Bidan Diduga Lalai, Bayi Sungsang Ini Meninggal Saat Persalinan

Sedih, bayi sungsang ini meninggal saat proses persalinan normal

19 Juli 2019

Bidan Diduga Lalai, Bayi Sungsang Ini Meninggal Saat Persalinan
Freepik.com

Orangtua baru di Nebraska mengalami kejadian menyedihkan karena harus berpisah dengan anak pertamanya. Vera, bayi yang tidak dapat tertolong nyawanya saat persalinan normal oleh bidan yang diduga melakukan malpraktek.

Emily Noe, Mama dari bayi Vera ini mengalami posisi bayi sungsang yang membutuhkan proses persalinan dengan orang yang ahli dalam urusan persalinan.

Namun, ia menggunakan jasa bidan dari sebuah kelompok Nebraska Birth Keeper yang bernama Angela Hock.

Hock berkata dirinya memiliki pelatihan tentang cara melahirkan bayi sungsang, tetapi pada akhirnya ia tak dapat menyelesaikan proses persalinan tersebut.

Menurut keterangan yang didapat dari ABC News, bayi itu tidak bernapas, lemas dan tidak memiliki denyut nadi. 

Dr. Katherine Lessman, dokter kandungan yang menangani kasus ini, mengatakan bahwa Vera, menderita pembengkakan otak karena tak mendapat pasokan oksigen saat dilahirkan.

Fakta bahwa Vera, salah satu bayi sungsang yang mengalami malpraktek saat persalinan normal bisa menjadi perhatian khusus untuk Mama yang sedang hamil. 

Persalinan normal pada bayi sungsang memiliki risiko yang sangat fatal jika tidak dilakukan oleh tim dokter berpengalaman dan dengan peralatan medis yang memadai.

Sebenarnya, apa saja sih risiko dan yang harus orangtua perhatikan ketika mendapati posisi calon bayi sungsang? 

Memahami risiko persalinan normal untuk bayi sungsang

Memahami risiko persalinan normal bayi sungsang
Freepik.com

Pertama yang harus Mama ketahui ialah apa sebenarnya posisi bayi sungsang?

Posisi bayi sungsang ialah posisi dimana bayi di dalam rahim Mama berada di atas, sehingga pada saat persalinan normal, pantat atau kaki si bayi yang akan keluar terlebih dahulu dibandingkan dengan kepala pada posisi normal.

Melakukan persalinan normal ketika posisi bayi sungsang memiliki risiko yang berbahaya lho, Ma.

Bayi yang lahir pada posisi sungsang dan dengan proses persalinan normal memiliki banyak risiko terjadi saat lahir nanti, diantaranya akan terjadi komplikasi pada bayi, serta menjadikan nyawa Mama ataupun sang calon bayi sebagai taruhannya.

Sebenarnya persalinan normal pada bayi sungsang bisa saja dilakukan jika bagian terdekat tubuh bayi adalah pantat, kondisi bayi stabil dan normal saat menjelang persalinan, tim dokter yang berpengalaman, serta adanya fasilitas tindakan operasi caesar jika diperlukan.

Namun pada umuumnya, dokter kandungan akan menyarankan para Mama hamil untuk melahirkan bayi sungsang secara caesar, sebab bisa memberi waktu yang lebih panjang dan memungkinkan sang Mama lebih siap.

Editors' Picks

Periksa kepada yang lebih ahli, jangan asal memilih bidan

Periksa kepada lebih ahli, jangan asal memilih bidan
Freepik.com

Dalam kandungan, bayi pada umumnya akan terus bergerak hingga waktu persalinan tiba. 

Posisi bayi sungsang ternyata umum terjadi ketika kehamilan Mama memasuki trimester ketiga. Namun, jika mendekati waktu persalinan posisi kepala bayi masih di atas, periksa kandungan Mama dengan dokter kandungan ya, Ma. Biasanya para dokter akan menganjurkan proses persalinan caesar.

Oeh karena itu Mama peru memilih dan mengkonsultasikan masaah ini pada tim dokter yang berpengalaman guna menghindari komplikasi pada calon bayi Mama. Jangan sembarang memilih dokter atau bidan ya, Ma!

Yang harus dilakukan jika posisi bayi Mama sungsang

Yang harus dilakukan jika posisi bayi Mama sungsang
Freepik.com

Tidak ada yang mengetahui apa alasan pasti yang menyebabkan bayi berada pada posisi sungsang. Coba periksa kandungan Mama pada dokter kandungan guna melakukan USG untuk mengatahui pasti posisi bayi Mama ketika waktu persalinan semakin dekat.

Salah satu cara yang biasa dilakukan untuk mengubah posisi bayi sungsang menjelang persainan ialah dengan menggunakan metode External Cephalic Version (ECV). ECV dilakukan dengan cara memberi tekanan kuat pada perut Mama dengan menggunakan tangan, sehingga bayi mengubah posisinya menjadi kepala di bawah. USG juga dapat digunakan sebagai pemandu jalannya ECV ini.

EVC sendiri umumnya dilakukan saat kehamilan menginjak usia 36 minggu untuk kehamilan anak pertama. Sedangkan, jika kehamilan anak kedua dan seterusnya biasa dilakukan pada usia 37 minggu.

Namun, dokter tidak menyarankan untuk Mama yang mengandung bayi kembar, atau pernah mengalami pendarahan pada vagina selama hamil untuk melakukan metode ini.

Cara lain yang bisa Mama gunakan ialah dengan melakukan beberapa gerakan olahraga guna membantu mengubah posisi bayi sungsang. Beberapa gerakan yang bisa Mama lakukan, diantaranya:

  • Breech tilt. Mama bisa berbaring di lantai dengan kedua kaki berada di atas kursi. Kemudian taruh bantal di bawah pantat Mama sehingga posisi membentuk sudut 45 derajat dengan lantai. Lakukan gerakan ini selama kurang lebih 15 menit atau sampai Mama merasa sudah tak nyaman.
  • Berjalan. Orangtua selalu mengajarkan kita untuk rajin berjalan saat sedang hamil. Ternyata dengan rutin melakukan hal ini, dapat membantu bayi Mama bergerak hingga menemukan posisi yang tepat, lho. Mama bisa melakukan hal ini selama sekitar 30 menit setiap hari selama kehamilan. 
  • Posisi lutut-dada. Mama bisa berlutut di lantai lalu tempatkan kepala atau dahi pada lantai, seperti posisi sujud lho Ma. Pertahankan posisi ini selama kurang lebih 15 menit dan sebanyak 3 kali sehari ya, Ma. Agar lebih nyaman, Mama juga bisa menaruh bantal pada bagian lutut dan kepala.

Guna menghindari terjadinya malprektek seperti kasus bayi Vera di Nebraska, Mama dan Papa perlu melakukan konsultasi dengan doter spesialis kandungan atau yang ahli dalam bidang ini.

Sebab itu, penting untuk rutin konsultasi guna melakukan pemeriksaan kehamilan dan memantau kondisi kesehatan Mama serta sang calon bayi.

Itulah risiko serta penanganan yang tepat jika posisi bayi Mama sungsang ketika menjelang persalinan. Kondisi bayi yang sungsang menjelang persalinan memang perlu perhatian khusus, jadi jangan sembarangan ya, Ma!

Berlangganan Newsletter?

Mau dapat lebih banyak informasi seputar parenting?
Daftar sekarang!

;