Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
Install
For
You

5 Penyebab Perut Tak Langsung Kempes setelah Melahirkan

5 Penyebab Perut Tak Langsung Kempes setelah Melahirkan
Pexels/AI25.Studio Studio
Intinya Sih
  • Perut tetap tampak besar setelah melahirkan karena proses involusi uteri dan pemulihan dinding perut membutuhkan waktu sekitar 6–8 minggu untuk kembali ke kondisi semula.
  • Rahim masih mengisi ruang perut sementara waktu, ditambah perubahan hormon yang berlangsung bertahap membuat proses pengecilan perut tidak bisa terjadi secara instan.
  • Faktor seperti infeksi rahim, sisa plasenta, operasi caesar, serta kurangnya stimulasi oksitosin dari menyusui atau mobilisasi dini dapat memperlambat pemulihan ukuran rahim.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Setelah hamil 9 bulan, mama biasanya akan mengalami masa nifas. Namun, banyak yang belum tahu kalau di masa ini kondisi perut yang tetap terlihat besar dianggap tidak normal. Padahal ini adalah hal yang umum dialami ketika ibu melahirkan masih memiliki perut yang membuncit.

Hal ini disebabkan karena pemulihan dinding perut tidak terjadi secara instan karena melibatkan perubahan struktural pada anatomi tubuh mama. Salah satu proses alami yang membantu rahim kembali mengecil disebut involusi uteri.

Selain involusi uteri, ada beberapa penyebab lain kenapa perut tidak bisa langsung kempes setelah melahirkan lho.

Berikut Popmama.com rangkum informasi selengkapnya!

1. Involusi uteri, rahim masih menyesuaikan pasca melahirkan

ilustrasi involusi uteri
Popmama.com/Putri Syifa N/AI

Selama sembilan bulan kehamilan, rahim tumbuh berkali-kali lipat dari ukuran aslinya untuk menampung janin. Setelah melahirkan, tubuh memerlukan waktu sekitar 6 minggu untuk menjalani proses pemulihan alami yang disebut involusi uteri, yaitu kembalinya rahim ke ukuran dan berat sebelum hamil 

Penelitian dalam British Journal of Midwifery menjelaskan bahwa secara fisiologis, pemulihan awal organ reproduksi dan pemulihan dinding perut membutuhkan waktu setidaknya 6–8 minggu. Selama masa nifas ini, kontraksi rahim (intermittent contractions) terus bekerja untuk mengembalikan rahim ke ukuran normal. 

2. Rahim masih mengisi ruang perut

ibu pasca melahirkan
Pexels/Katya Puzanova

Meskipun bayi sudah keluar, rahim tetap berukuran besar dan mengisi banyak ruang di rongga perut serta panggul untuk sementara waktu. Sesaat setelah plasenta lahir, rahim masih memiliki berat sekitar 1.000 gram (kira-kira seukuran jeruk asam atau grapefruit) sebelum perlahan-lahan menyusut.

Tepat setelah plasenta keluar, fundus uteri (puncak rahim) berada di sekitar tinggi pusat dengan berat kurang lebih 1.000 gram. Proses pengecilan ini terjadi secara bertahap hingga kembali ke berat semula (sekitar 50-60 gram) dalam waktu 6-8 minggu seperti yang sudah disinggung sebelumnya.

3. Perubahan hormon yang bertahap

ibu melahirkan
Pexels/Saúl Sigüenza

Selama hamil, kadar estrogen dan progesteron yang tinggi menyebabkan sel-sel otot rahim membesar (hipertrofi) dan bertambah banyak (hiperplasia). 

Setelah melahirkan, kadar hormon ini menurun, yang kemudian memicu proses autolisis atau penghancuran diri sel-sel otot yang berlebih, namun proses pembersihan jaringan ini tidak terjadi secara instan.

4. Adanya faktor penghambat (subinvolusi uteri)

proses persalinan caesar
Pexels/Jonas Kakaroto

Beberapa kondisi medis dapat menyebabkan rahim gagal mengecil sebagaimana mestinya (subinvolusi). Faktor-faktor tersebut meliputi adanya infeksi rahim (seperti endometritis), sisa fragmen plasenta yang tertinggal, persalinan yang berlangsung lama, hingga metode persalinan melalui operasi Caesar.

Studi menunjukkan bahwa retensi jaringan (sisa ari-ari) dan infeksi bakteri menghalangi kontraksi miometrium yang efektif. Operasi caesar juga memengaruhi kecepatan involusi awal karena adanya sayatan bedah pada jaringan otot rahim.

5. Kurangnya stimulasi oksitosin alami

ibu berhijab menyusui anak
Pexels/William Fortunato

Peran isapan bayi (menyusui) terhadap pelepasan oksitosin ternyata sangat penting lho! Ini yang mobilisasi dini kerap disarankan karena bermanfaat juga untuk pemulihan tubuh ibu melahirkan. 

Alasannya saat ibu melahirkan melakukan Inisiasi Menyusui Dini (IMD), hormon oksitosin yang dilepaskan sangat berperan dalam memicu kontraksi untuk mengecilkan rahim. Stimulasi ini bisa didapatkan menyusui secara eksklusif karena isapan bayi merangsang pelepasan hormon tersebut. 

Namun, tidak hanya itu karena alasan lain yakni kurangnya mobilisasi dini (aktivitas fisik ringan segera setelah melahirkan) juga dapat memperlambat proses involusi tersebut.

Itulah tadi informasi mengenai penyebab perut tak langsung kempes setelah melahirkan. Jangan lupa pantau pemulihan pasca melahirkan secara berkala, jika ada kendala segera hubungi fasilitas kesehatan terdekat ya!

Share Article
Curated For You
Topics
Editorial Team
Onic Metheany
EditorOnic Metheany

Related Articles

See More