Kapan Bisa IMD atau Skin-to-Skin setelah Caesar? Ini Penjelasannya

IMD atau skin-to-skin setelah caesar dapat dilakukan segera setelah lahir, sekitar 30–40 menit, atau dalam 24 jam pertama pada bayi sehat cukup bulan.
Jika ibu dan bayi terpisah karena kondisi tertentu, kontak kulit ke kulit tetap bisa dimulai ketika keduanya sudah memungkinkan bersama dan ibu stabil.
Skin-to-skin membantu bayi lebih cepat menunjukkan kesiapan menyusu, menjaga suhu tubuh, serta mendukung frekuensi menyusui selama 72 jam pertama.
Skin-to-skin atau Inisiasi Menyusu Dini (IMD) menjadi salah satu cara yang membantu proses menyusui setelah melahirkan.
Untuk Mama yang melahirkan secara caesar, bukan berarti tidak bisa melakukan Inisiasi Menyusu Dini (IMD) atau skin-to-skin dengan si Kecil, ya. Bisa saja, tetapi pelaksanaannya tentu perlu disesuaikan dengan kondisi Mama dan bayi setelah persalinan.
Nah, sebenarnya kapan waktu yang paling tepat untuk melakukan skin-to-skin setelah operasi caesar? Berikut sudah Popmama.com rangkum informasi selengkapnya. Yuk, disimak, Ma!
Table of Content
Waktu Terbaik untuk Skin-to-Skin setelah Operasi Caesar

Magnific.com Waktu terbaik untuk melakukan IMD dan skin-to-skin setelah operasi caesar bisa berbeda-beda, Ma. Pada bayi sehat yang lahir cukup bulan, kontak skin-to-skin bisa dimulai segera setelah lahir, sekitar 30–40 menit setelah lahir, atau di 24 jam pertama.
Kontak skin-to-skin tetap penting bagi Mama dan si Kecil setelah operasi caesar. Jika Mama dan bayi harus terpisah karena kondisi tertentu setelah persalinan, skin-to-skin bisa, lho, tetap dilakukan saat sudah memungkinkan untuk bersama lagi.
Metode Kangaroo Mother Care

Magnific.com Metode Kangaroo Mother Care adalah perawatan yang mengutamakan kontak kulit ke kulit antara Mama dan si Kecil. Metode ini terinspirasi dari kanguru dan biasanya dilakukan dalam waktu yang cukup lama.
Salah satu studi di Journal of Perinatology juga menjelaskan kontak skin-to-skin dilakukan secara terus-menerus dan berkepanjangan, disertai dukungan untuk pemberian ASI.
Untuk Mama yang melahirkan melalui operasi caesar, konsep ini juga berkaitan dengan pentingnya memulai skin-to-skin sesegera mungkin. WHO menjelaskan bahwa setelah caesar, bayi bisa diletakkan di dada saat seorang ibu sudah stabil dan mampu berkontak fisik dengan bayi.
Skin-to-Skin Segera setelah Caesar Membantu Mendukung Proses Menyusui

rawpixel.com Kontak skin-to-skin setelah operasi caesar bisa membantu si Kecil mulai menyusu lebih awal. Saat berada di dada Mama, bayi juga bisa menunjukkan tanda-tanda siap menyusu.
Dilansir dari WHO, early skin-to-skin pada bayi yang lahir melalui operasi caesar bisa membantu bayi menunjukkan perilaku siap menyusu lebih cepat. Kontak ini juga membantu menjaga suhu tubuh bayi setelah lahir dan mendukung frekuensi menyusui dalam 72 jam pertama.
Itu dia informasi tentang waktu skin-to-skin setelah operasi caesar dan seberapa pentingnya untuk si Kecil yang perlu Mama ketahui.
Pelaksanaannya tetap perlu disesuaikan dengan kondisi Mama dan si Kecil, ya. Mama tentu tetap bisa berdiskusi dengan tenaga kesehatan tentang waktu yang tepat untuk melakukan skin-to-skin setelah caesar.
























