Apa Itu Ruptur Uteri yang Dialami Mommy ASF, Kinan di Dunia Nyata

Sebuah komplikasi kelahiran yang fatal untuk ibu dan janin

26 Januari 2022

Apa Itu Ruptur Uteri Dialami Mommy ASF, Kinan Dunia Nyata
Pexels/Jonathan Borba

Banyak komplikasi pada saat persalinan yang bisa membahayakan ibu maupun anaknya. Yang dialami Mommy ASF adalah komplikasi karena ruptur uteri. 

Pada tahun 2019, pemilik kisah Layangan Putus ini mengetahui dirinya hamil anak yang kelima. Sayangnya, perempuan yang memiliki nama panggung Mommy ASF ini tidak berjodoh dengan buah hatinya karena meninggal saat persalinan. 

Di kemudian hari, ia diketahui mengalami ruptur uteri. Seperti apa kondisi itu? Popmama.com akan merangkumkannya untuk Mama. 

1. Kehamilan Mommy ASF dengan ruptur uteri

1. Kehamilan Mommy ASF ruptur uteri
Freepik.com/serhii_bobyk

Dilansir dari kisah yang dibagikan Eca (Mommy ASF) di salah satu vlog Fenny Rose, ia sering mengalami kehamilan yang tidak merepotkan. Dengan kata lain, tidak mual muntah, atau lemas sepanjang kehamilan. 

Oleh karena itulah ia baru sadar dirinya tengah hamil saat usia kehamilan sudah memasuki 21 minggu. Saat melakukan pengecekan, terlihat kalau kehamilannya baik-baik saja dan bayinya pun berkembang dengan sehat. 

Lalu, sampai di waktu persalinan dan ketuban pecah. Sayangnya, ketuban pecah bersamaan dengan darah. Sampai di rumah sakit pun dikatakan sudah pembukaan lengkap. 

Saat mengejan, Eca mengaku seperti ada yang tersangkut di perut dan ia pun perlahan kehilangan kesadaran. Belakangan diketahui kalau ia kemungkinan besar memiliki ruptur uteri. 

Editors' Picks

2. Mengenal apa itu ruptur uteri

2. Mengenal apa itu ruptur uteri
freepik.com

Ruptur uteri adalah sebuah komplikasi persalinan yang jarang terjadi, namun saat terjadi, itu menjadi masalah serius. Komplikasi ini menyebabkan rahim ibu robek dan bayi terpeleset keluar menuju perut sang ibu, demikian dilansir dari Healthline

Kondisi ini bisa menyebabkan pendarahan parah pada ibu dan membuat bayi meninggal karena lemas. 

Menurut literatur, kondisi ini dialami kurang dari 1% ibu hamil di dunia. Namun pada kenyataannya, Eca merupakan satu  dari kelompok 1% tersebut. 

3. Penyebab dari ruptur uteri

3. Penyebab dari ruptur uteri
Freepik.com/gpointstudio

Penyebab utama dari kondisi ini adalah luka parut yang dimiliki ibu saat persalinan sesar di kehamilan sebelumnya. Pada kasus Mommy ASF, ia melahirkan secara sesar di kelahiran anak pertamanya dan kemudian melahirkan secara pervaginam pada anak kedua, ketiga, dan keempat. 

Inilah kenapa para dokter tidak menyarankan ibu yang pernah melahirkan secara sesar dan kemudian mencoba melahirkan pervaginam di kelahiran selanjutnya, demikian dilansir dari Healthline

Namun bukan berarti kelahiran pergavinam tidak mungkin bagi ibu yang sudah pernah sesar. Hanya saja, mereka yang memilih melahirkan pervaginam akan dimonitor secara seksama selama proses persalinannya. 

4. Ciri seorang ibu hamil mengalami ruptur uteri

4. Ciri seorang ibu hamil mengalami ruptur uteri
Freepik/DCStudio

Ada beberapa gejala umum yang bisa menjadi ciri dari seseorang mengalami ruptur uteri. Di antaranya adalah: 

  • Pendarahan berlebih
  • Rasa sakit tiba-tiba di antara kontraksi
  • Kontraksi yang tiba-tiba menurun
  • Rasa sakit yang tidak biasa di area perut
  • Kepala bayi tidak keluar di jalur lahir
  • Sangkutan di bawah tulang kemaluan
  • Tekanan darah yang rendah, shock pada ibu, dan degup jantung yang terlalu cepat
  • Detak jantung yang abnormal pada bayi. 

Seringnya, kondisi ini terjadi secara tiba-tiba dan sulit didiagnosa karena gejalanya tidak spesifik. Dokter biasanya bisa melihat gejala ini di saat persalinan seperti detak jantung bayi melemah atau bayi yang terlihat stres. 

Jika mendapati gejala seperti itu, dokter akan langsung menyarankan untuk melakukan operasi. 

5. Penyebab terjadinya ruptur uteri

5. Penyebab terjadi ruptur uteri
Freepik/DCStudio

Seperti dikatakan sebelumnya, ibu yang memiliki sayatan di rahim berpotensi mengalami ruptur uteri. Penyebabnya biasanya terjadi saat bayi bergerak untuk mencari jalan lahir. 

Saat persalinan, bayi akan bergerak mencari jalan lahir. Tekanan ini bisa menyebabkan dinding rahim ibu robek, apalagi yang memang sudah ada luka sebelumnya. 

Saat ruptur uteri terjadi, semua yang ada di dalam rahim, termasuk bayinya, kemungkinan besar tercampur dan berpindah ke perut ibu. 

Jika telat ditangani, akan jadi mematikan bagi kedua belah pihak, baik ibu yang melahirkan dan bayi yang dilahirkan. 

Itu dia penjelasan lengkap mengenai ruptur uteri yang dialami oleh Mommy ASF, pemilik kisah Layangan Putus

Baca juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.

Mama CerdAZ

Ikon Mama CerdAZ

Panduan kehamilan mingguan untuk Mama/Ibu, lengkap dengan artikel dan perhitungan perencanaan persalinan

Cari tahu yuk