian hingga usia kehamilan 36 minggu jika tidak ada komplikasi. Namun, batas tersebut biasanya menjadi lebih ketat, yakni hingga 32 minggu untuk kehamilan kembar.

Melansir dari Flightright, calon ibu yang memasuki usia kehamilan 28 minggu umumnya diwajibkan membawa surat keterangan medis dari dokter kandungan.

Surat tersebut berfungsi mengonfirmasi bahwa kondisi ibu aman untuk terbang serta mencantumkan perkiraan tanggal persalinan.

2. Penanganan kondisi darurat saat persalinan dimulai di pesawat

Popmama.com/Erica Santoso/AI

Jika tanda persalinan muncul selama penerbangan, awak kabin akan memindahkan ibu ke area yang lebih luas seperti kelas bisnis. Awak penerbangan akan membuat pengumuman darurat guna mencari bantuan tenaga medis dari para penumpang.

Pilot juga dapat mengambil keputusan untuk melakukan pendaratan darurat ke bandara terdekat demi keselamatan.

Sebagian besar persalinan darurat di udara dapat berjalan lancar ketika ditangani langsung oleh tenaga medis profesional.

3. Risiko kesehatan akibat duduk terlalu lama di perjalanan

Popmama.com/Erica Santoso/AI

Duduk dalam posisi sama selama berjam-jam dapat meningkatkan risiko penggumpalan darah atau Deep Vein Thrombosis (DVT). Perempuan hamil memiliki kerentanan lebih tinggi terhadap gangguan sirkulasi darah selama perjalanan panjang.

Mama disarankan untuk sering berjalan santai di lorong pesawat serta mencukupi asupan cairan tubuh.

Penggunaan kaus kaki kompresi khusus juga sangat membantu memperlancar aliran darah di area kaki.

4. Menentukan waktu perjalanan terbaik selama masa kehamilan

Popmama.com/Erica Santoso/AI

Masa kehamilan trimester kedua merupakan waktu paling ideal dan nyaman bagi ibu hamil untuk bepergian. Pada fase ini, keluhan mual muntah umumnya sudah berkurang dibanding trimester pertama.

Memasuki trimester ketiga, risiko komplikasi dan persalinan prematur di jalan akan meningkat cukup signifikan.

Mama sebaiknya memilih destinasi yang memiliki fasilitas kesehatan memadai dan mudah diakses dari tempat menginap.

5. Kejelasan mitos tiket gratis seumur hidup bagi bayi

Popmama.com/Erica Santoso/AI

Banyak anggapan bahwa bayi yang lahir di pesawat akan otomatis mendapatkan fasilitas penerbangan gratis seumur hidup. Kenyataannya, anggapan tersebut sebagian besar hanyalah mitos dalam dunia penerbangan modern.

Hanya beberapa maskapai tertentu yang pernah memberikan hadiah istimewa tersebut kepada bayi yang lahir di udara.

Mayoritas maskapai umumnya hanya memberikan ucapan selamat, perhatian khusus, atau kenang-kenangan manis bagi keluarga.

Merencanakan perjalanan saat hamil dengan persiapan matang adalah kunci utama untuk menjaga kenyamanan ibu dan janin. Tetap utamakan konsultasi bersama dokter spesialis kandungan kepercayaan Mama sebelum memulai perjalanan jauh, ya!

Curated For You

Editorial Team

Related Article