Sebelum Membeli Pompa ASI, Perhatikan 8 Hal Berikut!

Yang terpenting, pilih pompa ASI yang nyaman digunakan oleh Mama

9 April 2020

Sebelum Membeli Pompa ASI, Perhatikan 8 Hal Berikut
theverge.com

Menyediakan semua kebutuhan Si Kecil sebelum lahir ke dunia, menjadi hal yang sangat penting. Salah satunya adalah mempersiapkan segala sesuatu yang berhubungan dengan breastfeeding (menyusui).

Memberikan ASI eksklusif selama 6 bulan bukanlah perkara yang mudah, khususnya untuk Mama bekerja. Pemilihan pompa ASI yang tepat pun, menjadi penentu keberhasilan menyusui.

Secara umum, ada 2 jenis pompa ASI yaitu manual dan elektrik. Masing-masing jenis pompa ASI tersebut, memiliki kelebihan dan kekurangan.

Sebagian Mama, ada yang memilih pompa ASI elektrik karena praktis digunakan dibandingkan dengan pompa ASI manual. Namun, sebagian Mama merasa tidak cocok menggunakan pompa ASI elektrik karena dapat membuat puting menjadi kemerahan dan sakit karena daya isap yang terlalu kencang.

Saran Popmama.com, sebaiknya Mama mencoba kedua jenis pompa ASI tersebut dengan menyewa terlebih dahulu, agar dapat merasakan mana yang lebih nyaman.

Nah, sebelum memutuskan untuk membeli pompa ASI. sebaiknya Mama pun memerhatikan beberapa hal berikut:

1. Corong

1. Corong
bukalapak.com

Perhatikan corong pompa ASI sebelum membeli. Pompa ASI baik manual atau elektrik memiliki banyak ukuran corong, sebaiknya sesuaikan dengan ukuran payudara Mama.

Seperti kita ketahui, ukuran payudara ibu menyusui pasti bertambah besar. So, pastikan corongnya pas dan nyaman ya Ma!

2. Mode massage

2. Mode massage
ebay.com

Menu ini menjadi faktor penting yang harus diperhatikan sebelum membeli pompa ASI.

Dengan adanya mode massage pada pompa ASI, membuat payudara akan terasa lebih nyaman dan berfungsi menstimulasi agar ASI Mama keluar lebih lancar.

3. Mesin

3. Mesin
gerailaktasi.com

Pilihlah mesin pompa ASI yang memiliki pengaturan kekuatan isapan di mesinnya yang bisa disesuaikan dengan kenyamanan Mama saat pumping.

Hal ini, dapat menghindari puting Mama menjadi kemerahan dan sakit karena daya isap pompa ASI yang telalu kencang karena tidak dapat diatur.

Editors' Picks

4. Suara mesin

4. Suara mesin
gerailaktasi.com

Cari pompa ASI yang suaranya tidak mengganggu saat memompa di dekat si Kecil.

Suara bising mesin pompa ASI juga terkadang menggangu kenyamanan Mama saat memompa ASI, apalagi saat berada di ruangan yang sunyi.

5. Bentuk dan ukuran

5. Bentuk ukuran
amazon.com

Pompa ASI memiliki ragam bentuk dan ukuran, untuk Mama bekerja pilihlah ukuran yang kecil dan ringan agar pompa ASI mudah dibawa kemana pun.

Dengan begitu, Mama dapat memompa ASI di manapun dan kapanpun diperlukan.

6. Perhatikan tanda BPA Free

6. Perhatikan tanda BPA Free
wegotedge.com

Cari pompa ASI dengan sparepart yang ringkas dan tidak rumit, sehingga memudahkan Mama ketika membersihkan atau mensterilkannya.

Pastikan juga semua sparepart pompa ASI harus bebas BPA atau biasa tertulis BPA free, agar tidak membahayakan kesehatan Mama dan Si Kecil.

7. Hygienic closed system

7. Hygienic closed system
gerailaktasi.com

Pompa ASI yang dipilih harus memiliki sistem tertutup yang higienis. Hal ini mencegah agar tidak ada ASI yang dapat masuk ke mesin pompa yang menyebabkan kerusakan atau adanya bakteri serta kuman di dalamnya.

8. Harga

8. Harga
frankandson.co.uk

Carilah pompa ASI yang disesuaikan dengan budget Mama. Pilih pompa ASI dengan harga terjangkau, dan nyaman digunakan dengan kualitas yang baik.

Tak perlu beli yang mahal, bila ada pompa ASI dengan harga yang lebih murah namun memiliki kualitas yang baik. Kenapa nggak?

Semoga 8 hal yang telah dipaparkan di atas, dapat membantu Mama memilih pompa ASI yang tepat digunakan untuk memenuhi kebutuhan si Kecil ya, Ma.

Happy shopping!

Baca juga:

Sebelum Membeli, Ketahui Kelebihan dan Kekurangan Pompa ASI Manual

Mau Menyusui Lancar? Ini 5 Rekomendasi Pompa ASI Elektrik Terpopuler

6 Tips Memilih Nipple Cream untuk Atasi Masalah Puting Ibu Menyusui

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.