APGAR Score, Pemeriksaan Bayi saat 5 Menit Pertama Pasca Persalinan

Pemeriksaan ini penting untuk mengetahui kondisi bayi

26 Juni 2020

APGAR Score, Pemeriksaan Bayi saat 5 Menit Pertama Pasca Persalinan
pixabay.com/rawpixel

Ma, sudah tahu mengenai APGAR score? APGAR score termasuk metode yang didesain untuk memudahkan dalam menilai kondisi bayi secara keseluruhan setelah dilahirkan. 

Pada umumnya penilaian APGAR score bukanlah acuan dalam memperkirakan kesehatan tubuh bayi, perilaku hingga kecerdasan otak bayi di masa depannya nanti. Selain itu, APGAR score dapat memengaruhi anestesi obstetrik terhadap bayi secara pasti.

Untuk yang masih belum banyak mengetahui informasi mengenai APGAR score. Kali ini Popmama.com akan membahas mengenai APGAR score lebih rinci lagi.

Semoga bisa memberikan pengetahuan baru ya, Ma!

Editors' Picks

1. Apa itu APGAR score?

1. Apa itu APGAR score
Freepik

Nilai APGAR atau APGAR score adalah pengecekan bayi baru lahir saat 1 hingga 5 menit pertama setelah dilahirkan. APGAR score merupakan sebuah metode yang diperkenalkan pada tahun 1952 oleh Dr. Virginia Apgar. Kata APGAR berasal dari nama belakang pencipta metode ini.

APGAR sebenarnya sebuah akronim dari Appearance (warna kulit), Pulse (denyut jantung), Grimace (refleks), Activity (tonus otot atau keaktifan) dan Respitarion (pernapasan). 

APGAR score berfungsi sebagai metode sederhana untuk menilai kondisi kesehatan setiap bayi saat baru lahir secara cepat sesaat setelah proses kelahiran selesai. 

Menurut Neonatal Resucitation Program, APGAR score berguna untuk memperoleh informasi mengenai status klinis bayi yang baru saja dilahirkan secara keseluruhan serta mengetahui respon bayi terhadap resusitasi. 

Umumnya APGAR score dilakukan melalui dua kali tes yaitu tes pertama dilakukan 1 menit usai proses persalinan dan tes kedua dilakukan 5 menit proses persalinan selesai. Kebutuhan dalam melakukan APGAR score berguna ketika kesehatan bayi baru lahir memiliki skor lebih rendah pada tes 5 menit pertama. 

Namun, dalam kasus tertentu APGAR score juga bisa dilakukan pada menit ke 10, 15 atau 20 setelah bayi lahir. Semua tergantung pada kondisi bayi setelah dilahirkan. 

Baca juga: Manfaat Mengukur Lingkar Kepala Bayi Menurut WHO

2. Kriteria penilaian dari APGAR score

2. Kriteria penilaian dari APGAR score
pixabay.com/Engin_Akyurt

Setiap kriteria dari APGAR score mendapatkan penilaian dari skala 0 hingga 2. 

Pihak kesehatan yang melakukan APGAR score seperti dokter, bidan atau suster akan menggabungkan hasil dari 5 kriteria pada saat tes selesai. Nilai paling tinggi saat sudah dijumlahkan seluruh kriteria yaitu dengan total skor 10. 

Cara penilaian APGAR score agar lebih mudah diingat yaitu: 

Warna kulit (appearance)

  • 2 poin = Warna kulit kemerahan pada tubuh dan ekstrimitas.
  • 1 poin = Warna kulit biru pada ekstrimitas, warna kulit kemerahan pada tubuh.
  • 0 poin = Warna kulit seluruh tubuh dan ekstrimitas berwarna biru.

Denyut jantung (pulse)

  • 2 poin = >100 kali/menit.
  • 1 poin = <100 kali/menit.
  • 0 poin =Ttidak ada denyut jantung.

Saat melakukan APGAR score, denyut jantung akan dihitung menggunakan stetoskop.

Refleks (grimace)

  • 2 poin = Bayi menangis, batuk atau bersin.
  • 1 poin = Bayi meringis atau menangis lemah saat distimulasi.
  • 0 poin = Bayi tidak ada memiliki respon terhadap stimulasi.

Tonus otot atau keaktifan (activity)

  • 2 poin = Tonus otot bergerak aktif.
  • 1 poin = Tonus otot sedikit gerakan.
  • 0 poin = Tonus otot lemah atau tidak ada gerakan.

Pernapasan (respitarion)

  • 2 poin = Pernapasan bayi baik dan teratur disertai tangisan yang kuat.
  • 1 poin = Pernapasan lemah dan tidak teratur.
  • 0 poin = Tidak memiliki napas.

APGAR score yang dilakukan berguna sebagai kuantitas dari tanda-tanda klinis depresi neonatal mulai dari sianosis atau muka pucat, bradikardia, depresi refleks respon terhadap stimulus, hipotonus dan apnu atau respirasi yang terganggu. 

Meskipun begitu, APGAR score tidak bisa dipakai untuk menilai mortalitas seorang bayi dan tidak dapat digunakan sebagai penilaian terhadap kesehatan atau keadaan neurologis bayi di masa mendatang. 

3. APGAR score bisa memiliki nilai yang rendah 

3. APGAR score bisa memiliki nilai rendah 
Freepik/yanalya

Mama tidak perlu panik dengan hasil perhitungan APGAR score yang rendah. Itu bukan menunjukkan bahwa bayi tidak normal. Kondisi ini justru memberi tahu bayi memerlukan perawatan medis segera mungkin. 

Tindakan medis yang dilakukan umumnya dapat membantu menstabilkan kondisi bayi lebih baik lagi.  

Arti APGAR score rendah

Bila APGAR score memiliki nilai yang rendah biasanya disebabkan oleh beberapa hal, seperti:

  • Bayi terlahir secara prematur.
  • Adanya cairan pada jalur pernapasan bayi. 
  • Proses persalinan dilakukan secara caesar.
  • Persalinan yang berjalan lama karena prosesnya cukup sulit.

Batas normal APGAR score

Saat APGAR score dinilai sangat rendah di bawah batas normal, bayi membutuhkan beberapa bantuan di antaranya:  

  • Melakukan stimulasi fisik yang tentunya berguna agar detak jantung bayi kembali normal. 
  • Mendapatkan oksigen bersih serta melakukan pembersihan jalur napas. Pembersihan ini bisa dilakukan menggunakan bulb syringe. Proses penyedotan melalui mulut terlebih dahulu, lalu menuju ke hidung. Pembersihan jalur napas sangat berguna untuk mencegah bayi menghirup cairan sekresi.  

Itulah informasi seputar penjelasan apa itu APGAR score dan kriterianya. Semoga ini bisa berguna ya, Ma!

Baca juga: 

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.